INFOMALUKUNEWS.COM, Maluku- 1/8/26- Konten kreator Akmal Maulana kembali menjadi sorotan setelah video yang dibuatnya memicu kecaman luas dari masyarakat dan warganet. Pernyataan dalam konten tersebut dinilai mengandung unsur diskriminatif terhadap masyarakat Indonesia bagian timur, khususnya Maluku, NTT, dan Papua.
Kecaman publik tidak hanya datang dari warganet, tetapi juga memunculkan desakan agar aparat penegak hukum tidak tinggal diam dan segera menelusuri konten serta pernyataan yang disampaikan Akmal Maulana.
Sejumlah pihak menilai persoalan tersebut tidak boleh dianggap sekadar kontroversi di media sosial. Pernyataan yang dianggap menyentuh identitas dan martabat masyarakat timur dinilai berpotensi menimbulkan keresahan serta melukai perasaan masyarakat yang merasa menjadi sasaran dari pernyataan tersebut.
“Ini bukan sekadar soal konten atau mencari sensasi. Pernyataan seperti itu sangat melukai kami orang Timur. Karena itu, aparat penegak hukum diminta segera memeriksa dan mengusut apakah terdapat unsur pelanggaran hukum,” demikian desakan yang berkembang di tengah masyarakat.
Meski demikian, proses hukum tetap harus dilakukan berdasarkan bukti dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Aparat penegak hukum diharapkan dapat menilai secara objektif isi video, konteks pernyataan, serta dampak yang ditimbulkan.
AKHIRNYA MINTA MAAF
Di tengah derasnya kritik, Akmal Maulana pada akhir Juli 2026 menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.
Ia mengakui kekeliruannya dalam menyampaikan pendapat dan menyatakan akan lebih berhati-hati dalam membuat konten serta menjaga etika ketika menyampaikan pandangan di ruang publik.
Namun, permintaan maaf tersebut belum sepenuhnya meredam kekecewaan sebagian masyarakat. Sejumlah warganet menilai persoalan tersebut perlu menjadi pembelajaran serius agar kebebasan berekspresi tidak berubah menjadi pernyataan yang dapat merendahkan atau mendiskriminasi kelompok masyarakat tertentu.
Bagi masyarakat Maluku, NTT, Papua, dan wilayah timur Indonesia lainnya, persoalan ini dinilai menyentuh hal yang sangat sensitif, yakni harga diri, identitas, dan martabat masyarakat.
Karena itu, publik meminta aparat penegak hukum tidak tebang pilih dalam menyikapi dugaan konten diskriminatif. Jika ditemukan unsur pelanggaran hukum, masyarakat meminta agar proses dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui adanya proses hukum resmi terhadap Akmal Maula terkait konten tersebut. Media ini tetap membuka ruang bagi Akmal Maulana untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab.(IM-03)





