Unpatti Kembali Kukuhkan Dua Guru Besar.

- Publisher

Thursday, 9 May 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Infomalukunews.com. Ambon-Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon menggelar rapat senat terbuka luar biasa dalam rangka pengukuhan guru besar.

Prof. Dr. Ir. Fredy Pattipeilohy, M.Si. dikukukan sebagai guru besar bidang Ilmu Teknologi Hasil Perikanan pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Selain itu, Prof. Dr. Ir. La Ega, M. Si. juga dikukukan sebagai Guru besar Bidang Ilmu Teknologi Hasil Pertanian Pada Fakultas Pertanian Unpatti Ambon.

Upacara pengukuhan keduanya menjadi guru besar digelar di Balai Senat Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Rabu 08/02/24.

Di pengukuhan guru besar ini, Prof. Dr. Ir. Fredy Pattipeilohy, M.Si. menyampaikan pidatonya yang berjudul “Peta Potensi dan Kebutuhan untuk Memperkuat Ketahanan Pangan Lokal di Era Maluku Emas 2025-2045.

Menurutnya, pangan itu sangat penting, mengingat bahwa bemasuki 2 dekade pembangunan kedepan, 2025-2045, kita akan berhadapan dengan 10 megatren dunia, 6 diantaranya adalah: (1) meningkatnya penduduk yang sangat signifikan, (2) perkembangan teknologi yang dapat menggantikan sekitar 40 % pekerjaan saat ini, (3) adanya urbanisasi yang menyebabkan penduduk perkotaan mencapai 65 % dan peranan PDB 70%, (4) perdagangan global akan tumbuh 3.4% per tahun, (5) terjadi persaingan memperebutkan sumber daya alam, dan (6) perubahan iklim ke cuaca ekstrim yang cenderung menimbulkan bencana.

“Keenam poin tersebut salah satunya sangat berhubungan dengan penyediaan pangan dunia, termasuk di Indonesia, utamanya juga Maluku yang terkait dengan pangan lokal,” ungkapnya

Dikatakan, Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama. Di keseharian kehidupan kita, kebutuhan pangan mencapai sekitar 73-74 %, sedangkan kebutuhan lainnya hanya berkisar 26-27 %.

“Ini berarti bahwa pangan yang merupakan volatile materials atau bahan yang ketersediaannya mudah berubah dari waktu ke waktu menempati posisi penting,” papar Pattipeilohy

Mengapa penting, lanjutnya, karena pangan menjadi komponen dasar dalam menentukan wujud kualitas Sumber Daya Manusia, rasa kesejahteraan dan rasa kebahagiaan, terutama bagi ibu-ibu.

“Undang-Undang Pangan Nomor 18 tahun 2012, menjelaskan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama. Pemenuhan pangan merupakan bagian dari hak asasi manusia, karena untuk mewujudkan SDM yang berkualitas diperlukan sejumlah komponen dasar penting, berupa karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral dari pangan serta air,” bebernya

Ditandaskan bahwa, Negara berkewajiban mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan dan pemenuhan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu dan bergizi seimbang secara merata dan sepanjang waktu dengan memanfaatkan sumber daya kelembagaan dan budaya lokal yang tersedia.

Sementara itu, Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd dalam sambutannya menyatakan bahwa pentingnya peran guru besar dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan Maluku.

“Pentingnya itu yakni mengembangan fakultas teknik, perikanan, dan pertanian sebagai pilar utama pengembangan universitas,” ungkapnya

Dirinya, menyoroti program riset yang akan difokuskan pada penelitian dasar dan unggulan, serta peningkatan kapasitas dosen dan tenaga pendidikan.

Selain itu, universitas akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan Badan Pusat untuk meningkatkan ketahanan pangan.

“Terkait ketersediaan pangan, definisinya adalah suatu kondisi yang menggambarkan tersedianya pangan dari hasil (1) produksi dalam negeri/daerah dan (2) dari stok/cadangan pangan Nasional/Daerah serta (3) impor apabila kedua sumber utama tidak dapat memenuhi kebutuhan,” jelas Leiwakabessy

Ketersediaan pangan kata orang nomor satu di Unpatti itu, yang baik belum menjamin pemenuhan kecukupan pangan yang baik bagi masyarakat, karena hal ini sangat bergantung dari keterjangkauan atau daya beli masyarakat. Untuk itu, peningkatan pendapatan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi juga menjadi salah satu faktor yang perlu terus ditingkatkan.

“Salah satu indikator proxy yang memperlihatkan kuatnya ketahan pangan lokal di suatu daerah adalah data garis kemiskinan. Dicontohkan gambaran garis kemiskinan pada 3 Provinsi Kepulauan di Kawasan Timur Indonesia, Maluku, Maluku Utara dan NTT,” pungkasnya. (IM-06).

Berita Terkait

Ketua TKBM: Lomba Belang Oktober Akan Lebih Besar Lagi, Menargetkan Maluku Tenggara Dan Siswa SMA
Mantan Bendahara Dinkes Bursel AT, Diduga Gelapkan Dana BOKB Rp400 Juta, APH Diminta Segera Bertindak
Polres SBB Amankan 4 Terduga Pelaku, Kapolres AKBP Andi Zulkifli: Kasus Masih Dikembangkan
Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026
“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎
DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ
Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan
Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah
Berita ini 1,350 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 20 August 2026 - 06:44 WIT

Ketua TKBM: Lomba Belang Oktober Akan Lebih Besar Lagi, Menargetkan Maluku Tenggara Dan Siswa SMA

Wednesday, 24 June 2026 - 10:33 WIT

Mantan Bendahara Dinkes Bursel AT, Diduga Gelapkan Dana BOKB Rp400 Juta, APH Diminta Segera Bertindak

Tuesday, 2 June 2026 - 10:01 WIT

Polres SBB Amankan 4 Terduga Pelaku, Kapolres AKBP Andi Zulkifli: Kasus Masih Dikembangkan

Tuesday, 26 May 2026 - 14:02 WIT

Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026

Thursday, 7 May 2026 - 22:49 WIT

“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎

Berita Terbaru

Daerah

Yayasan Bina Desa Lestari Naungi Dua Dapur MBG Di Dobo

Thursday, 10 Sep 2026 - 19:20 WIT

Daerah

Sambut HUT ke-81 TNI AL, Kodaeral IX Gelar Doa Bersama

Wednesday, 9 Sep 2026 - 17:05 WIT