IM-Ambon-Forum Pemuda Muslim Indonesia (FPMI) Maluku mendukung Penjabat Walikota, Bodewin Wattimena, dalam penanganan kasus HIV/AIDS di Kota Ambon.
Mengingat beberapa bulan terakhir penyakit HIV AIDS di Kota makin hari makin meningkat, padahal tempat lokalisasi suda tidak ada, aplikasi michat diblokir namun kenyataannya penyakit HIV AIDS makin hari makin meningkat.
Nah, ini menjadi tanggung jawab kita bersama,kita jangan membiarkan Pemkot Ambon dalam hal ini Penjabat Walikota berjalan sendirian, paling tidak ada kerja sama atau berkolaborasi agar kita bersama sama memberikan sosialisasi atau pencerahan kepada keluarga kita, teman kita dan sanak saudara agar mereka bisa memahami bahaya dari penyakit HIV AIDS.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Forum Pemuda Muslim Indonesia (FPMI) Maluku Kaimudin Laitupa dalam rilisnya diterima Infomalukunews.com. melalui via WhatsApp, Kamis 14/09/23.
Kata Laitupa, penyakit HIV AIDS adalah penyakit yang mematikan, sehingga Forum Pemuda Muslim Indonesia FPMI Maluku mengambil peran untuk membantu Penjabat Walikota dalam hal ini Pemerintah Kota Ambon, dalam penanganan pencegahan penyakit HIV AIDS.
“Kita dari Forum Pemuda Muslim Indonesia (FPMI) Maluku tidak melihat Pemkot Ambon jalan sendirian dalam penanganan pencegahan penyakit HIV AIDS, sebab kami juga bagian dari tanggung jawab umat, apalagi penyakit HIV AIDS ini sangat berbahaya bagi manusia.” ujarnya.
Tak hanya itu, Laitupa juga berharap kota Ambon dapat bebas dari HIV/AIDS.
“Kota Ambon bebas penyakit HIV/AIDS adalah harapan kami FPMI Maluku.” ucapnya.
Selaku ketua FPMI Maluku, Kaimudin Laitupa juga mendukung Pemkot dalam hal ini Dinas kesehatan kota Ambon dalam penanganan kasus HIV AIDS di Kota Ambon.
Dikatakan, langkah Dinkes selama ini sudah tepat, namun kita sebagai warga kota tidak menyadari apa yang dilakukan oleh Dinkes selama ini.
“Dinkes selama ini kerja mati matian untuk menghilangkan kasus HIV AIDS di Kota Ambon.Langkah ini kita harus mendukung.” ungkap Ketua FPMI Maluku itu.
FPMI Maluku sadar betul, Pemkot memang tidak ada anggaran semaksimal mungkin untuk penanganan kasus HIV AIDS ini, namun kekurangan anggaran bukan satu hal yang membuat kita diam dan membiarkan kasus HIV AIDS terus tumbuh.
“Kami tetap bersemangat 45 untuk terus melakukan pencegahan penyakit HIV AIDS di kota Ambon manise ini, Kota orang Basudara ini.” pungkasnya. (IM-06)






