InfomalukuNews.com, Dobo- Bupati kepulauan Aru, Timotius Kaidel dan Wakil Bupati, Drs Moh Djumpa dalam masa kepemimpinannya sejak di lantik telah mencapai 100 hari.
Dan dalam kinerja 100 hari mereka sudah tentu di perhadapkan dengan berbagai tantangan dan permasalahan pembangunan yang dihadapi.

Berbagai tanggapan kinerja 100 hari bupati Timotius Kaidel dan wakilnya disampaikan oleh masyarakat termasuk organisasi Mahasiswa salah satunya GMKI cabang Dobo.
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia ( GMKI ) Cabang Dobo memberikan pandangan terkait kinerja orang nomor 1 dan 2 di Kabupaten yang berjuluk Jargaria itu, walaupun bagi GMKI, 100 Hari masa kepemimpinan Bupati Kaidel dan Wakil Bupati Djumpa bukanlah barometer dalam mengukur keberhasilan ataupun kegagalan mereka karena dampak dari efisiensi anggaran dari pusat yang sangat berpengaruh bagi belanja di daerah.
“terlalu dini untuk diberikan penilaian karena dampak dari efisiensi anggaran yang cukup besar dari pusat sehingga berdampak bagi belanja di daerah serta masih ada 4 tahun lebih waktu yang cukup lama untuk mereka bekerja”.
Ketua GMKI Cabang Dobo, Marko Karelau saat di hubungi media ini via WhatsApp di Kota Parepare Senin (2/6/2025) menyampaikan apresiasinya kepada kepemimpinan Bupati Timotius Kaidel dan wakilnya Drs Moh Djumpa.
Menurut Karelau, ada beberapa tindakan atau terobosan yang telah dibuat oleh Bupati Kaidel dan Wakil Mohamad Djumpa. Adapun terobosan tersebut antara lain Gaji ASN yang tidak terlambat, pengelolaan / tata kelola keuangan yang akuntabel dan hati – hati, penataan pasar, dan juga pembenahan infrastruktur dan penataan kinerja Birokrasi.
Menurut Karelau, Walaupun dalam berbagai kebijakan Pemda belum memuaskan semua pihak tetapi minimal sudah ada terobosan yang cukup signifikan.
Karelau juga memberikan beberapa catatan penting yang harus dipertimbangkan oleh bupati untuk dijalankan diantaranya:
-perombakan Birokrasi dengan sistem jovit atau lelang jabatan bagi Pimpinan OPD agar secepatnya dilakukan guna mendukung Visi dan Misi Bupati.
– mengevaluasi kinerja para pembantu Bupati dan Wakil Bupati Aru agar dapat mendukung kinerja pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
– Penataan ruang kota (tata ruang) dengan baik dan benar agar tidak terlihat kumuh.
– penataan pasar dengan baik : Agar pedagang tidak berjualan sembarangan.
– Pengentasan Kemiskinan: Mengurangi angka kemiskinan dengan menciptakan lapangan pekerjaan yang memadai.
– Peningkatan Pendidikan: Meningkatkan kualitas pendidikan dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur sekolah dan meningkatkan kualitas guru.
– Peningkatan Kesehatan: Meningkatkan kualitas layanan kesehatan dengan membangun fasilitas kesehatan yang memadai dan meningkatkan kualitas kinerja tenaga kesehatan.
Karelau berharap pemerintahan TK – MD dapat menunjukkan komitmen dan kemampuan untuk mewujudkan janji-janji kampanye walaupun ditengah efisiensi anggaran yang cukup besar dari pemerintah Pusat.
“Dengan harapan agar dalam masa kepemimpinan Bupati Kaidel dan wakil Bupati Djumpa ada perubahan, pada prinsipnya masyarakat Aru butuh perubahan yang bersifat sentuhan langsung, dan kami GMKI tetap ada dalam real pendampingan selama kepemimpinan pak bupati dan wakil Bupati ” Tegas Karelau.(DW)






