Harga Beras Indonesia Naik, Uluputty: Harus Perbaiki Tata Kelola Pangan Nasional

- Publisher

Friday, 16 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

InfomalukuNews, Ambon-Di tengah tren penurunan harga beras dunia yang signifikan, masyarakat Indonesia justru dihadapkan pada kenyataan pahit, harga beras dalam negeri terus merangkak naik.

Menanggapi fenomena ini, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Saadiah Uluputty, menegaskan bahwa persoalan ini bukan semata akibat faktor global, tetapi lebih pada lemahnya tata kelola pangan nasional.

Menurut data dari FAO dan Bank Dunia, harga beras dunia pada April 2025 berada di kisaran USD 343–415 per metrik ton, atau sekitar Rp5,5 juta hingga Rp6,6 juta per ton dengan kurs Rp16.000/USD. Harga ini menunjukkan penurunan hingga 22% dibandingkan tahun lalu. Penurunan disebabkan oleh membaiknya produksi global, dibukanya kembali ekspor oleh India, dan melemahnya permintaan dari negara-negara importir besar, termasuk Indonesia.

“Ini ironis. Saat harga dunia turun karena kelebihan pasokan, harga beras di dalam negeri justru melonjak. Ini membuktikan ada yang tidak sinkron antara dinamika global dan sistem distribusi pangan nasional kita,” ujar Saadiah dalam pernyataannya di wawancara RRI Pro 3 Jakarta, Jumat (16/05/2025).

Ia menyoroti sejumlah faktor yang diduga kuat menjadi penyebab lonjakan harga domestik, mulai dari lemahnya pengendalian rantai distribusi, keterlambatan penyerapan panen petani oleh Bulog, hingga belum maksimalnya cadangan beras pemerintah (CBP) dalam meredam gejolak harga di pasar.

“Kalau harga gabah petani masih rendah, tapi harga beras konsumen mahal, maka jelas yang diuntungkan adalah tengkulak dan spekulan. Negara seharusnya hadir untuk menyeimbangkan, bukan justru membiarkan disparitas harga ini terus melebar,” tegasnya.

Lebih lanjut, legislator dapil Maluku ini mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi strategi stabilisasi harga pangan, mempercepat serapan beras petani lokal, dan memastikan bahwa kebijakan penghentian impor tidak berdampak negatif terhadap ketersediaan dan keterjangkauan pangan masyarakat.

“Jangan sampai narasi swasembada malah menutupi kegagalan dalam menjamin harga wajar bagi rakyat. Kita perlu reformasi tata kelola pangan, bukan sekadar kebijakan jangka pendek yang menimbulkan euforia sesaat,” tutupnya.

Pernyataan ini disampaikan Saadiah Uluputty sebagai respons terhadap berbagai pertanyaan publik seputar ketidaksesuaian antara harga global dan kondisi pasar domestik yang semakin membebani masyarakat berpenghasilan rendah. (IM-06).

Berita Terkait

PERMAHI Ambon Desak Polres SBB Segera Tangkap Pelaku Penganiayaan Staf Desa Waesala
Ini 3 Poin Penting Yang Disampaikan GMKI Cabang Dobo Saat Bertemu Dengan Bupati Kaidel.
Kuasa Hukum Keluarga Korban Gafar Wawangi Temui Kapolda Maluku, Laporkan Lambatnya Penanganan Kasus di Polres Buru Selatan  
Gerak Cepat Kadinkes Aru Bersama Kapus Longgar -Apara Pulihkan Korban Luka-Luka.
Setahun Mandek Dimeja Penyidik, Saksi Kasus Covid-19 Pemprov Maluku Mulai Diperiksa 
Miris! RS leimena Ambon Tolak Pasien Dengan Alasan BPJS Tidak Aktif, Pasien Memilih Pulang Dalam Perjalanan Terjadi Lakalantas dan Meninggal Dunia
Pemda Aru Akan Perluas Lahan TPU di Kilo 7.
Bupati Kaidel Bersama Polres Aru dan Pihak Terkait Lainnya Duduk Bersama Menyelesaikan Tapal Batas Antar Desa Dosinamalau – Karaway.
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 13 January 2026 - 22:21 WIT

PERMAHI Ambon Desak Polres SBB Segera Tangkap Pelaku Penganiayaan Staf Desa Waesala

Tuesday, 13 January 2026 - 22:15 WIT

Ini 3 Poin Penting Yang Disampaikan GMKI Cabang Dobo Saat Bertemu Dengan Bupati Kaidel.

Tuesday, 13 January 2026 - 21:59 WIT

Kuasa Hukum Keluarga Korban Gafar Wawangi Temui Kapolda Maluku, Laporkan Lambatnya Penanganan Kasus di Polres Buru Selatan  

Tuesday, 13 January 2026 - 21:25 WIT

Gerak Cepat Kadinkes Aru Bersama Kapus Longgar -Apara Pulihkan Korban Luka-Luka.

Tuesday, 13 January 2026 - 18:21 WIT

Setahun Mandek Dimeja Penyidik, Saksi Kasus Covid-19 Pemprov Maluku Mulai Diperiksa 

Berita Terbaru