Infomalukunews.com. Sumedang–Sebanyak 25 peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimma) Polri Angkatan ke-75 Pokjar V melaksanakan Praktik Kuliah Profesi (PKP) di Mapolres Sumedang, Selasa (19/05/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menganalisis persoalan tugas kepolisian secara ilmiah, strategis, dan komprehensif guna menghasilkan rekomendasi yang inovatif dan aplikatif untuk mendukung pelaksanaan tugas Polri Presisi.
Kegiatan diawali dengan doa bersama dan sambutan Wakapolres Sumedang, Kompol Sungkowo, S.H., M.H., CPHR. Pembukaan PKP dilakukan oleh Kasespimma Sespim Lemdiklat Polri yang dibacakan Pawas Pokjar V Kombes Pol Swittanto Prasetyo, S.I.K., M.H.
PKP tersebut dipimpin langsung Ketua Pelaksana sekaligus Tim Supervisi Kombes Pol Didit Eko Herwanto dan turut diikuti personel Polres Sumedang.
Sejumlah narasumber dari berbagai instansi dan akademisi hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Kepala DP2KBP3A Kabupaten Sumedang Ekki Riswandyah, S.K.M., Lektor Universitas Padjadjaran Dr. Emrus, M.Si., Kanit PPA Polres Sumedang Ipda Egi Mega Sriwijaya, S.H., serta Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dr. Irma Dewi Gustin.
Selain itu, kegiatan juga didampingi Patun AKBP Dewi Susilo Pangestuti dan Kompol Dedi Hermawan, serta pendamping Bripda Akhmad Luthfi dan Penata Budi.
Mengusung tema “Implementasi Bidang Operasional dan Pembinaan terhadap Tugas Polri”, kegiatan PKP kali ini mengangkat topik utama tentang sinergisitas penanganan perkara persetubuhan dan pencabulan terhadap anak oleh Polres Sumedang bersama DP3KBP3A Kabupaten Sumedang guna pemenuhan hak anak dalam rangka harkamtibmas.
Topik tersebut menjadi pembahasan utama dalam Focus Group Discussion (FGD) sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan hukum, pemenuhan hak anak, serta penegakan hukum yang profesional, humanis, dan berkeadilan melalui sinergi lintas sektoral.
Lektor Universitas Padjadjaran, Dr. Emrus, M.Si., mengapresiasi pelaksanaan FGD yang dinilainya relevan dengan kondisi saat ini.
“Saya pikir ini kegiatan yang luar biasa. Kepolisian tidak hanya bertugas dalam penegakan hukum, tetapi juga mendengar masukan dari berbagai pihak terkait penanganan kekerasan seksual terhadap anak,” ujarnya.
Ia menilai sinergitas seluruh pihak dan komponen pemerintahan sangat penting dalam penanganan kekerasan terhadap anak. Menurutnya, perlu adanya sanksi tegas terhadap pelaku kejahatan seksual dan perlindungan maksimal terhadap korban.
“Anak-anak adalah masa depan bangsa, sehingga perlindungan terhadap mereka harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Sementara itu, peserta didik Pokjar V Sespimma Polri Angkatan 75, Jevri Hengki Jeremia, mengatakan FGD tersebut memberikan banyak pemahaman terkait koordinasi lintas sektor dalam menangani persoalan di lapangan.
“Ini menjadi bekal bagi kami di kewilayahan masing-masing agar pelaksanaan tugas lebih maksimal dalam mewujudkan harkamtibmas yang kondusif,” ungkapnya.
Melalui kegiatan PKP dan FGD ini, diharapkan terbangun sinergitas yang semakin kuat antara Polri, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dalam memberikan perlindungan serta pemenuhan hak anak, khususnya dalam penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak secara profesional, humanis, dan berkeadilan.(IM-06).







