IM- AMBON,– MTQ tingkat Kabupaten SBB di Kecamatan Kepulauan Manipa terancam batal, padahal dana Rp 800 juta sudah cair dari Rp 1,2 miliar. Belum lagi penambahan sekian ratus juta akan menyusul seperti disampaikan ketua panitia Kabupaten, Moh Pelu.
Terkait MTQ yang terancam batal di Kecamatan Kepulauan Manipa itu, tokoh pemuda setempat, Usman Warang mengingatkan semua pihak yang berkepentingan agar fokus.
“Harus fokus dan maksimal, apalagi anggaran sudah dicairkan. Makanya anggaran itu harus dipergunakan sebaik-baiknya, begitu ya,” kata Usman Warang kepada media infomalukunews.com, Minggu (17/09/2023).
Padahal waktu pelaksanaan sudah ditetapkan tgl 18 september, sekarang dimundurkan lagi oleh panitia 27 september, waktu semakin dekat sementara di lapangan belum terlihat progres apapun. Seperti panggung utama belum ada.
“Saya minta PJ Bupati Andi Chandra As”Aduddin evaluasi PLT Camat Manipa Yusnita tiakoly, karena sepertinya panitia kecamatan maupun kabupaten ada masalah ini,” ujar Usman.
Dia berharap jangan sampai nama baik Kecamatan kepulauan manipa rusak di mata publik, dikarenakan panitia kecamatan maupun kabupaten tidak siap.
“Makanya, dana MTQ sebanyak 1,2 miliar masyarakat akan kawal, Untuk itu panitia saya minta transparan, ” tandas Usman.
Apalagi berdasarkan informasi yang disampaikan Ketua Panitia Lasqi Kabupaten SBB Moh. Pelu yang sudah menyatakan tim kabupaten akan turun pantau kesiapan MTQ tersebut di Manipa.
Dimana salah satu stetmen Pelu, jika panitia kecamatan belum siap, maka pihaknya tak segan-segan pindahkan momen religi tersebut ke kecamatan lain di Kabupaten SBB.
“Atau tuan rumah dievaluasi, bahkan bukan tidak mungkin dibawa ke ranah hukum jika ada indikasi penyelewengan anggaran MTQ “ujar Usman mewanti-wanti.
Dia juga mempertanyakan pelaksanaan MTQ tersebut kenapa pembukaannya di Desa Tomalehu Barat, bukan di Ibukota Kecamatan, Desa Masawoi.
“Ada kepentingan apa Plt Camat Manipa meminta pembukaan MTQ di desa Tomalehu Barat yang diikuti 8 kafilah itu, sementara infrastruktur saja belum siap, belum lagi para tamu undangan, mereka mau taruh dimana. Sementara anggaran yang disiapkan oleh Pemda SBB cukup besar, Rp 1,2 miliar, belum lagi anggaran susulan? Seharunya Dana sebasar itu harus diberikan juga kepada tiap rumah yang menerima tamu kontingen” ujar Usman
Yang diherankan usman , tokoh-tokoh masyarakat dari 7 desa induk tidak dilibatkan dalam panitia, yang dilibatkan Hanya Kepala Puskesmas tomalehu timur, Kamal, dan kepala UPTD Kecamatan, Kader Tomia. (IM-03 )







