Ketua GPII SBB Minta Polda Maluku Usut Tuntas Ilegal Tambang Merkuri Di Gunung Tembaga.

- Publisher

Thursday, 30 May 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Infomalukunews.com,- Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Kabupaten Seram Bagian Barat, Darto Albana, minta Polda Maluku tuntaskan Praktek Penambangan ilegal Merkuri di Gunung tembaga dan penyelundupan bahan berbahaya tersebut segera di tuntaskan.(30/05/2024).

Kepada media ini Albana menyampaikan bahwa dari pengamatannya praktek penambangan ilegal bahan berbahaya ini semakin hari semakin bebas di lakukan dengan bebas, belum ada tindakan persuasif dari Aparat Penegak Hukum yang ada di Huamual bahkan masyarakat mampu memproduksi Merkuri di tempat menjadi barang siap pakai untuk keperluan olahan Emas, padahal ini adalah bahan berbahaya yang berdampak kepada kesehatan masyarakat.

Menurut pengamatan saya, dinas lingkungan hidup dan Kesehatan seolah menutup mata akan dampak negarif dari bahan berbahaya ini.

Sebagai Pimpinan GPII saya sangat menyesalkan Sikap pemerintah daerah dan APH yang sepertinya menutup mata terhadap pencemaran lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat.

Penyelundupan bahan berbahaya ini marak terjadi tanpa ada pengawasan ketat dari Aparat Penegak hukum, dirinya menduga ada oknum APH yang juga turut melindungi penambangan bahan berbahaya ini.

” Ini kalau dibiarkan terus – menerus maka lingkungan kita akan semakin di cemari oleh merkuri, mulai dari laut kita sampai dengan kesehatan masyarakat yang ada di sekitar wilayah tambang, bukan kita saja yang rugi tetapi Maluku juga yang akan rugi jika ini di biarkan, ikan – ikan kita akan tercemari, maka WHO bisa saja memberikan sangsi tegas untuk Eksport ikan kita, jika ini terjadi maka Kita tidak dapat mengeksport lagi hasil laut kita “. Ketus Albana kesal.

Terkait dengan penegak hukum atas pelaku penyelundupan barang berbahaya ini, Albana mencontohkan bahwa Kasus Penangkapan merkuri sebanyak 3, 2 ton di Daerah Nunusaku Center dua tahun lalu, sepertinya sudah tidak ada kabar beritanya, padahal kuat dugaan kalau Para pelaku yg sudah di tersangkakan hanyalah pembeli atau penadah, sedangkan pemilik barang berbahaya tersebut masih bebas berkeliaran dan masih menampung barang berbahaya ini lewat kaki tangannya untuk di jual demi meraup keuntungan besar tanpa peduli dengan kesehatan dan lingkungan.

“Saya meminta kepada Polda Maluku untuk serius dan bertindak tegas terkait kasus ini, demi keselamatan masyarakat dan generasi masa depan bangsa kita ini”. Tutup Albana.(IM.KR).

Berita Terkait

Ketua TKBM: Lomba Belang Oktober Akan Lebih Besar Lagi, Menargetkan Maluku Tenggara Dan Siswa SMA
Mantan Bendahara Dinkes Bursel AT, Diduga Gelapkan Dana BOKB Rp400 Juta, APH Diminta Segera Bertindak
Polres SBB Amankan 4 Terduga Pelaku, Kapolres AKBP Andi Zulkifli: Kasus Masih Dikembangkan
Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026
“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎
DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ
Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan
Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah
Berita ini 226 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 20 August 2026 - 06:44 WIT

Ketua TKBM: Lomba Belang Oktober Akan Lebih Besar Lagi, Menargetkan Maluku Tenggara Dan Siswa SMA

Wednesday, 24 June 2026 - 10:33 WIT

Mantan Bendahara Dinkes Bursel AT, Diduga Gelapkan Dana BOKB Rp400 Juta, APH Diminta Segera Bertindak

Tuesday, 2 June 2026 - 10:01 WIT

Polres SBB Amankan 4 Terduga Pelaku, Kapolres AKBP Andi Zulkifli: Kasus Masih Dikembangkan

Tuesday, 26 May 2026 - 14:02 WIT

Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026

Thursday, 7 May 2026 - 22:49 WIT

“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎

Berita Terbaru

Daerah

Sambut HUT ke-81 TNI AL, Kodaeral IX Gelar Doa Bersama

Wednesday, 9 Sep 2026 - 17:05 WIT