Dobo,Info Maluku. com: Sidang Klasis PP Aru ke 55 dan Pentahbisan Gedung Gereja Ebenhezer bersamaan di Jemaat GPM Nafar berlangsung pada 24 April 2022. Wakil Bupati Muin Sogalrey mengajak kita sekalian untuk memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. atas perkenaan-Nya kita dipertemukan ditempat ini dalam rangka mengikuti “Acara Pembukaan Sidang ke-55 Majelis Pekerja
Klasis GPM Pulau Pulau Aru Tahun 2022 di saat ini da|am keadaan sehat-walafiat.
Persidangan Klasis Pulau-Pulau Aru seat ini disemangati oleh Sub Tema Tahunan GPM Nembangun Garcia yang Memiliki Kotahanan dan Daya Juang Dem! Kualitas Hidup Benama dl Tengah Pergumulan Pandemi Covid-19 dan Transformasi Digital “.
lni menunjukkan Konsistensi Gereja Protestan Maluku untuk setia mengerjakan tugas keumatan demi peningkatan kualltas kemanusiaan yang juga merupakan isu pokok pergumulan bangsa dan negara untuk membentengi dan pengayaan diri, terutama bagi warga gereja, guna menyikapi situasi dan kondnsi sosial kemasyarakatan memasuki era digitallsasi, sehingga dalam eksistensinya Gereja Protestan Maluku mampu merumuskan dan mengusulkan jalan keluar terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan bergereja dan benegara serta selalu solid dengan seluruh komponen bangsa dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila guna menanggulangi kemiskinan, ketidakadilan, radikalisme dan krisis kesehatan dan perdamaian yang terjadi.
Lanjut Sogalrey, Memang tidak mudah dan juga tidak mungkin tidak bisa dilakukan, sebab menghayati sistim digitalisasi yang dipandang kritistiani dan tidak kristiani membutukan sebuah proses adaptasi yang berat, sehingga resistensi munculnya disrupsi teori bergereja dikalangan awam dapat dilakukan dini oleh kita semua untuk mengadvokasi potensi seluruh warga gereja dalam impelementasi seluruh dinamika pelayanan yang berbasus digitalisasi dengan balk.
Dengan Spritualitas dan djgitalisasi yang berbarengan dengan visi dan misi GPM, Sogalrey berharap dapat memberikan prespektif baru bagi semua peserta sidang disaat ini, untuk bagaimana melakukan motivasi dan mendesain grand desain pelayanan berbasis digitalisasi ditengah tantangan GPM sebagai Gereja Pulau-Pulau.
Melalui forum ini. kiranya kita semua dapat memberikan kontribusi pikir yang konstruktif berusaha menemukan dan kenali problematika dasar pergumulan umat dan jemaat.
bersama Pemerintah kita membangun kerjasama sebagai upaya mencari titik kesamaan dan pandangan yang sama tentang kehidupan berbangsa yang berkeadilan dalam prespektif kemitraan dalam forum dan momen gerejawi seperti ini, sehingga dapat merumuskan peran dan sumbangsih yang semakin strategis, proaktif. dan sinergis, serta sejalan dengan arah kebijakan dan program kerja Pemerintah sehingga semua program dan kegiatan dapat memberikan penguatan kepada Umat, Pelayan dan Lembaga secara berkesinambungan, demi menghadirkan
Tahun Rahmat Tuhan bagi semua orang dan alam ciptaan-Nya khususnya di Bumi Jargaria Sarkawarisa yang kita cintai bersama.
hadir dalam Sidang Klasis PP Aru ke 55 dan Pentahbisan Gedung Gereja Ebenhezer Jemat GPM Nafar diantaranya, Sekretaris Umum Majelis Pekerja Harian Sinode GPM Pendeta S.I. Sapulette, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Pimpinan dan Anggota DPRD, Para Staf ahli Bupati, Asisten Sekda bersama Pimpinan OPD, MajeIis Pekerja Klasis GPM Pulau-Pulau Aru, Camat Pulau-Pulau Aru, bersama Unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan, Unsur FKUB Kabupaten Kepulauan Aru,
(DEDI WEUSA)







