IM-Piru;- Lumalatal- Terinspirasi dari kisah dalam Alkitab yaitu teladan dari Simon orang Kirene yang berani memikul salib Tuhan Yesus, maka Wakil Gubernur Maluku, Drs Barnabas Natahaniel Orno meminta Warga Gereja di Maluku untuk bisa mencontohi keteladanan orang Kirene tersebut.
Menurut Orno, dalam sambutan pada acara Peresmian Menara Lonceng Gereja GPM Ebenhaezer Lumahlatal, yang berlangsung di Gedung Gereja GPM Ebenhaezer, Jemaat Lumalatal, Kecamatan Taniwel Timur, Kabupaten SBB, Pada Minggu, (19/12/2021), umat Kristen di Maluku harus berani mengambil peran untuk memikul beban dan tanggung jawab dalam pembangunan infrastruktur Gereja bagi kepentingan peribadatan umat agar hubungan umat dengan Tuhan semakin erat.
Keberanian Jemaat GPM Ebenhaezer Lumahlatal, yang mendonasikan bantuan terbanyak bagi Pembangunan Menara Lonceng Gereja Ebenhaezer Lumahlatal, yakni Rp 150 450.000 yang terdiri dari Bes Pembangunan Rp 750.450.000 ditambah Penjualan Sagu Rp 30.000.000, dan Penjuaan Kacang sebesar Rp 45.000.000, adalah wujud dari tanggung – jawab bersama para anggota Jemaat dalam pembangunan infrastruktur Gereja.
Orno mengungkapkan, tiga Minggu sebelumnya saat dirinya menghadiri peresmian Gedung Pastori Ketua Majelis Jemaat di kawasan Lembah Argo, Negeri Passo, Kota Ambon, ternyata dari laporan Ketua Panitia tidak ada sumbangan dari pihak lain, karena hasil donasi adalah berasal dari swadaya Anggota Jemaat.
“Beta bilang ini yang betul, supaya Berkat Tuhan itu datang, akang seng singgah dimana- mana, akang langsung singgah disini, tapi kalau misalnya Beta sumbang lai, berarti Berkat Tuhan itu datang, Dia singgah di kediaman Wakil Gubernur Maluku di Karang panjang, Dia ( Berkat Tuhan ) itu datang kesini sudah sedikit” urai Wakil Gubernur Maluku tersebut menerangkan.
Karena itu, menurut Wakil Gubernur Maluku ini, Umat Kristen harus belajar mensyukuri pemberian Tuhan yang diterimanya, jangan mengeluh, pasalnya jika Kita mengeluh berarti Kita melecehkan pemberian Tuhan, karena walaupun sedikit berkat Tuhan tetap patut disyukuri.
Wakil Gubernur Maluku yang memiliki segudang pengalaman di Birokrasi ini, secara tegas menyatakan, prioritasnya dalam memberikan bantuan adalah kepada Masyarakat yang benar- benar membutuhkan uluran tangan dari Pemerintah Provinsi maupun dirinya secara pribadi, pasalnya jika bantuan dan anggaran digunakan untuk studi banding yang ujung – ujungnya malah selfi di tempat wisata atau di Pesawat maka dirinya akan menolak.
Tetapi jika permohonan bantuan atau anggaran yang ditujukan untuk Koinonia antar Jemaat, dan Bedah Rumah Rakyat maka dirinya pasti akan membantu dengan tulus, pasalnya lewat program- program tersebut maka akan berdampak mengatasi kemiskinan di Maluku yang telah terjadi secara struktural ini.
Wakil Gubernur yang pernah meniti karir Birokrasi sebagai camat ini menyatakan, teladan dari Tuhan Yesus dan Simon Orang Kirene ini, mengajarkan Umat Kristen untuk tidak boleh harap gampang saja, karena jika Yesus Kristus sebagai anak Allah bisa saja Ia berfirman maka Kayu Salib yang dipikulnya bisa langsung tertancap di Bukit Golgota tanpa harus dipikul setengah mati.
” Mengapa Yesus harus memikul salib?, Karena memang untuk membangun kehidupan butuh kerja keras, dengan peluh engkau akan mendapat roti ” ungkap Wagub menjelaskan.
Mewakili Pemerintah Provinsi Maluku, Wagub juga memberikan apresiasi terhadap terhadap bantuan terbesar dari Warga Jemaat GPM Ebenhaezer Lumahlatal, untuk itu bagi pembangunan Renovasi Gedung Gereja GPM Ebenhaezer Lumahlatal, maka Pemda Maluku akan memberikan bantuan sebesar Rp 150 hingga 200 juta bagi kelanjutan Renovasi Gedung Gereja GPM Ebenhaezer Lumahlatal tersebut.
Sebagai informasi, untuk Pembangunan Menara Lonceng Gereja GPM Ebenhaezer Jemaat Lumalatal Anggaran yang terpakai adalah Rp 415.200.000, dengan perincian, Bantuan Swadaya Jemaat Lumalatal, Rp 150.450.000, sumbangan Warga Jemaat Lumalatal, di Piru, Ambon, Papua dan Jakarta, Rp.75.750.000, Sumbangan Bapak Timotius Akerina lewat material pabrikan Rp 75.000.000, Sumbangan Bapak Victor Loupatty lewat material pabrikan Rp 54.000.000, Sumbangan Bapak Zeth Marayate lewat material pabrikan, Rp 50.000.000, Sumbangan dari Pemda SBB lewat Dana Kesra Tahun 2019, Rp 10.000.000 .( Nicko Kastanja)






