IM-Ambon-Dalam memperingati Hari Natal tahun 2023, Persekutuan keluarga Bula SBT di kota Ambon merayakan Natal Kristus dengan penuh hikmah dan sukacita.
Perayaan Natal Kristus Persekutuan Bula Kota Ambon itu dengan mengusung tema, “Kami Datang Untuk Menyembah, Yesus Sang Raja, Matius 2:1-12” berlangsung di Gereja Efrata, Tantui Kota Ambon, Sabtu 16/12/2023.
Pantauan Infomalukunews.com dilokasi terlihat ratusan masyarakat persekutuan Bula yang tinggal di kota Ambon memadati Gereja Efrata, Tantui Ambon, Perayaan Natal diawali dengan persembahan lagu pujian-pujian kepada Yesus Kristus Sang Raja.
Pada kesempatan tersebut Pdt, Hanny Thenu, Sth, menyampaikan terima kasih kepada persekutuan keluarga Bula yang mana telah diminta untuk membacakan Khotba pada perayaan Natal Kristus tersebut.
“Terima kasih kepada masyarakat persekutuan Bula, ini merupakan momen bersejarah karena telah menyatukan kita orang Bula yang dimana saja berada setelah terpisah, Namun dapat membuat kita bersatu di dalam Gereja Efrata malam ini, untuk merayakan Natal Kristus bersama” ucapnya
Dikatakan, itu berarti bahwa di bulan Desember suasana Natal akan terus membuat kita berkumpul pada perayaan Natal.
“Hal ini membuat kita ingat kembali memori-memori dulu ketika ada di bula, tapi itu adalah sebuah episode dari kisah nyata yang pernah terjadi di tahun 1999, akan tetapi apakah harus digiring lagi dalam perjalanan episode-episode yang baru, bagi saya tida, ini komitmen kita dalam sebuah kerukunan,” paparnya.
Satu hal yang perlu saya katakan tambahnya, bahwa, perayaan Natal adalah pertunjukan dari episode kisah nyata yang pernah terjadi, bukan yang tidak terjadi tetapi semua pertunjukan dalam episode kisah nyata yang pernah terjadi
Masih dalam Khotbahnya Thenu dalam menjelaskan, perayaan Natal Identik dengan Kelahiran Yesus, namun Natal itu awal satu kehidupan
“Salah satunya ialah kelahiran Yesus tetapi mendahului ada banyak episode kisah nyata yang terjadi seperti yang diceritakan di dalam Alkitab bahwa ada malaikat orang-orang majus dari timur dari begitupun juga kisah para gembala yang berada di Padang menyambut kelahiran Yesus ini semua episode-episode kisah nyata yang pernah terjadi,” jelasnya.
Dirinya berharap, perayaan Natal Persekutuan Bula ini akan tetap berlanjut di tahun-tahun yang akan.
“Saya berharap perayaan Natal Kristus persekutuan Bula akan terus berlanjut di masa yang akan datang dan tidak akan terputus pada natal malam ini,” tandas Thenu
Sementara itu, Laurenst Makattipu selaku pembina Natal menyampaikan ucapan syukur kepada Tuhan sang pencipta karena atas kesempatan yang diberikan, sehingga persekutuan Bula di Ambon ini bisa di pertemukan dalam satu perayaan natal.
“Ini merupakan satu kesempatan yang berharga bagi kita, karena persekutuan di Ambon terpanggil dalam satu perayaan Natal di saat ini, walaupun kita perna hidup bersama dalam satu jemaat di Bula, dan saat ini akhirnya kita bisa bersama-sama merasakan kembali hidup bersama dalam satu kehidupan berjemaat,” ungkapnya bersyukur.
Dilanjutkan, ini merupakan satu bukti juga kepada kita semua yang menjadi kesaksian kepada semua orang, bahwa memang Tuhan tetap pelihara kita di manapun kita berada, kita telah punya sejarah bahwa kita memang sudah perna mengalami episode-episode.
“Kita sudah sempat menjalani hidup di Bula, Namun, karena episode-episode yang silam sehingga ada keluar dari Bula, Namun ada yang menetap hingga saat ini,” ucapnya
Dirinya menambahkan, melalui tema “Kita Datang Menyembah Yesus Sang Raja”, ini menjadi kekuatan kita untuk membangun spiritualitas, supaya di tengah-tengah tantangan yang kita hadapi itu, kita tetap kuat mengurusi rumah tangga kita, mengurusi masa depan anak-anak.
“Kalaupun kita harus keluar dari Bula, Namun dimanapun kita berada Tuhan masih memberi hidup kepada kita hingga saat ini,” tutur Thenu
Dilanjutkan, semoga dengan perayaan natal ini kita akan selalu membangun relasi-relasi hubungan satu dengan yang lain, walaupun kita ini tersebar di mana-mana, tetapi semoga persekutuan ini bisa selalu dibangun. Mudah-mudahan akan memperkokoh, mempererat persekutuan ini.
“Marilah kita menghadapi Natal dan Tahun Baru, dengan datang dan menyembah Tuhan, serta membangun keluarga kita dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya Makattipu.
Diketahui, selain merayakan Natal Kristus, masyarakat persekutuan Bula juga melakukan pembagian bingkisan kepada 10 orang penerima perwakilan.
Pembagian bingkisan itu di serah oleh Pdt, Hanny Thenu, Sth, sebanyak 100 bingkisan dan diakhiri dengan foto bersama. (IM-06).




