INFOMALUKUNEWS.COM,NAMROLE,–Ratusan bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah (Mitan), Pertalite dan Pertamax diamankan anggota Reskrim Polres dan Satpol-PP Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Sabtu 14 Juli 2024.
Ratusan BBM tersebut terpaksa diamankan tim gabungan Reskrim Polres Bursel dan Satpol-PP, lantaran diduga sengaja ditimbun sejumlah pengecer BBM di Kota Namrole Kabupaten Bursel.
BBM jenis minyak tanah dan bensin yang diamankan tersebut, kemudian dijual dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp 6 ribuh rupiah per liter kepada masyarakat Kota Namrole yang membutuhkan BBM.
Hawa warga Kota Namrole mengaku, sudah hampir sepekan mencari minyak tanah keliling Kota Namrole untuk keperluan rumah tangga, seperti memasak dan lainnya.
“Untuk beberapa hari terakhir kami sangat kesulitan mendapatkan Mitan, padahal kami sudah mencari hingga keliling Kota Namrole Bursel,” akuinya.
Menurutnya, sudah beberapa hari terakhir ini, dirinya terpaksa memasak menggunakan kayu bakar. Lantaran dirinya kesulitan mendapatkan Mitan, meski sudah mencari keliling Kota Namrole.
“Ya, meski kami mengantri berjam-jam asalkan bisa mendapatkan Mitan. Sebab sudah beberapa pekan terakhir, kami kesulitan mendapatkan Mitan untuk keperluan memasak sehari-hari,” terangnya.
Kepala Satpol PP Kabupaten Bursel, Samad Soel kepada media mengatakan, diduga ada sejumlah pengecer yang menimbun BBM untuk meraup keuntungan secara sepihak.
“Karena setelah dilakukan razia kami menemukan BBM Jenis Pertalite dan Pertamax dan Minyak tanah di tingkat pengecer yang sengaja disimpan. Dan tidak dijual kepada masyarakat,” katanya.
Soel menyampaikan, pihaknya akan melakukan Razia ulang ditingkat pengecer untuk memastikan tidak ada lagi penimbunan BMM di Namrole dan sekitarnya.
“Hampir dua pekan tidak hanya pasokan bensin di tingkat pedagang pengecer yang habis, namun beberapa layanan APMS yang beroperasi di Kecamatan Namrole mengalami kehabisan stok BBM,” ujarnya.
Kondisi kelangkaan ini, telah membuat pengecer yang menimbun BBM menaikan harga harga yang tinggi kepada Masyarakat. Harga bensin di tingkat pengecer mengalami kenaikan secara drastis dari semula Rp15.000/17.000 per liter menjadi 25.000 hingga 30.000 perliter.
Harga minyak tanah 6000 per liter menjadi 15.000 per liter, itupun untung-untung warga bisa dapat karena dijual secera sembunyi – sembunyi.
Kasat Reskrim Polres Bursel, Iptu Yefta Marson Malasa menjelaskan, akan menindak tegas pengecer yang mencoba menjual BBM diatas harga normal atau HET yang sudah ditentukan yakni Rp 6 ribuh rupiah per liter.
“Hari ini, kami membantu Satpol-PP untuk sidak BBM. Dari hasil sudah tersebut, ratusan BBM jenis Mitan, Pertalite dan Pertamax berhasil diamankan tim gabungan,” tuturnya.
Upaya ini dilakukan sebagai bentuk partisipasi Polres Bursel untuk membantu memperlancar pembangunan dan mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Bursel.
“Para pengecer sudah dikasi teguran dan menandatangani surat pernyataan. Tetapi jika hal ini tidak diindahkan, maka kami akan menggunakan instrumen hukum,” jelasnya. (IM-RAM)







