Membaca Arah Koalisi Parpol dan Potensi Pasangan Calon Gubernur Maluku.

- Publisher

Tuesday, 2 July 2024 - 19:06 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Oleh  Rajab Tatuhey,  Wakil Ketua Bidang Politik DPP HENA HETU.

INFOMALUKUNEWS.COM,AMBON,–Sederet nama bakal calon Gubernur dan wakil Gubernur Maluku telah melalui tahapan pendaftaran di beberapa partai politik.

Nampak jelas saat ini bahwa hampir terbentuk 3 poros yang akan bertarung dalam kontestasi Pilgub Maluku. Ketiga poros tersebut dapat terlihat dari dinamika politik yang berkembang hingga saat ini.

Tanpa mendahului keputusan koalisi partai politik (parpol) pengusung, penulis dapat menyajikan konfigurasi dukungan parpol terhadap kandidat Gubernur maluku. Ketiga poros tersebut adalah Poros PAN DEMOKRAT yang akan mengusung Petahana Murad Ismail (MI), poros PDI-Perjuangan yang akan mengusung salah satu diantara FCT/JAR/SL berpasangan dengan AV/TA. serta poros GERINDRA GOLKAR Yang akan mengusung Hendrik Lewerissa (HL) berpasangan dengan salah satu kader Golkar RU/HS.

Dari ketiga poros itu terlihat bahwa Pilkada Gubernur akan berpotensi paling banyak 3 Pasangan Calon, dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi Head To Head (Hanya 2 pasangan calon).

Dari Ketiga poros parpol tersebut, setidaknya sudah dua poros partai politik (parpol) yang telah menentukan figurnya, figur yang disusung juga bukanlah tokoh di luar partai, melainkan kader partai. MI dikenal sebagai Petahana yang berhasil mengantarkan istrinya sebagai Legislator di Senayan sekaligus menyumbang perolehan kursi PAN untuk DPRD Maluku. Saat ini pula istrinya dipercayakan DPP PAN untuk menjadi Ketua DPW PAN Maluku menggantikan Wahid Laitupa (WL). Selaku Kader PAN dengan jabatan sebagai Ketua Majelis Penasehat DPW PAN Maluku, menjadi alasan PAN Memberikan Rekomendasi Kepada Murad Ismail (MI).

Sedangkan Pasangan Wakilnya Murad Ismail (MI) adalah Michael Wattimena (MW) juga merupakan kader partai Demokrat pernah menjadi anggota DPR RI Dapil Papua, namun kali ini gagal menuju senayan pada pemilu 2024 dari Dapil Maluku.

Begitupun dengan Sosok Hendrik Lewerissa (HL) yang merupakan Kader Gerindra dan menjabat sebagai ketua DPD Gerindra Maluku. Yang dalam berbagai kesempatan di hadapan wartawan menyatakan siap maju sebagai balon gubernur sesuai perintah partai Gerindra. Pasangan wakilnya yg santer disebutkan juga merupakan kader Golkar terbaik saat ini yang menjabat sebagai ketua DPD Golkar Maluku, yakni Ramli Umasugi (RU).

Pertanyaan saat ini adalah kepada siapakah PDI Perjuangan menjatuhkan pilihannya untuk bakal calon Gubernur Maluku. Pertanyaan ini hanya dapat di jawab oleh Ketua Umum DPP PDI-Perjuangan Ibu Megawati Soekarno Putri (MSP).

Tak bermaksud mendahului keputusan DPP PDI-P, tidak ada salahnya jika kita menyajikan prediksi dengan sudut pandang tertentu, kepada siapakah Rekomendasi DPD PDIP akan diberikan.?

Menurut pandangan penulis, jika berkaca pada kedua poros diatas yang mencalonkan kader partai, maka PDI-P tidak akan mau kalah dan sudah tentu akan mencalonkan kadernya pula. Salah satu keuntungan jika kader partai yang menjadi Gubernur maka sangat menguntungkan dalam membantu kinerja dan perkembangan koalisi partainya dan pendukungnya.

Dari sekian Bacagub, terdapat dua kader yang mendaftar di PDI-P, yakni Barnabas Orno dengan Febry Calvin Tetelepta. Keduanya memiliki peluang yang sama selaku kader. Namun Barnabas Orno dianggap telah gagal dalam kepemimpinannya sebagai wagub bersama Gubernur Murad Ismail (MI) Periode 2019-2024. Ditambah dengan perhatian kepada partai juga sangat kecil, sehingga dukungan DPC PDI-P Se-Maluku tidak ada satupun diberikan kepada Orno.

