Infomalukunews,com. Ambon-Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Maluku menggelar Ibadah dan Ramah Tamah Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/2026 di Vihara Swarna Giri Tirta, Selasa (17/02/2026). Kegiatan bertema “Bersatu Harmoni Tulus Mengabdi” ini berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, dihadiri Wali Kota Ambon, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh lintas agama, anak-anak panti asuhan, serta keluarga besar PERMABUDHI Maluku.
Dalam sambutannya, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa Ambon adalah kota majemuk yang dihuni beragam suku, agama, ras, dan golongan. Karena itu, pemerintah berkomitmen membangun kota dengan prinsip kebersamaan dan keadilan.
“Kota Ambon adalah milik semua yang tinggal di kota ini. Pemerintah harus berdiri adil dan mengambil kebijakan secara adil bagi seluruh warga,” tegasnya.
Ia menjelaskan, konsep pembangunan “Ambon Par Samua” (Ambon untuk Semua) menjadi landasan Pemerintah Kota dalam menjaga harmoni serta memperkuat toleransi antarumat beragama. Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemkot Ambon memfasilitasi berbagai perayaan hari besar keagamaan nasional, seperti Festival Santa Claus, Festival Jalan Salib, Festival Imlek, hingga rencana Festival Ramadan pada 20 Februari mendatang.
Menurut Wattimena, jika pemerintah mampu memberi teladan dengan sikap adil dan merangkul semua golongan, maka masyarakat pun akan hidup dalam persaudaraan, saling menjaga, serta menghargai satu sama lain.
Momentum Refleksi dan Harapan Baru
Perayaan Imlek, lanjutnya, menjadi momentum refleksi setelah melewati masa-masa sulit. Ia mengibaratkan Imlek seperti musim semi yang identik dengan harapan dan kebangkitan baru.
“Kita mampu melewati masa sulit seperti pandemi COVID-19 dan tantangan ekonomi karena kita bersatu. Imlek mengajarkan bahwa setelah masa sulit, akan datang masa yang lebih baik jika kita tetap bersama,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa warga keturunan Tionghoa merupakan bagian utuh dari sejarah dan peradaban Ambon yang telah memberi kontribusi besar, khususnya di sektor ekonomi. Pemerintah pun menyatakan apresiasi dan dukungan terhadap berbagai kegiatan keagamaan maupun sosial yang dilaksanakan komunitas Tionghoa.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota turut menanggapi aspirasi masyarakat terkait kebutuhan air bersih di kawasan Gunung Nona atas. Ia menyebut penyediaan air bersih menjadi program prioritas pemerintah pada 2026. Meski tantangan utama terletak pada ketersediaan sumber air, ia memastikan hal itu menjadi tanggung jawab pemerintah demi meningkatkan kualitas hidup warga.
Perayaan Imlek 2577 juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sembako kepada anak-anak dari Panti Asuhan Maria Mediatrix dan Panti Asuhan Pelita Kasih. Wali Kota mengapresiasi langkah PERMABUDHI Maluku yang merayakan Imlek dengan berbagi kepada sesama.
“Kebahagiaan tidak harus dirayakan dengan pesta besar. Yang terpenting adalah bagaimana kita berbagi dengan saudara-saudara yang membutuhkan,” katanya.
Di akhir sambutannya, Wattimena menyampaikan ucapan Selamat Merayakan Imlek 2577 Kongzili/2026 kepada seluruh warga keturunan Tionghoa di Ambon, serta selamat memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah bagi umat Islam. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, dan memperkuat toleransi demi kemajuan Kota Ambon yang inklusif dan harmonis.(IM-VLL)





