Infomalukunews.com, SBB-Telah terjadi penemuan mayat diperkebunan kelapa, lokasi mumul laut, Dusun Pelita Jaya, Desa Eti, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Mayat tersebut bernama ‘La Ode Halim’, warga Dusun Pelita Jaya, berjenis kelamin laki-laki (36). La Ode Halim ini ditemukan oleh seorang laki-laki warga setempat bernama Misbah Waju (30).
Menurut Misbah Waju, sekitar pukul 23.00 WIT, Selasa 30/09/2025, dirinya hendak melewati perkebunan kelapa di sekitar areal pohon bakau atau dilokasi Mumul Laut it untuk mencari kepiting. Saat itu, dia mencium bau tidak sedap di lokasi tersebut.
“Karena merasa curiga, saya kembali ke rumah dan menceritakan hal tersebut kepada istri saya. Pada pukul 10.30 WIT, Besoknya Rabu, 1/10/2025, sekitar pukul 10:30 WIT, saya kembali ke lokasi yang sempat dicurigai itu, saya kembali mencium bau tidak sedap dan mengikuti sumber bau tersebut”, ungkap Waju.
Setiba di lokasi yang bau tak sedap itu, dirinya kemudian menemukan sesosok mayat laki-laki yang sudah dalam kondisi rangka atau tengkorak.
“Setelah saya menemukan sosok mayat tersebut, saya langsung bergegas melaporkan penemuan sosok mayat itu kepada Kepala Dusun Pelita Jaya”, ucapnya.
Setelah itu Kepala Dusun meneruskan laporan tersebut kepada Bhabinkamtibmas dan Kapolsek Piru agar segera dilakukan pengecekan dan penanganan.
Sekitar Pukul 11.20 WIT, Kapolsek Piru beserta tiga anggotanya, Anggota Pos Polairud dari Polda Maluku, tiba di kediaman Kepala Dusun Pelita Jaya, dan keluarga dari La Ode Halim bersama-sama menuju lokasi mayat La Ode Halim.
Sesampai di TKP, ditemukan adanya mayat La Ode halim dalam kondisi rangka atau tengkorak, serta barang bukti berupa parang dan karung berisi kelapa yang tidak jauh dari lokasi mayat.
Polisi langsung mengamankan lokasi dengan memasang police line, dilanjutkan oleh tim Inafis Polres SBB melakukan olah TKP.
Menurut Ode Saharudin, selaku keluarga, almarhum bernama La Ode Halim, di perkirakan meninggalkan rumah pada tanggal 11/09/2025 dengan tujuan ke kebun kelapa milik almarhum dan di perkirakan almarhum telah hilang selama kurang lebih 20 hari sampai jenasah almarhum di temukan.
“Almarhum memiliki riwayat penyakit epilepsi (mati-mati ayam) dan sedikit gangguan mental atau jiwa. Kami keluarga telah melakukan pencarian sebelumnya namun belum menemukan almarhum. Kami menduga almarhum meninggal setelah memanjat pohon kelapa dan penyakit yang dideritanya kambuh hingga menyebabkan meninggal dunia di lokasi ini”, ujar Saharudin.
Kemudian sekitar pukul 13.15 WIT, almarhum La Ode Halim diserahkan oleh pihak kepolisian kepada keluarga untuk dimakamkan di TPU Dusun Pelita Jaya sesuai permintaan Ibu korban.
Kapolsek Piru, anggota Polsek, anggota Dit Polairud Polda Maluku, Kepala Dusun, dan keluarga almarhum turut serta dalam prosesi pemakaman almarhum. (Borqan-IM)







