IM-Buru, — Penjabat Bupati Kabupaten Buru Djalaluddin Salampessy secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Pura untuk umat Hindu di Desa Persiapan Wansar, Kecamatan Finaleisela, Kabupaten Buru, Maluku.
Djalaluddin mengatakan pihaknya menyambut baik kehadiran Pura Wansar sebagai simbol kerukunan umat beragama di kabupaten bertajuk Retemena Barasehe.
Ia mengajak semua pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan Pura Wansar. Ia juga mengingatkan terkait penggunaan dana desa yang diperuntukan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan.
Ia bilang setiap karakter desa adat di Kabupaten Buru memiliki karakteristik tersendiri, sehingga pemanfaatan sumber daya alam di masing-masing desa perlu dioptimalkan untuk kelangsungan hidup masyarakat.
“Saya berharap ada upaya dari generasi muda di Desa Wamsar untuk melakukan kegiatan perkebunan yang nantinya dapat menjadi ciri khas masyarakat di sini. Saya mohon Bimas Hindu dan PHDI dapat mendorong masyarakatnya sehingga ada sumber ekonomi yang produktif,”ujarnya disela-sela peletakan batu pertama, Selasa (7/11).
Di tengah sambutan, Salampessy meminta seluruh warga menjaga ketertiban dan keamanan dengan tetap berperilaku baik sambil berusaha keras memajukan Desa Wamsar.
Senada, Kepala Bimas Hindu Kantor Kementerian Agama Provinsi Maluku Sukardiyanto mengatakan kehadiran Pura umat Hindu di Desa Persiapan Wansar bisa menghidupkan tradisi dan ritual agama Hindu sehingga berjalan dengan baik.
“Kita berharap dengan adanya Pura di Desa Wansar ini, tradisi dan ritual agama Hindu dapat hidup dan berjalan dengan baik,”tuturnya.
Dikatakan pembangunan Pura Hindu akan disesuaikan dengan tradisi lokal masyarakat setempat dan tidak menyerupai pura pada umumnya di Bali.
Acara peletakkan batu pertama pembangunan Pura umat Hindu turut dihadiri, Pj Bupati Kabupaten Buru, Jdalaludin Salampessy, Kepala Bimas Hindu Provinsi Maluku Sukardiyanto, dan OPD dilingkup Pemkab Buru.(Tim)







