Diduga Korupsi Polisi Harus Usut Kapal Cepat SBB Rp 7,1 Miliar

- Publisher

Monday, 28 December 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IM,AMBON-Sudah waktunya kasus kapal cepat Pemda Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) diusut polisi. Dua kali tender, hasilnya cuma sebuah kapal yang berbeda dengan spesifikasi kontrak.

Kontrak pertama pembuatan kapal tersebut 31 Agustus 2019 dengan pemenang CV Khairus hingga waktu yang tak diketahui tapi kontrak dibatalkan sepihak. Lanjut kontrak kedua, 6 Maret-31 Desember 2020, dengan pemenang yang sama.

Anehnya, kontrak pertama dengan DIPA tahun 2019 senilai Rp 7,056 miliar, berbeda dengan nilai kontrak kedua tahun 2020 senilai Rp 7,1 miliar.

Hal ini menunjukkan, ada celah bagi timbulnya kerugian negara kurang lebih Rp 500 juta.

“Belum lagi kalau kasus ini diduga dobel anggaran, korupsi miliaran itu,” ujar Ketua Gerakan Reformasi Indonesia (Gerindo) Maluku Yusri M Jusuf Senin (28/12/2020)

Menurutnya kapal ini sejak awal sudah bermasalah dalam spesifikasi kontrak. Kontrak pertama kapal menggunakan mesin tempel. Tapi dibatalkan dengan dalih tutup tahun anggaran.

Menurutnya, pembatalan dengan alasan apapun harus disampaikan kepada publik, mengingat asas tranparansi dan akuntabilitas.

“Sekarang diganti mesin dalam lagi. Sementara mesinnya saja belum ada di tempat, makanya kita minta penegak hukum usut,” ujar Yusri.

Yang lucu ujar Yusri, soal mesin dalam kapal pernyataan pihak perusahaan berbeda dengan PPK. Pihak perusahaan CV Khairus menyebutkan mesin dibeli dari Jepang, sementara PPK bilang di Jakarta.(pom)

Berita Terkait

Kodam Pattimura Dukung Patroli Bersama Bakamla RI 
Polres SBB Bergerak Cepat Menangkap Tersangka Pembunuhan Terhadap Istri Sendiri di desa Nuruwe.
Kapolres Bursel Didesak Bentuk Mapolsek Fena Fafan.
Peringati Hari Bhakti Adhyaksa. Kejari Kepulauan Aru Gelar Seminar Hukum.
Pekejaan proyek Fikitif dana Desa di Seriholo DPC GMNI SBB Minta Bendahara di Periksa.
Antisipasi Kriminalisasi Bupati Bursel Kunjungi Kapolres Buru.
Jaksa Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Timbunan RSUD Namrole.
Polres SBB Telah Terima Hasil Audit Kasus Korupsi ADD-DD Tomalehu Barat
Berita ini 785 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 20 March 2024 - 21:25 WIT

Kodam Pattimura Dukung Patroli Bersama Bakamla RI 

Friday, 19 August 2022 - 16:51 WIT

Polres SBB Bergerak Cepat Menangkap Tersangka Pembunuhan Terhadap Istri Sendiri di desa Nuruwe.

Sunday, 31 July 2022 - 19:07 WIT

Kapolres Bursel Didesak Bentuk Mapolsek Fena Fafan.

Wednesday, 20 July 2022 - 02:05 WIT

Peringati Hari Bhakti Adhyaksa. Kejari Kepulauan Aru Gelar Seminar Hukum.

Wednesday, 22 September 2021 - 22:35 WIT

Pekejaan proyek Fikitif dana Desa di Seriholo DPC GMNI SBB Minta Bendahara di Periksa.

Berita Terbaru