Terbukti Miliki Ganja, Donald Mamahit di Vonis 6 Tahun Penjara

- Publisher

Tuesday, 2 July 2024 - 16:59 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

INFOMALUKUNEWS.COM,AMBON,–Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon memvonis terdakwa kepemilikan ganja dan sabu Septian Donald Mamahit dengan pidana penjara selama 6 tahun.

Putusan tersebut dijatuhi dalam persidangan yang diketuai Hakim Orpa Marthina didampingi dua hakim lainnya yang berlangsung di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa 02/07/24.

Majelis Hakim dalam persidangan menyatakan terdakwa Septian Donald Mamahit terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 112 ayat (1) dan pasal 111 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menjatuhkan pidana oleh karena itu terhadap terdakwa Septian Donald Mamahit dengan pidana penjara selama 6 tahun, serta membayar denda sebesar Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan,” demikian kata hakim dalam persidangan

Sebagai informasi, sebelumnya JPU, Ahmad Latupono menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 7,4 tahun dan denda sebesar 1 miliar subsider 3 bulan kurungan pada persidangan Senin 29/04/24 lalu.

Septian Donald Mamahit ditangkap dan tahan di Desa Passo Jl. Wolter Monginsidi Kec. Baguala Kota Ambon tepatnya di Lorong masuk Lembah Argo Desa Passo pada hari Sabtu (27/1/2023), pukul (23.30 WIT) karena tanpa hak dan melawan hukum, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika  narkotika Golongan I jenis tanaman (Ganja) dan bukan tanaman (shabu-shabu).

Donald ditangkap dengan barang bukti berupa : 1 paket Narkotika Golongan I berupa Tumbuhan kering yakni batang, daun dan biji diduga jenis Ganja dalam lipatan 1 lembar Uang kertas nominal Rp. 10 ribu emisi Tahun 2016 dengan nomor seri mJJ333151 yang berat totalnya 0,70 gram disisihkan untuk pengujian laboratorium 0,52 gram sisanya 0,18 gram.

Selain itu, 5 paket Narkotika Golongan I berupa serbuk kristal bening diduga jenis sabu dikemas menggunakan plastik bening ukuran kecil 0,33 gram disisihkan untuk pengujian laboratorium 0,11 gram sisanya 0,23 gram, 1 lembar kain gorden jendela warna coklat dan 1 buah Handphone Merk Oppo warna biru dengan nomor SIM Card 0853 4442 3249 dirampas untuk dimusnahkan.  (IM-06).

Berita Terkait

Badan Pusat Statistik Bursel Gelar Kolaborasi Satu Data
Menghitung Kekuatan GSNU dan Come Back Golkar di Pilkada Buru
Putra Suku Dani Papua Takjub Temukan Kebhinekaan Saat Proses Seleksi Akpol
Pj Gubernur Maluku Hadiri Kegiatan Pembinaan Kemampuan Penyidik Polri dan PPNS
Demo Bendungan Waeapo Rp2,1 Triliun Jebol, BWS Gembok Gerbang hingga Menolak Diwawancara
Tingkatkan Kolaborasi, Bandara Pattimura Ambon bersama Komunitas Bandara Dukung Pembangunan Desa Wisata Laha
Polri Gelar Kejuaraan Internasional Open Indoor Skydiving Kapolri Cup 2024
Jaga Kenyamanan Konsumen SPBU Timika, 24 Petugas SPBU Ikut Pelatihan 
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 18 July 2024 - 19:50 WIT

Badan Pusat Statistik Bursel Gelar Kolaborasi Satu Data

Thursday, 18 July 2024 - 19:41 WIT

Menghitung Kekuatan GSNU dan Come Back Golkar di Pilkada Buru

Thursday, 18 July 2024 - 16:54 WIT

Putra Suku Dani Papua Takjub Temukan Kebhinekaan Saat Proses Seleksi Akpol

Thursday, 18 July 2024 - 16:14 WIT

Pj Gubernur Maluku Hadiri Kegiatan Pembinaan Kemampuan Penyidik Polri dan PPNS

Thursday, 18 July 2024 - 15:30 WIT

Demo Bendungan Waeapo Rp2,1 Triliun Jebol, BWS Gembok Gerbang hingga Menolak Diwawancara

Thursday, 18 July 2024 - 09:22 WIT

Polri Gelar Kejuaraan Internasional Open Indoor Skydiving Kapolri Cup 2024

Thursday, 18 July 2024 - 09:09 WIT

Jaga Kenyamanan Konsumen SPBU Timika, 24 Petugas SPBU Ikut Pelatihan 

Thursday, 18 July 2024 - 09:00 WIT

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Temui Pos Satkamling Desa Luhutuban 

Berita Terbaru

Headline

Badan Pusat Statistik Bursel Gelar Kolaborasi Satu Data

Thursday, 18 Jul 2024 - 19:50 WIT

Headline

Menghitung Kekuatan GSNU dan Come Back Golkar di Pilkada Buru

Thursday, 18 Jul 2024 - 19:41 WIT