Pelecehan Seksual Dilingkup ASN.Alkatiri : Itu Contoh Yang Sangat Buruk.

- Publisher

Tuesday, 18 July 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IM-Ambon;—Pemerhati Perempuan Katolik Maluku, mendesak Anggota DPRD Maluku menindak tegas pelaku ASN yang melakukan Pelecehan terhadap Perempuan di lingkup Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Maluku.

Pertemuan itu berlangsung di lantai 4 Kantor DPRD Maluku, di hadiri ketua DPRD dan Wakil Ketua DPRD Maluku serta beberapa Anggota DPRD Maluku lainnya. Selasa 18/07/23.

Dalam pertemuan tersebut, Perwakilan Perempuan dari Pemerhati Perempuan Katolik,Saswati Pateka, meminta dengan tegas agar Anggota DPRD Maluku Segera menonaktifkan Kepala Dinas Pemerdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Maluku, dan lepaskan jabatan yang bersangkutan saat ini.

Kata dia, hal itu supaya sebagai langka tegas untuk memutuskan mata rantai atas kekerasan seksual terhadap perempuan di Maluku.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Maluku Dapil Kabupaten SBT, Fauzan Alkatiri menyatakan hal serupa juga perna terjadi di Kabupaten yang bertujuk ITA WOTU NUSA.

“Di Kabupaten SBT juga perna mengalami hal seperti ini kasus pelecehan seksual yang melibatkan anak dengan anak pimpin OPD pada Kab SBT juga perna di usut, namun kandas.” tegas Alkatiri

Dikatakan, setiap kasus pelecehan perempuan dan anak yang melibatkan pimpinan OPD baik di Provinsi Maupun di Kabupaten-kabupaten di provinsi Maluku harusnya ditanggani sampai tuntas.

Dirinya juga memberikan contoh agar tidak menjadi panutan yang buruk bagi anak-anak Maluku.

“Pimpinan-pimpinan Eksikutif saat ini, kasus-kasus seperti begini yang dilakukan oleh pemimpin dianggap sebagai hal biasa, hal tersebut sehingga anak-anak kita pun juga kehilangan pusat tauladan.” ucapnya secara tegas.

Anggota DPRD Maluku Dapil SBT itu pun menjelaskan terkait tauladan berintegrasi secara bersama kepada seluruh pemimpin DPRD Maluku saat itu.

“Pusat tauladan itu bagaiman berintegrasi dengan orang tua, bagaimana beritegrasi antara sesama, olehnya itu saya tegaskan bahwa pimpin harus tegas menanggani kasus pelecehan seksual yang terjadi di Lingkungan Pemberdayaan Perempuan dan Anak.” paparnya Alkatiri.

Dirinya menandaskan bahwa, sikap lembaga ini hukumannya harus tegas terhadap pimpinan pemberdayaan perempuan dan anak Provinsi Maluku yang merupakan Tauladan yang sangat Buruk. (IM-Kiler).

Berita Terkait

DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ
Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan
Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah
Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga ‘Tipu Negara’, Lantik Pejabat yang Belum Penuhi Syarat
Fatlolon Dituntut 8 Tahun, Isu Diskriminasi Bayangi Kasus PT Tanimbar Energi
Wali Kota Apresiasi Perumdam Tirta Yapono yang Raih Top BUMD Bintang 4  
Polri Tegaskan Rekrutmen Taruna-Taruni Akpol 2026 Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis
OJK Lantik Pejabat Strategis, Perkuat Pengawasan Sektor Keuangan
Berita ini 251 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 25 April 2026 - 16:55 WIT

DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ

Wednesday, 22 April 2026 - 19:39 WIT

Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan

Friday, 17 April 2026 - 23:12 WIT

Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah

Friday, 17 April 2026 - 08:12 WIT

Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga ‘Tipu Negara’, Lantik Pejabat yang Belum Penuhi Syarat

Friday, 17 April 2026 - 00:12 WIT

Fatlolon Dituntut 8 Tahun, Isu Diskriminasi Bayangi Kasus PT Tanimbar Energi

Berita Terbaru

Daerah

Toisutta Sambangi Dua Lokasi Bencana Alam

Wednesday, 29 Apr 2026 - 17:28 WIT