Anggaran 2,7 Miliar, Icon Air Mancur Taman Pattimura Kini Dipenuhi Lumut, Warga: Piara Buaya Saja.

- Publisher

Saturday, 3 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Infomalukunews,com. Ambon-Kota Ambon dikenal sebagai Kota Musik Dunia, bahkan telah ditetapkan oleh Unesco pada tahun 2019 lalu, hal itu karena musik menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakatnya, baik sebagai media pemersatu, ekspresi budaya, maupun sumber inspirasi.

Unesco memiliki kriteria tertentu untuk menetapkan suatu kota sebagai Kota Musik Dunia, yang antara lain mencakup keberadaan industri musik yang kuat, dukungan infrastruktur dan SDM, serta kontribusi musik terhadap pembangunan berkelanjutan.

Di pusat kota Ambon ada sebuah air mancur taman Pattimura, dan itu menjadi icon rekreasi bagi setiap pengunjung yang datang bersantai bersama keluarga mau pun kerabat.

Kini, icon Air mancur taman Pattimura itu terlihat kotor dipenuhi lumut, dan tak terurus oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ambon dalam melakukan kalesang terhadap taman tersebut.

Taman itu, di rehap mengunakan anggaran APBD murni Kota Ambon senilai Rp.2,7 Miliar dan di resmikan November 2019, di momen HUT Kota Ambon ke 444 tahun oleh mantan Walikota Ambon Ricard Louhenapessy, dengan nuansa full Music, gitar, hingga lagu-lagu pop Ambon.

Taman itu di rancang sedemikian rupa dengan kelap kelip lampu berwarna-warni menghiasi ornamen taman. Namun, sayangnya apa mau di kata, taman yang di bangun dengan anggaran fantastis itu, malah terlihat kotor di penuhi lumut bahkan ornamen gitar dan Music serta lampu berwarna-warni terlihat rusak parah.

Salah satu warga Kota Ambon Ebbet, kepada wartawan di lokasi taman, Sabtu (03/05/2025), mengungkapkan taman itu semestinya di bersihkan kemudian di rawat biar taman itu terlihat indah. menurutnya, Ada begitu banyak ornamen yang menghiasi lokasi taman.

“Sakarang su liat sama kolam buaya, piara reptil buaya saja, Kotor paskali, tahun-tahun lalu Beta deng istri anak-anak sering mampir di situ,” sebutnya dengan dialek Ambon.

Bagimana Kota Ambon di juluki Kota bebas sampah kata dia, sementara tempat-tempat rekreasi seperti taman air mancur Pattimura, dan tempat-tempat rekreasi lain terlihat kotor tidak di perhatikan

“Padahal beberapa kali Kota Ambon meraih piagam Adipura dan Kota Music Dunia versi Unesco, kini, ornamen Music sekitaran air mancur tidak di rawat, coba di perhatikan,” sahut dia.

Dirinya berharap, walikota Ambon Drs. Bodewin M Wattimena, M.Si dapat melihat dan menata kembali taman tersebut.

“Walikota hingga Dinas PUPR Kota Ambon, dan Dinas terkait lain yang mempunyai kewenangan harus memperhatikan hal taman itu, kemudian tata kembali Kota ini agar terlihat bagus,” harapnya. (IM-06).

Berita Terkait

Gubernur Maluku Apresiasi Kolaborasi Pemda dan OJK, Maluku dan Ambon Raih Penghargaan TPAKD Regional
Pemkot Ambon Dukung Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI melalui Aiko Health
Kajati Maluku Rudy Irmawan kunjungi Cabang Kejari Ambon di Banda Neira, pastikan kinerja dan pelayanan optimal
Kepala Dati Waleulu Pertanyakan Penundaan Eksekusi PN Ambon di Batu Merah
Balai POM Ambon Amankan 16 Produk Obat Tradisional di SBT, Tujuh Terbukti Mengandung Bahan Kimia
Dinkes Aru Canangkan Cek kesehatan Gratis Serentak, 112 Peserta Ikuti Edukasi Hipertensi
Ulwan Talaohu Anak Negeri Maluku,Jovandri Serukan Dukungan Pembangunan Tanpa Intervensi Proses Hukum
Kebakaran Capai 157 Kejadian Sepanjang 2026, Wali Kota Minta Kewaspadaan Ditingkatkan
Berita ini 161 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 23 October 2026 - 07:56 WIT

Gubernur Maluku Apresiasi Kolaborasi Pemda dan OJK, Maluku dan Ambon Raih Penghargaan TPAKD Regional

Friday, 23 October 2026 - 07:48 WIT

Pemkot Ambon Dukung Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI melalui Aiko Health

Friday, 23 October 2026 - 07:33 WIT

Kajati Maluku Rudy Irmawan kunjungi Cabang Kejari Ambon di Banda Neira, pastikan kinerja dan pelayanan optimal

Thursday, 22 October 2026 - 19:38 WIT

Kepala Dati Waleulu Pertanyakan Penundaan Eksekusi PN Ambon di Batu Merah

Thursday, 22 October 2026 - 16:11 WIT

Balai POM Ambon Amankan 16 Produk Obat Tradisional di SBT, Tujuh Terbukti Mengandung Bahan Kimia

Berita Terbaru