INFOMALUKUNEW.COM,SBB,- Praktek Nepotisme semakin menjadi – jadi di Daerah Maluku, sampai dengan proses seleksi calon paskibra tingkat nasional yang di lakukan oleh Kesbangpol Provinsi Maluku tidak luput dari praktik yang memalukan ini.(09/06/2024).
Dari Empat orang Utusan yang dikirim ke Provinsi Maluku untuk seleksi lanjutan, salah satu di antaranya yaitu Cristiane Lumatalale, Siswi Asal SMA N 3 Seram Bagian Barat dinyatakan lolos dengan peringkat satu dari utusan daerah dengan total nilai rata 89,46 dari tes PIU ( TES INTELEGNSI UMUM), TWK( TWS WAWASAN KEBANGASAAN),KESEHATAN, JASMANI, PARADE, PBB dan WAWANCARA
dengan nilai Rengking Satu (89,46).
Namun Kenyataannya cristiane Lumatalale di Eliminasi dengan alasan yang tidak jelas dan tidak masuk akal.
Dari Hasil Seleksi akhir ada Empat Nama yang masuk nominasi untuk di kirim sebagai utusan Maluku yang akan di seleksi di tingkat Nasional yaitu :
1. Christiaene Lumatale siswi asal SMA N3 SBB
2. Riskah Dwi latuconsina Siswi asal SMA N11 AMBON
3. Cleo Faldy Ririhena Siswa asal SMA N2 AMBON
4. Muhamad Ariel Lestaluhu
Namun Hasil akhir berkata lain, Dari Keempat Nama yang memiliki Nilai terbaik malah 2 diantarnya di eliminasi dan kuat dugaan sedang terjadi Dugaan Nepotisme yang terjadi sehingga menyebabkan Cristeaene Lumatalale dan Cleo Faldy Ririhena harus teriliminasi.
Akibat nepotisme Crostiane Lumatalale yang memiliki prestasi terbaik harus Teriliminasi dengan Alasan Pernah Pingsan disaat proses seleksi dan Hasil Medical Check up Hbnya rendah, padahal Siswi asal SBB tersebut tidak pernah pingsan saat proses seleksi dan hasil Medical check up tidak di berikan atau diperlihatkan kepada tim maupun kepada cristiane apakah benar Hbnya rendah atau hanya akal – akalan Panitia seleksi saja.
Malah nama yang dinyatakan lolos dengan hasil Dugaan Nepotisme ini adalah adalah ;
1. Misyel Salamony
2. Arum Asih Lestari
3. Muhamad Ariel lestaluhu
4. Mazwal Ali Tawainela
5. Riskah Dwi Latukomsina.
Informasi yang di himpun oleh media ini ternyata dari hasil medical check up Riskah Dwi Latukonsina memiliki Rabun Jauh/ Minus dan Gigi berlubang sebanyak 9 (sembilan) lubang dan gigi sebanyak 5 buah yang telah di copot.
Sedangkan Misyel Salamoni tidak Menjalani Medical check up.
Kepada media ini Darto Albana, Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Kab.SBB sangat menyesalkan Praktek Nepotisme yang terjadi di jaman demokrasi dan mordenisasi ini.
“Saya sangat menyesalkan praktek nepotisme yang terjadi dan yang menjadi korbannya adalah Siswi Utusan dari SBB, Cristiaene adalah siswi terbaik kami, Kami minta kepada Pejabat Gubernur Maluku untuk segera mengevaluasi Tim seleksi Provinsi Maluku dan Kesbangpol Provinsi jika tidak maka kami akan menuntut keadilan bagi siswi utusan kami, bahkan kami siap turun kejalan dengan melakukan aksi”. Tegas Darto Albana.
“Saya juga meminta kepada Pj.Bupati SBB DR. Jais Elly untuk melihat masalah ini, kalau seperti ini terus menerus di biarkan maka Maluku tidak akan pernah maju akibat dari Praktik Nepotisme yang mempertiadakan prestasi anak bangsa tetapi lebij memilih kolega atau keluarga yang tidak berprestasi serta mempermalukan daerah yang mengirim utusannya di pusat, seolah – olah Putra Putri Maluku tidak memiliki prestasi yang mampu bersaing di kanca nasional”. Tutup Albana.(IM.KR).







