Mantan Bendahara RMS Ini Masih Ganggu Kambtibmas di SBB 

- Publisher

Monday, 22 January 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

IM-AMBON- Mantan Bendahara RMS berinisial “MR” ini berdasarkan informasi inteljen, terkesan masih menganggu Kambtibmas di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Mengaku sudah keluar dari organisasi ekstrim itu, faktanya dia masih merongrong Pemda setempat.

Berdalih ingin menjaga keutuhan NKRI di SBB namun eks anggota FKM RMS itu masih menganggu jalannya proses pemerintahan di daerah itu. “Ini kan sama saja bohong alias nol,” ujar salah satu ASN di lingkup Pemda SBB yang tak mau namanya disebut kepada media ini Senin (22/1/2024).

Padahal sebelumnya MR mengaku siap menangkal separatisme dan radikalisme di daerah itu. Dia juga mengaku siap bersinergi dengan Pemda, Polres, bahkan TNI di Kabupaten SBB.

Pengakuannya itu disampaikan kala dirinya tampil sebagai pembicara di kegiatan jaring aspirasi tahun 2001 lalu.

Tepatnya saat kegiatan tersebut

berlangsung di aula Kantor Camat Kairatu Barat, Desa Kamal. Yang dilaksanakan dibawah sorotan tema: “Mari Menjaga Kebhinekaan, Persatuan dan Kesatuan Dalam Bingkai NKRI, Bersama Merawat Kebhinekaan Merajut Persatuan Dan Persatuan , Mempertegas Komitmen Terhadap Pancasila Demi Keutuhan NKRI, Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Menjadi Modal Dasar Wujudkan Indonesia Damai Dalam Rangka Menangkal Separatisme Dan Radikalisme”.

Bahkan kegiatan dihadiri (alm) Bupati SBB Yasin Payapo, Sekda SBB Mansur Tuharea, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik SBB, Saban Patty, Kapolres SBB AKP Bayu Tarida Butar Butar SIK. Kepala Kejaksaan Negeri SBB Sugih Carvallo, serta Danramil setempat.

Ketika itu mantan Bendahara RMS itu, hadir dengan 30 orang mantan simpatisan RMS lainnya yang sudah balik haluan ke NKRI.

Apalagi Kepala Kesbangpol (SBB), Saaban Patty waktu itu juga hadir. Yang mana dalam sambutannya dia meminta para mantan simpatisan terus memupuk kestabilan dan kerukunan bangsa.

Bahkan Patty membuka peluang untuk mereka mengutarakan semua uneg-uneg. Bahkan kepala Kesbangpol itu meminta agar para eks simpatisan tersebut mengungkap beban maupun harapan para eks FKM RMS itu untuk ditanggapi oleh Pemda SBB.

Sambutan yang sama demi menjaga kondusifitas di lingkup Kabupaten SBB juga di sampaikan Sekda SBB Mansur Tuharea, Kapolres SBB AKBP Bayu Tarida Butar Butar SIK, pihak TNI lingkup SBB,  juga Kajari SBB Sugih Carvallo ketika itu.

Sanggahan yang selama ini menjadi beban di benak pun diungkap saat diberi kesempatan menyampaikan keluhan itu pun direspon beberapa mantan simpatisan FKM RMS.

Mereka dengan niat dan tekat yang kuat akan sama sama menjaga serta menjunjung tinggi kebhinekaan, nilai-nilai Pancasila, dan menjaga kondusifitas di bumi Saka Mese Nusa maupun NKRI.

Sementara itu,  mantan bendahara RMS, “MR” akui perjuangannya itu dikhianati pentolan FKM RMS Alex Manuputy.

Bahkan dalam paparan singkatnya di hadapan Kapolres dan dan pejabat lainnya dia mengaku menyesal, disamping bosan jadi anggota FKM RMS di daerah itu.

Dia mengaku masa depannya hancur lantaran bergabung dengan FKM RMS Alex Manuputty. Padahal sebelumnya dia bercita cita mau jadi pendeta, tapi karena janji-janji mania dari Alex Manuputty, dia pun bergabung.

Bukan hanya itu, MR juga mengaku Alex Manuputty hanya duduk manis di luar negeri. Sementara simpatisannya berjuang untuk lebih sejahtera.

Tapi MR malah dibalas nestapa. Dia mengaku dijebak dan difitnah menggelapkan anggaran ketika itu.

Bahkan ia dituding mengkhianati perjuangan RMS. Hal ini menurutnya didesain agar dia dibenci simpatisan lainnya maupun warga NKRI.

Sementara itu, untuk menepis isu akan dinaikan bendera RMS pada tanggal 25 April ini dirinya berharap agar Ia tidak dilibatkan alias namanya dibawa-bawa.  Menurutnya ia sudah bosan berurusan dengan kepolisian karena perbuatan orang lain.

“Entah hoax atau tidak, ada isu isu jika 13 buah bendera yang sudah masuk di SBB dan siap dikibarkan dan jika info tersebut benar adanya maka itu hanya bikin susah diri, sengsara pokoknya,” ujar RM.

Terlepas dari isu demikian, RM berpesan ke simpatisan yang masih punya hati untuk RMS, bahwa sia-sia saja berjuang untuk kemerdekaan karena hal itu tidak mungkin terjadi .

“Jangan biarkan orang luar datang lagi mempengaruhi yang lain sehingga melakukan hal-hal tabuh dan berujung tragis pada diri sendiri” ujar RM saat itu.(IM-03)

Berita Terkait

Ketua TKBM: Lomba Belang Oktober Akan Lebih Besar Lagi, Menargetkan Maluku Tenggara Dan Siswa SMA
Mantan Bendahara Dinkes Bursel AT, Diduga Gelapkan Dana BOKB Rp400 Juta, APH Diminta Segera Bertindak
Polres SBB Amankan 4 Terduga Pelaku, Kapolres AKBP Andi Zulkifli: Kasus Masih Dikembangkan
Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026
“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎
DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ
Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan
Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah
Berita ini 448 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 20 August 2026 - 06:44 WIT

Ketua TKBM: Lomba Belang Oktober Akan Lebih Besar Lagi, Menargetkan Maluku Tenggara Dan Siswa SMA

Wednesday, 24 June 2026 - 10:33 WIT

Mantan Bendahara Dinkes Bursel AT, Diduga Gelapkan Dana BOKB Rp400 Juta, APH Diminta Segera Bertindak

Tuesday, 2 June 2026 - 10:01 WIT

Polres SBB Amankan 4 Terduga Pelaku, Kapolres AKBP Andi Zulkifli: Kasus Masih Dikembangkan

Tuesday, 26 May 2026 - 14:02 WIT

Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026

Thursday, 7 May 2026 - 22:49 WIT

“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎

Berita Terbaru