Infomalukunews.com, Piru— Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terus dikebut di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Hingga akhir Agustus 2026, sebanyak 92 koperasi telah terbentuk dan tersebar di 11 kecamatan, dengan progres pembangunan gerai yang berbeda-beda.
Pelaksanaan program tersebut melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat serta unsur terkait di lapangan, termasuk dukungan unsur TNI dalam pendampingan proses pembangunan bersama masyarakat. hal ini dibenarkan oleh komandan Kodim (Dandim ) 1513 Seram Bagian Barat Letkol Arh Jaka putra Dinda S.H kepada media ini di Ambon kamis (10/9/26).
Sementara perkembangan lahan dan progres pembangunan gerai periode Agustus 2026 tersebut bersumber dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Seram Bagian Barat.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten SBB, Andarias Kikalessy, melalui rilis yang diterima media InfoMalukuNews.com, Rabu (23/9/2026), menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus melakukan percepatan terhadap pelaksanaan program KDMP.
“Hingga akhir Agustus 2026, tercatat sebanyak 92 unit koperasi telah terbentuk dan tersebar di 11 kecamatan di wilayah Seram Bagian Barat,” demikian keterangan dalam rilis tersebut.
92 KDMP Tersebar di 11 Kecamatan
Sebanyak 92 KDMP tersebut merupakan bagian dari program penguatan ekonomi masyarakat desa. Keberadaan koperasi diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, memperluas peluang usaha, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dan layanan ekonomi di tingkat desa.
Dari total 92 koperasi, sebanyak 62 unit telah memiliki kepastian lahan, baik dalam bentuk hibah maupun Barang Milik Desa (BMDes).
Sementara 30 koperasi lainnya masih menunggu penyerahan lahan atau pemenuhan persyaratan lokasi dari pemerintah desa masing-masing.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesiapan lahan masih menjadi salah satu faktor penting dalam percepatan pembangunan gerai KDMP di SBB.
TNI dan Masyarakat Ikut Mendukung Pembangunan
Dalam pelaksanaan pembangunan gerai KDMP di sejumlah wilayah, unsur TNI bersama masyarakat setempat turut memberikan dukungan terhadap proses pembangunan di lapangan.
Keterlibatan tersebut ditempatkan sebagai bagian dari sinergi dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah di tingkat desa, terutama pada lokasi yang telah memasuki tahapan pembangunan.
Masyarakat desa juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program karena pembangunan gerai KDMP berlangsung di wilayah desa dan diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Dengan demikian, pembangunan KDMP tidak hanya membutuhkan dukungan pemerintah daerah dan pemerintah desa, tetapi juga koordinasi dengan berbagai unsur yang terlibat dalam pelaksanaan program di lapangan.
Baru 2 Gerai Rampung 100 Persen
Berdasarkan rekapitulasi Dinas Koperasi dan UKM SBB, dari 92 KDMP yang telah terbentuk, baru 2 unit atau 2,17 persen yang pembangunan gerainya telah mencapai 100 persen.
Kemudian, 20 unit atau 21,74 persen masih berada dalam tahap pembangunan dengan progres antara 45 hingga 95 persen.
Sebanyak 40 unit atau 43,48 persen telah memiliki lahan terverifikasi, tetapi belum masuk tahap pembangunan gerai.
Sementara 30 unit atau 32,61 persen belum memperoleh penyerahan lahan.
Dengan demikian, keseluruhan data mencakup 92 KDMP atau 100 persen.
Salah satu koperasi yang telah beroperasi adalah KDMP Waihatu, yang tercatat telah beroperasi sebagai penyalur pupuk bersubsidi bekerja sama dengan PT Pupuk Kaltim.
22 KDMP Sudah Memiliki Progres Pembangunan
Data Dinas Koperasi dan UKM SBB mencatat 22 koperasi yang telah memiliki data progres pembangunan gerai, yaitu:
KDMP Waesala hibah, terverifikasi, luas 600 m², progres 100 persen.
KDMP Waipirit BMDes, terverifikasi, luas 600 m², progres 100 persen.
KDMP Waisarisa BMDes, terverifikasi, luas 600 m², progres 95 persen.
KDMP Kawa BMDes, terverifikasi, luas 600 m², progres 95 persen.
KDMP Patahuwe BMDes, terverifikasi, luas 690 m², progres 80 persen.
KDMP Waesamu BMDes, terverifikasi, progres 75 persen.
KDMP Latu BMDes, terverifikasi, luas 1.400 m², progres 70 persen.
KDMP Lumahpelu BMDes, terverifikasi, luas 700 m², progres 65 persen.
KDMP Lokki BMDes, terverifikasi, luas 650 m², progres 65 persen.
KDMP Hatusua BMDes, terverifikasi, luas 600 m², progres 65 persen.
KDMP Matapa, Kecamatan Taniwel Timur BMDes, terverifikasi, luas 750 m², progres 65 persen.
KDMP Waihatu hibah, terverifikasi, luas 700 m², progres 65 persen dan telah beroperasi.
KDMP Allang Asaude BMDes, terverifikasi, luas 600 m², progres 65 persen.
KDMP Ariate BMDes, terverifikasi, luas 1.320 m², progres 65 persen.
KDMP Lumoli BMDes, terverifikasi, luas 1.500 m², progres 63 persen.
KDMP Walakone hibah, terverifikasi, luas 800 m², progres 63 persen.
KDMP Sumeith Pasinaro hibah, terverifikasi, luas 1.050 m², progres 60 persen.
KDMP Elpaputih hibah, terverifikasi, luas 900 m², progres 57 persen.
KDMP Nukuhai BMDes, terverifikasi, luas 600 m², progres 55 persen.