Dari 11 Kab/Kota, sebanyak 10 DPC telah memberikan dukungannya kepada FCT saat Rakerda DPD PDI-P Maluku. Artinya bahwa FCT Memiliki peluang yg sangat besar di usung oleh PDI-P jika pertimbangannya adalah kader partai.

Belajar dari pilkada yg kemarin, sebuah kecelakaan bagi PDI-P, ketika mengusung Non kader (MI) yg saat itu di dorong juga menjadi ketua DPD PDI-P. Untungnya PDIP lebih duluan sadar dan menggusur MI dari Ketua DPD saat itu, karena tidak menguntungkan partai jika MI dipertahankan sebagai ketua DPD PDI-P Maluku.

Berkaca dari pengalaman yg telah dilalui, maka bisa di prediksi bahwa PDIP akan memilih kadernya sebagai Bacagub. Sama halnya partai Gerindra, Golkar, PAN dan Demokrat yang memprioritaskan kadernya untuk Maju sebagai Bacagub Maluku.

Bisa dikatakan Pilkada kali ini adalah pertarungan kader-kader terbaik partai. Karna siapapun pemenang Pilkada Gubernur Maluku 2024 kali ini, akan berdampak secara signifikan terhadap partai pendukungnya dalam perolehan kursi DPRD pada pemilu 2029 akan mendatang.

Kembali kepada tiga poros tadi. Yang sudah resmi berpasangan dan diusung partai politik (parpol) adalah Murad Ismail (Mantan Gubernur) yang berpasangan dengan Michael Wattimena. Keduanya di usung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat (PD). Namun pasangan MI dan MW belum memenuhi syarat minimal dukungan parpol (20%) yakni 9 kursi dari jumlah 45 kursi DPRD Provinsi Maluku. Koalisi PAN, PD, baru memiliki dukungan 7 kursi. Butuh tambahan 2 kursi Partai Politik untuk melenggang ke KPU untuk mendaftarkan diri.

Adapun Febry Calvin Tetelepta (DEPUTI 1 KSP) saat ini yang digadang-gadang sangat berpeluang dan menjadi pilihan diusung oleh PDI Perjuangan (8 kursi) dan butuh tambahan minimal 1 kursi dari koalisinya (Hanura dan Perindo) untuk menumbangkan Petahana MI dari tampuk kekuasaan.

Sebagai kader PDI-P, Tetelepta (FCT) memiliki peluang yang sangat besar untuk direkomendasikan oleh PDI-P. Apalagi 10 DPC PDI-P dari 11 DPC telah memberikan dukungan penuh kepada FCT Untuk Maju sebagai Calon Gubernur Maluku 2024.

Yang barusan muncul dan memberikan efek kejut adalah Hendrik Lewerissa (HL) yang akan berpasangan dengan salah satu kader terbaik Golkar. Jika berjalan mulus, maka pasangan yg disusung Koalisi Gerindra dengan Golkar telah memenuhi syarat minimal dukungan partai politik (parpol) dengan perolehan 9 kursi.

3 Paslon atau H2H

Potensi H2H bisa terjadi jika pertarungan Pilgub akan saling berhadapan seperti Koalisi pada pemilu Presiden 2024.

Koalisi Indonesia Maju (KIM) akan mengusung salah satu bakal calon di antara HL atau MI, sedangkan poros lawannya adalah PDIP dan Koalisinya akan mengusung FCT.

Tidak nampak koalisi PKS, NASDEM dan PKB akan terbentuk di Maluku, karna tdak ada kader partai yang siap untuk bertarung. Padahal perolehan kursi Nasdem, PKB dan PKS sangat signifikan di Maluku Untuk membentuk koalisi dengan 14 kursi.

Akan menarik dan seru jika NASDEM, PKB, PKS bisa menyatu dan berkoalisi mengusung calon tersendiri.

Karena tidak ada kader yang siap maka Ada Said Latuconsina atau pun JAR yang sudah lebih dulu menyatakan diri siap maju. Namun sampai saat ini belum nampak akan ada koalisi kearah itu. Kecenderungannya ketiga partai tersebut akan bergabung dan memberi dukungannya kepada salah satu bakal calon diantara MI, HL dan FCT.

PKS akan cenderung mendukung MI, sebab komunikasi politik sudah terbangun sejak lama. Hal ini juga ditandai dengan kandasnya rencana pasangan HL dengan SALUT (Gerindra PKS) untuk berpasangan sebagai Cagub dan Cawagub.

