IM — Piru.’ — Salah satu Kepsek SD Inpres Talaga Ratu,Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, La Reddy diduga kuat diselewengenkan anggaran dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS) tahun 2020 untuk kepentingan pribadinya.
Semula kasus dugaan selewengenkan dana BOS itu berawal dari dewan guru merasa bahwa Kepsek selama ini tidak taransparansi dengan dana BOS. Proses pencairan dana BOS pada hari Jumat tanggal 8 April 2022 di Bank BPDM Piru oleh bendahara dan kepsek. Kemudian pada tanggal 11 April 2022 pertemuan kepsek bersama guru dan TU untuk membahas pembelanjaan sesuai dengan RKAS yang di susun oleh dewan guru pada 11 Februari 2022. Namun kenyataanya tidak sesuai dengan RKAS.
Hironisnya lagi, ketika ada pertanyaan dari dewan guru, jawaban kepsek selalu ngeles, dialihkan ke yang lain dengan suara lantang uang habis.
Kami dewan guru merasa bahwa kepsek tidak transparan dengan dana BOS. Karena hampir semua urusan pribadi sampai dengan membeli sebuah ruko di desa waimital mengunakan dana BOS.
Seorang tokoh masyarakat dari desa Telaga Ratu, Hanafi, mengatakan bahwa, Kepsek La Reddy di duga penyelewengan dana BOS itu mulai triulan pertama Rp 36 juta, kedua Rp 50 juta, ketiga Rp 36 juta. Karena selama menjabat kepsek tidak jelas di pergunakan, ujar Hanafi kepada media ini, Selasa(12/4).
Hampir semua urusan pribadi mengunakan dana BOS, bahkan sampai membeli sebua roku di desa Waimital mengunakan dana BOS.
Pihak instansi terkait terkait sepertinya dengan sengaja membiarkan penguna dana BOS tidak sesuai pemanfatannya, kesalnya, kata Hanafi, terbukti berkali – kali sepertinya tidak ada temuan maka sangat di curigai dana ini di selewengenkan secara sistem masif, ujarnya.
Sehingga diharapkan adanya perhatian serius dari pihak kepolisian dan Kejari SBB untuk menelusuri dana BOS ini di kemanakan oleh kepsek La Reddy.
“Saya juga suda lama melihat permainan kebusukan kepsek ini tentang penyelewengan dana BOS SD Inpres ini, ini perhatin sekali negara kita banyak memberikan dana pendidikan tetapi di duga diselewengkan oleh kepsek La Reddy”.
“Penyelewengan dana BOS SD Inpres Talaga Ratu ini menjadi sorotan publik, khususnya masyarakat desa Talaga Ratu. Kepolisian dan Kejari SBB kita minta bertindak cepat menelusurih dana BOS tersebut”, pungkasya.(IM03)






