IM, AMBON-Kepala BNPB Pusat Letjen TNI (Purn) Doni Moenardo meminta Pemda Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) agar tak menunda-nunda penyaluran dana gempa masyarakat di daerah itu.
Hal itu disampaikan setelah Sekda Kabupaten SBB bertemu pihaknya dan menjelaskan jika tak ada kendala yang signifikan terkait penyaluran dana tersebut.
“Pak Sekda juga sudah beritahu saya tentang masalah SBB,” ungkap Doni kepada infomalukunews.com melalui WhatsApp, Selasa (23/3/2021).
Menurutnya dana gempa bagi masyarakat yang terdampak langsung di daerah itu sudah satu tahun lebih dikirim.
“Sudah satu tahun lebih dikirim ke daerah. Minta Pemda segera salurkan,” tandas mantan Pangdam XVI Pattimura itu.
Dia juga meminta Pemkab SBB agar bersinergi dengan media massa di daerah itu terkait progres realisasi penyaluran dana gempa tersebut. “Media juga harus diinfokan
Sementara itu Kalak BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Ongki Payapo mengaku dana gempa untuk 1326 KK di daerahnya belum tersalurkan.
Dia hanya janji dalam waktu dekat direalisasikan. “Satu dua hari ini katong akan salurkan,” katanya dihubungi terpisah melalui telepon seluler.
Dia juga menepis rumor yang berkembang di masyarakat kalau kelebihan dana tersebut tidak dikembalikan.
Diakui kucuran dana pusat itu sebanyak Rp 34 miliar. Dan setelah verifikasi data jumlah warga yang terdampak dari 1500 KK kini menjadi 1326 KK.
“Jadi kalau ada kelebihan, nanti kita kembalikan ke pusat,” terangnya.
Menurutnya, informasi yang disampaikan oleh media tidak salah. Hanya saja cara menerjemahkan informasi itu oleh masyarakat yang keliru.
“Ya tentang uang kelebihannya itu. Pasti dikembalikan,” tandas Ongki Payapo.(pom)






