Infomalukunews,com,SBT-Ketua Nanaku Maluku Usman Bugis, meminta Bupati SBT segara meninjau ulang pengangkatan kepala Puskesmas Tutuk Tolo yang sarat kepentingan dan tidak proporsional.
“Saudari Siti Juleha Sehwaky
Selama bertugas sebagai perawat di puskesmas air kasar Tutuk tolo sebelumnya juga bertugas di puskesmas amarsekaru banyak lalai dan apsen di tempat tugasnya bertahun-tahu,” ujar Usman pada media ini, Selasa (29/04/2025).
Dikatakan dia, Juleha selama 12 tahun Tidak pernah bertugas atau apsen di tempat tugasnya. Mulai dari Puskesmas Amarsekaru hingga Puskesmas Tutuk Tolo di Air Kasar.
Mirisnya, Juleha tiba-tiba di angkat menjadi kepala Puskesmas Tutuk tolo hanya karena suaminya ketua KPU SBT.
“Secara prosedural yang bersangkutan belum pernah mengikuti pelatihan manajemen pengelola puskesmas bagimana bisa di angkat menjadi kepala puskesmas,” jelasnya.
Misalnya kata dia, Kompetensi Manajemen: Calon Kepala Puskesmas harus memiliki kompetensi manajemen dan kepemimpinan yang baik, Kemampuan Teknis: Calon Kepala Puskesmas harus memiliki kemampuan teknis di bidang kesehatan masyarakat dan manajemen Puskesmas.
“Kemampuan Komunikasi: Calon Kepala Puskesmas harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan masyarakat, staf Puskesmas, dan stakeholder lainnya,” jelas ketua Nanaku itu.
Sementara itu lanjutnya, Kapus saat ini, tidak pernah bertugas bertahun-tahun dan tidak pernah mengikuti proses pelatihan kriteria ini. Yang bersangkutan seharusnya di pecat bukan di angkat menjadi kepala puskesmas.
“Misalnya yang bersangkutan tidak pernah sama sekali menjalankan tugas baik sewaktu bertugas pada puskesmas Amarsekaru hingga di Mutasi kan ke Puskesmas Air Kasar, terhitung yang bersangkutan tidak pernah menjalankan tugas sejak 2014-2015 hingga baru kembali bertugas di 2025 ketika di angkat sebagai kepala puskesmas,” ungkapnya.
Olehnya itu, Ketua Nanaku Maluku ini, meminta bupati SBT dengan selogal Gerak cepat di SBT, sementara ini seharusnya hati-hati dan jeli menyusun perangkat pemerintahan baik OPD mau pun unit terkecil di kecamatan. Sebab Kerja pemerintah adalah kerja kolektif dari kabupaten hingga kecamatan dan desa sehingga akselerasi visi misi bupati dapat di jelaskan dan di jabarkan dengan melalui program dan kegiatan pelayanan di tingkat kecamatan maupun desa.
Lebih lanjut kata dia, hal ini di mulai dari penempatan posisi di birokrasi yang juga tepat sasaran dan tidak menebang pilih atau suka dan tidak suka.
Usman bugis menekan bahwa pengangkatan seorang kepala puskesmas harus melihat aspek kualitas dan kemampuan disiplin kerjanya.
“Slogan gerak cepat harus di dukung oleh pegawai dan tenaga kesehatan yang bergerak cepat dan peka terhadap tugas dan tanggung jawab nya. di tingkat dengan kemampuan kerja capat dan paling penting disiplin,” pungkasnya. (IM-06).