KDMP Tumalehu Barat BMDes, terverifikasi, luas 600 m², progres 50 persen.
KDMP Tahalupu BMDes, terverifikasi, luas 600 m², progres 45 persen.
KDMP Luhutuban BMDes, terverifikasi, luas 600 m², progres 45 persen.
36 KDMP Telah Memiliki Identifikasi Lahan
Selain 22 koperasi yang telah memiliki data progres pembangunan, sebanyak 36 koperasi lainnya tercatat telah memiliki lahan yang masih dalam proses verifikasi atau pertimbangan.
Ke-36 koperasi tersebut adalah Kelang Asaude, Kasieh, Maloang, Kairatu, Nuniali, Murnaten, Lisabata, Niwelehu, Nikulukan, Wakolo, Makububui, Uraur, Eti, Soleh, Iha Kecamatan Huamual, Honitetu, Wasia, Kaibobu, Buano Utara, Rambatu, Hukuanakota, Abio Ahiolo Kecamatan Elpaputih, Tihulale, Riring, Lohia Sapalewa, Masawoi, Kulur, Tuniwara, Niniari, Rumahsoal, Rumberu, Buria, Piru, Kamal, Lohiatala, dan Nuruwe.
Status lahan terdiri atas BMDes, hibah maupun lahan milik desa.
Luas lahan yang telah tercatat bervariasi, mulai dari 255 m² hingga 8.000 m², sementara sebagian lainnya masih menunggu hasil verifikasi atau penilaian kelayakan.
Empat KDMP telah memiliki identifikasi lahan, namun luas lahannya belum ditetapkan.
Keempatnya adalah:
KDMP Waraloin;
KDMP Neniari;
KDMP Rumahkay; dan
KDMP Seruawan.
Keempat koperasi tersebut masih berstatus sedang diverifikasi.
30 KDMP Belum Mendapat Penyerahan Lahan
Sementara itu, sebanyak 30 koperasi tercatat belum memperoleh penyerahan lahan atau belum tersedianya lokasi untuk pembangunan gerai.
Ke-30 koperasi tersebut adalah:
Hulung Kecamatan Taniwel, Waimital, Luhu Kecamatan Huamual, Laturake, Buano Selatan, Morekau, Kamarian, Buano Hatuputih, Seakasale, Lumahlatal, Sohuwe Kecamatan Taniwel Timur, Hatunuru, Tounussa, Musihuwey, Solea, Uwen Pantai, Sukaraja Kecamatan Taniwel Timur, Pasinalo, Uweth, Taniwel, Tonu Jaya, Tomalehu Timur, Tomalehu, Hualoy, Seriholo, Tala, Manusa, Huku Kecil, Watui, dan Sahanu.
Status Lahan Jadi Faktor Penting
Dinas Koperasi dan UKM SBB menjelaskan bahwa status “Terverifikasi” berarti data lahan telah diverifikasi dan divalidasi dalam sistem SIMKOPDES.
Status “Sedang Diverifikasi” berarti data telah diinput dan masih dalam proses pemeriksaan.
Sementara status “Dipertimbangkan” berarti data telah diterima, tetapi masih dalam proses penilaian kelayakan.
Adapun status “Belum Ada Lahan” berarti belum ada penyerahan lahan dari pemerintah desa atau lokasi pembangunan belum tersedia.
Kondisi tersebut membuat kesiapan dan kepastian lahan menjadi salah satu faktor utama dalam mempercepat pembangunan gerai KDMP.
Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten SBB terus melakukan pendampingan dan koordinasi bersama pemerintah desa, camat serta pemangku kepentingan terkait guna mempercepat penyerahan lahan dan penyelesaian pembangunan gerai koperasi.
Sinergi Pemerintah, TNI dan Masyarakat
Program KDMP merupakan program yang pelaksanaannya berada di tingkat desa, sehingga membutuhkan koordinasi lintas pihak.
Pemerintah daerah berperan dalam melakukan koordinasi dan pendampingan program, pemerintah desa berkaitan dengan kesiapan lokasi dan lahan, sedangkan masyarakat menjadi bagian dari lingkungan penerima manfaat sekaligus pendukung pelaksanaan pembangunan di desa.
Dalam proses pembangunan di lapangan, unsur TNI juga disebut turut memberikan dukungan melalui pendampingan bersama masyarakat pada sejumlah lokasi pembangunan.
Sinergi tersebut diharapkan dapat membantu kelancaran pelaksanaan pembangunan gerai KDMP sesuai kondisi masing-masing desa.
Ditargetkan Terus Berprogres hingga Akhir 2026
Pemerintah daerah kabupaten Seram Bagian Barat berharap hingga akhir 2026, sebagian besar koperasi yang telah memiliki lahan dapat menyelesaikan pembangunan gerainya dan mulai beroperasi untuk melayani kebutuhan masyarakat desa.
Program Koperasi Desa Merah Putih diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa, mendukung ketersediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, membuka peluang usaha serta menciptakan lapangan kerja baru.
Data perkembangan pembangunan dan kesiapan lahan tersebut akan diperbarui secara berkala setiap bulan sesuai perkembangan di lapangan.
Dengan terbentuknya 92 KDMP di 11 kecamatan, pemerintah daerah bersama pemerintah desa, masyarakat dan unsur pendukung lainnya kini menghadapi tahap penting, yakni memastikan kesiapan lahan dan mempercepat penyelesaian gerai agar koperasi dapat segera memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.
Sumber: Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Seram Bagian Barat, Data Perkembangan Lahan dan Progres Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih Periode Agustus 2026.(IM-03)





