InfomalukuNews.com,Ambon-Netralitas pemerintah daerah kembali menjadi sorotan publik. Kantor Bupati Buru Selatan (Bursel) menjadi pusat kontroversi setelah dicat dengan warna yang identik dengan salah satu partai politik di Indonesia.
Warna kantor bupati bursel itu menuai kritik dari berbagai kalangan, mulai dari aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Bursel.
Epot Latbual, ketua Dewan Pengurus Daerah GMNI bursel menilai, penggunaan warna cat kantor bupati menyerupai atribut partai politik tertentu, hal ini dapat mencederai asas netralitas pemerintah.”Ungkapnya pada media ini.
“Kantor bupati adalah simbol pemerintahan yang seharusnya tidak menunjukkan keberpihakan kepada partai atau kelompok tertentu,” Ujar Epot Latbual, via pesan messenger-nya. Senin, (26/5/25)
Pemerintah harus menjaga jarak yang jelas dari segala simbol partai politik untuk memastikan kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” Kata Latbual.
Menurutnya, jangan jadikan kreatif cat kantor bupati sebagai sebuah program unggul. Tetapi yang perlu di apresiasi itu program 100 hari kerja usai dilantik sebagai bupati dan wakil bupati bursel.
Ketua GMNI Bursel itu menambahkan, bupati dan wakil bupati Buru Selatan harus lebih fokus pada 100 hari kerja demi kemajuan Buru Selatan 5 tahun kedepan. (IM-G)






