IM, Namrole- Untuk mendapatkan lima liter minyak tanah (Mitan), warga Kota Namrole Kabupaten Buru Selatan (Bursel) terpaksa harus rela mengantri berjam-jam di depan Pangkalan Mitan.
Mereka terpaksa rela berdesak-desakan di depan Pangkalan Mitan Kota Namrole. Karena takut, tidak kebagian atau mendapatkan Mitan yang kerap langkah di Kota Bursel.
Wa Ode salah satu warga Kota Namrole yang ditemui saat mengantri mengaku, dirinya bersama warga lainnya terpaksa harus mengantri berjam-jam di depan Pangkalan hanya untuk mendapatkan lima liter Mitan.
“Karena Mitan susah kami dapatkan, makanya kami terpaksa rela mengantri berjam-jam di depan Pangkalan Mitan di Kota Namrole Bursel,” akui Ode.
Dirinya berharap, pemerintah melalui dinas terkait dapat menyikapi kondisi ini, setidaknya dengan menambah kuota Mitan ke pangkalan-pangkalan Mitan yang ada di Kota Namrole Bursel.
Sehingga kedepannya warga tidak lagi mengantri berjam-jam hanya untuk membeli lima liter Mitan di sejumlah pangkalan Mitan di Kota Namrole Bursel.
“Kami berharap pemerintah dapat menambah kuota Mitan, sehingga kedepannya kami tidak lagi mengantri seperti ini,” harapnya.
Pemilik pangkalan Mita Lamena, La Enari menjelaskan, jatah Mitan yang diperoleh dari Pertamina biasanya tiga sampai empat kali dalam sebulan dengan jumlah seribu liter.
“Biasanya tiga sampai empat kali kami dapat jatah Mitan dari Pertamina,” jelas La Enari kepada media ini di sela-sela penjualan Mitan di pangkalan miliknya.
Meski jatah yang didapat dari Pertamina tiga sampai empat kali dalam sebulan. Namun warga tetap saja mengantri di pangkalan miliknya, saat pasokan Mitan dari Pertamina tiba.
“Memang di pangkalan saya ini kerap terjadi antrian, setiap kali ada pasokan Mitan dari Pertamina,” katanya. (IM-RAM)







