FDM Meminta untuk Bawaslu Maluku di Evaluasi

- Publisher

Wednesday, 29 December 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IM-Jakarta – Menghadapi pilkada serentak se Indonesia. Direktur Eksekutif Freedom Demokrasi Maluku (FDM), Rimbo Bugis, meminta untuk Bawaslu pusat mengepaluasi kinerja semua komisioner Bawaslu Maluku.

“Perkembangan terakhir kalau semua komusioner di daerah mendapatkan perpanjangan tugas sampai 2025. Saya pesimis dengan kinerja Bawaslu Maluku yang tidak pro aktif mengevaluasi kinerja komisioner di bawahnya.” Kata Rimbo yang juga mantan JPPR Pusat, melui pesan Watshapp, pada Selasa (28/12/2021).

Ia menambahkan kalau Komisioner Maluku semua tidak propesional, yang mereka kejar hanyalah jabatan dan posisi. Tidak mengutamakan pengawasan. Karna pilkada di kabupaten kota di Maluku banyak keluhan dari masyarakat yang sampai sekarang membuat ketik percayaan kepada Lembaga Bawaslu tersebut.

“Pilkada yang baru selesai kemarin itu penuh dengan laporan masyarakat. Setelah salah satu Kandidat bupati menang, secara terang-terangan komisioner Bawaslu di kabupaten foto-foto dengan gembira bersama bupati terpilih dan di posting di media-media sosial. Ini menunjukan ada ketidak beresan dalam menjalankan tugas di lapangan saat pilkada” tambah Rimbo

Rimbo yang juga ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ini juga menilai bahwa arogansi dan semua bentuk ambisi jabatan dan posisi ini harus di hentikan, jangan lagi ada ruang buat komisioner-komisioner seperti ini. Demokrasi kita bisa rusak kalau orang-orang seperti ini menduduki posisi-posisi penting di Bawaslu.

“Bawaslu harus bersikap adil dalam menjalankan tugas. Sementara yang terlihat di publik yang mereka tujukan hanyalah ribut soal posisi dan jabatan ketua Bawaslu. Mereka tidak menunjukan prestasi. Yang anehnya mereka dapat penghargaan itu yang membuat bingung kami.” Kata Rimbo

Ia menambahkan kalau yang terjadi di Maluku adalah saling melindungi karna tekanan klompok ini dan klompok itu. Sehinga tidak ada lagi proposionalisme di utamakan tapi berdasarkan klompok-kelompok yang berkuasa.

“Utamakan klompok boleh, asal proposional dan berkualitas. Jangan di berikan berdasarkan emosional belaka. Kalau itu terjadi kan rusak nanti. Dan itu terjadi di Maluku dan semua komisioner Bawaslu di Maluku berdiam diri dan tiak mau bersuara seakan saling menutupi keresahan masyarakat” tambahnya.

Berita Terkait

Ketua TKBM: Lomba Belang Oktober Akan Lebih Besar Lagi, Menargetkan Maluku Tenggara Dan Siswa SMA
Mantan Bendahara Dinkes Bursel AT, Diduga Gelapkan Dana BOKB Rp400 Juta, APH Diminta Segera Bertindak
Polres SBB Amankan 4 Terduga Pelaku, Kapolres AKBP Andi Zulkifli: Kasus Masih Dikembangkan
Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026
“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎
DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ
Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan
Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah
Berita ini 236 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 20 August 2026 - 06:44 WIT

Ketua TKBM: Lomba Belang Oktober Akan Lebih Besar Lagi, Menargetkan Maluku Tenggara Dan Siswa SMA

Wednesday, 24 June 2026 - 10:33 WIT

Mantan Bendahara Dinkes Bursel AT, Diduga Gelapkan Dana BOKB Rp400 Juta, APH Diminta Segera Bertindak

Tuesday, 2 June 2026 - 10:01 WIT

Polres SBB Amankan 4 Terduga Pelaku, Kapolres AKBP Andi Zulkifli: Kasus Masih Dikembangkan

Tuesday, 26 May 2026 - 14:02 WIT

Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026

Thursday, 7 May 2026 - 22:49 WIT

“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎

Berita Terbaru