MI tdak bakalan lagi menambah dukungan Partai Politik karena lebih berharap banyak calon yang maju Gubernur, karna semakin banyak calon akan semakin menguntungkan bagi MI.

PKB Akan cenderung mengarahkan koalisi FCT Yang akan diusung PDIP, dan komunikasi politik FCT dengan PKB juga sangat baik dan cukup lama.

Sedangkan Partai NASDEM akan cenderung mendukung HL dengan pertimbangan History selain tidak ingin memberikan Rekomendasi kpd Petahana untuk dua periode.

Jika dukungannya terbagi merata kepada ketiga bakal calon diatas maka dipastikan tiga kontestan yg akan berebut simpatik masyarakat untuk menjadi Gubernur Maluku 2024.

Sebaliknya dengan probabilitas yg sangat kecil, apabila dukungan ketiga partai diatas semuanya berkoalisi dengan GERINDRA GOLKAR, maka di pastikan KIM seluruhnya akan merapat mendukung HL.

Hadirnya HL dalam kontestasi pilgub kali ini mengindikasikan bahwa MI Bukan lagi sosok yg akan di using oleh KIM. Salah satu faktornya adalah MI dianggap Gagal dalam kepemimpinannya dalam implementasi visi misi yg dijanjikan dalam kampanye sebagai sebagai Gubernur 2019-2024. Dengan demikian PAN maupun DEMOKRAT secara terpaksa juga akan ikut melebur untuk mendukung HL. Namun peluang Head To Head (H2H) sangatlah kecil kemungkinannya untuk terjadi.?

Sudah barang tentu lawan tanding atau poros ketiga adalah PDIP dengan koalisinya yg akan mengusung FCT berpasangan dengan AV/TA.

Lain halnya jika PDIP memutuskan Arah Koalisi yg berbeda dengan pandangan Penulis. Semua hal bisa terjadi. Dalam politik tidak ada yang tidak mungkin. Tergantung masing-masing dari kita mau menerima keputusan partai ataukah tidak.

Suka atau tidak suka, bakalan ada yg tereliminasi dari sekian bakal calon yg sudah terdaftar di partai politik. Tentunya akan ada migrasi atau peralihan dukungan kepada bakal calon yg memenuhi syarat. Mari kita bersabar dan menunggu Keputusan PDI-P dan partai-partai lain-nya. (IM-GB)

Berita Terkait

Putra Suku Dani Papua Takjub Temukan Kebhinekaan Saat Proses Seleksi Akpol
Pj Gubernur Maluku Hadiri Kegiatan Pembinaan Kemampuan Penyidik Polri dan PPNS
Demo Bendungan Waeapo Rp2,1 Triliun Jebol, BWS Gembok Gerbang hingga Menolak Diwawancara
Tingkatkan Kolaborasi, Bandara Pattimura Ambon bersama Komunitas Bandara Dukung Pembangunan Desa Wisata Laha
Polri Gelar Kejuaraan Internasional Open Indoor Skydiving Kapolri Cup 2024
Jaga Kenyamanan Konsumen SPBU Timika, 24 Petugas SPBU Ikut Pelatihan 
Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Temui Pos Satkamling Desa Luhutuban 
Kami Tidak Anti Investasi, Ini Pernyataan Ketua BPD Waisamu.
Berita ini 367 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 18 July 2024 - 16:54 WIT

Putra Suku Dani Papua Takjub Temukan Kebhinekaan Saat Proses Seleksi Akpol

Thursday, 18 July 2024 - 16:14 WIT

Pj Gubernur Maluku Hadiri Kegiatan Pembinaan Kemampuan Penyidik Polri dan PPNS

Thursday, 18 July 2024 - 15:30 WIT

Demo Bendungan Waeapo Rp2,1 Triliun Jebol, BWS Gembok Gerbang hingga Menolak Diwawancara

Thursday, 18 July 2024 - 11:09 WIT

Tingkatkan Kolaborasi, Bandara Pattimura Ambon bersama Komunitas Bandara Dukung Pembangunan Desa Wisata Laha

Thursday, 18 July 2024 - 09:22 WIT

Polri Gelar Kejuaraan Internasional Open Indoor Skydiving Kapolri Cup 2024

Thursday, 18 July 2024 - 09:00 WIT

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Temui Pos Satkamling Desa Luhutuban 

Thursday, 18 July 2024 - 08:49 WIT

Kami Tidak Anti Investasi, Ini Pernyataan Ketua BPD Waisamu.

Thursday, 18 July 2024 - 07:03 WIT

Artis Lokal Kota Ambon Warnai HUT Kota Tual Ke-17 

Berita Terbaru