IM-Jakarta;- Pancasila menjadi dasar Idiologi negara yang mewajibkan semua warga negara Indonesia harus pahami. Pengurus Besar Pergerakan Pelajar Maluku (PB PPM), temui Badan Pembinaan Idiologi Pancasila (BPIP), pada Selasa (18-01-2022), jadwalkan Sosialisasi Pancasila di Maluku.
“Pancasila harus tersosialisasi di Maluku. Karna kita tidak bisa pungkiri bahwa setelah hilangnya PMP dari mata pelajaran. Pemahaman pancasila masi minim di kalangan masyarakat apalagi masyarakat di pelosok terutama di Maluku” kata ketua Umum PBPPM Usra Waiulung, melalui pesan watshapp, pada Rabu 19/01/2022
Ia mengatakan kalau untuk hafal saja kemungkinan besar banyak yang tidak menghafal apalagi memahami nilai-nilainya. Ia merasa harus ada sosialisasi yang serius untuk mengembalika kembali mengenal pancasila sedalam-dalamnya.
“Pancasila adalah idiologi negara, jangan sampai ada yang tidak paham mengakibatkan masuk idiologi lain yang mengancam pemahaman masyarakat dalam bernegara atau ber indonesia.” Tambah Mahasiswa Pasca Sarjanah Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta itu.
Lanjut uca, kalau Maluku di kenal sebagai salah satu daerah konflik di Indonesia ini. Bahkan ada Separatisme RMS yang lagi membayang bayangi kedaulatan Maluku di Indonesia olehnya itu BPIP dalam diskusi kita tekankan dan harapkan untuk segerah lakukan sosialisasi.
Kalau tidak sosialisasi terus kalau ada masuk idiologi lain yang mau menghancurkan negara terus pemerintah mau salahkan siapa. Bagi kami salahkan pemerintah karna tidak di bina dengan pemahaman yang baik.
“Kita suda komunikasi suda sepakati untuk Maluku dapat di lihat juga. Dan alhamdulilah dari BPIP sangat antusias menerima kita dari PPM dan kita bicara banyak hal termasuk apa peran dari kita PPM untuk membantu BPIP kedepan. Kita akan buat diskusi bersama dan BPIP di jadwalkan akan kunjungi Maluku” tambah Uca.
Kunjungan PB PPM ke BPIP di temui oleh direktur Kerjasama Antar Lembaga E. Siregar, dan beberapa Lembaga lain seperti Lembaga Sosialisasi dan Komunikasi. Sementara dari PPM di hadiri oleh ketua umum usra waiulung dan lima orang pengurus(Red)






