Dukung Program Presiden, Pemda SBB,TNI Dan Masyarakat Bersinergi Bangun 92 KDMP Untuk Kesejahteraan Ekonomi Desa,Ini Rinciannya

- Publisher

Thursday, 24 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com, Piru— Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terus dikebut di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Hingga akhir Agustus 2026, sebanyak 92 koperasi telah terbentuk dan tersebar di 11 kecamatan, dengan progres pembangunan gerai yang berbeda-beda.

Pelaksanaan program tersebut melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat serta unsur terkait di lapangan, termasuk dukungan unsur TNI dalam pendampingan proses pembangunan bersama masyarakat. hal ini dibenarkan oleh komandan Kodim (Dandim ) 1513 Seram Bagian Barat Letkol Arh Jaka putra Dinda S.H  kepada media ini di Ambon kamis  (10/9/26).

Sementara perkembangan lahan dan progres pembangunan gerai periode Agustus 2026 tersebut bersumber dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Seram Bagian Barat.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten SBB, Andarias Kikalessy, melalui rilis yang diterima media InfoMalukuNews.com, Rabu (23/9/2026), menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus melakukan percepatan terhadap pelaksanaan program KDMP.

“Hingga akhir Agustus 2026, tercatat sebanyak 92 unit koperasi telah terbentuk dan tersebar di 11 kecamatan di wilayah Seram Bagian Barat,” demikian keterangan dalam rilis tersebut.

92 KDMP Tersebar di 11 Kecamatan

Sebanyak 92 KDMP tersebut merupakan bagian dari program penguatan ekonomi masyarakat desa. Keberadaan koperasi diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, memperluas peluang usaha, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dan layanan ekonomi di tingkat desa.

Dari total 92 koperasi, sebanyak 62 unit telah memiliki kepastian lahan, baik dalam bentuk hibah maupun Barang Milik Desa (BMDes).

Sementara 30 koperasi lainnya masih menunggu penyerahan lahan atau pemenuhan persyaratan lokasi dari pemerintah desa masing-masing.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesiapan lahan masih menjadi salah satu faktor penting dalam percepatan pembangunan gerai KDMP di SBB.

TNI dan Masyarakat Ikut Mendukung Pembangunan

Dalam pelaksanaan pembangunan gerai KDMP di sejumlah wilayah, unsur TNI bersama masyarakat setempat turut memberikan dukungan terhadap proses pembangunan di lapangan.

Keterlibatan tersebut ditempatkan sebagai bagian dari sinergi dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah di tingkat desa, terutama pada lokasi yang telah memasuki tahapan pembangunan.

Masyarakat desa juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program karena pembangunan gerai KDMP berlangsung di wilayah desa dan diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Dengan demikian, pembangunan KDMP tidak hanya membutuhkan dukungan pemerintah daerah dan pemerintah desa, tetapi juga koordinasi dengan berbagai unsur yang terlibat dalam pelaksanaan program di lapangan.

Baru 2 Gerai Rampung 100 Persen

Berdasarkan rekapitulasi Dinas Koperasi dan UKM SBB, dari 92 KDMP yang telah terbentuk, baru 2 unit atau 2,17 persen yang pembangunan gerainya telah mencapai 100 persen.

Kemudian, 20 unit atau 21,74 persen masih berada dalam tahap pembangunan dengan progres antara 45 hingga 95 persen.

Sebanyak 40 unit atau 43,48 persen telah memiliki lahan terverifikasi, tetapi belum masuk tahap pembangunan gerai.

Sementara 30 unit atau 32,61 persen belum memperoleh penyerahan lahan.

Dengan demikian, keseluruhan data mencakup 92 KDMP atau 100 persen.

Salah satu koperasi yang telah beroperasi adalah KDMP Waihatu, yang tercatat telah beroperasi sebagai penyalur pupuk bersubsidi bekerja sama dengan PT Pupuk Kaltim.

22 KDMP Sudah Memiliki Progres Pembangunan

Data Dinas Koperasi dan UKM SBB mencatat 22 koperasi yang telah memiliki data progres pembangunan gerai, yaitu:

KDMP Waesala  hibah, terverifikasi, luas 600 m², progres 100 persen.

KDMP Waipirit  BMDes, terverifikasi, luas 600 m², progres 100 persen.

KDMP Waisarisa  BMDes, terverifikasi, luas 600 m², progres 95 persen.

KDMP Kawa  BMDes, terverifikasi, luas 600 m², progres 95 persen.

KDMP Patahuwe  BMDes, terverifikasi, luas 690 m², progres 80 persen.

KDMP Waesamu  BMDes, terverifikasi, progres 75 persen.

KDMP Latu BMDes, terverifikasi, luas 1.400 m², progres 70 persen.

KDMP Lumahpelu  BMDes, terverifikasi, luas 700 m², progres 65 persen.

KDMP Lokki  BMDes, terverifikasi, luas 650 m², progres 65 persen.

KDMP Hatusua  BMDes, terverifikasi, luas 600 m², progres 65 persen.

KDMP Matapa, Kecamatan Taniwel Timur  BMDes, terverifikasi, luas 750 m², progres 65 persen.

KDMP Waihatu hibah, terverifikasi, luas 700 m², progres 65 persen dan telah beroperasi.

KDMP Allang Asaude  BMDes, terverifikasi, luas 600 m², progres 65 persen.

KDMP Ariate BMDes, terverifikasi, luas 1.320 m², progres 65 persen.

KDMP Lumoli  BMDes, terverifikasi, luas 1.500 m², progres 63 persen.

KDMP Walakone  hibah, terverifikasi, luas 800 m², progres 63 persen.

KDMP Sumeith Pasinaro  hibah, terverifikasi, luas 1.050 m², progres 60 persen.

KDMP Elpaputih  hibah, terverifikasi, luas 900 m², progres 57 persen.

KDMP Nukuhai BMDes, terverifikasi, luas 600 m², progres 55 persen.

KDMP Tumalehu Barat  BMDes, terverifikasi, luas 600 m², progres 50 persen.

KDMP Tahalupu  BMDes, terverifikasi, luas 600 m², progres 45 persen.

KDMP Luhutuban  BMDes, terverifikasi, luas 600 m², progres 45 persen.

36 KDMP Telah Memiliki Identifikasi Lahan

Selain 22 koperasi yang telah memiliki data progres pembangunan, sebanyak 36 koperasi lainnya tercatat telah memiliki lahan yang masih dalam proses verifikasi atau pertimbangan.

Ke-36 koperasi tersebut adalah Kelang Asaude, Kasieh, Maloang, Kairatu, Nuniali, Murnaten, Lisabata, Niwelehu, Nikulukan, Wakolo, Makububui, Uraur, Eti, Soleh, Iha Kecamatan Huamual, Honitetu, Wasia, Kaibobu, Buano Utara, Rambatu, Hukuanakota, Abio Ahiolo Kecamatan Elpaputih, Tihulale, Riring, Lohia Sapalewa, Masawoi, Kulur, Tuniwara, Niniari, Rumahsoal, Rumberu, Buria, Piru, Kamal, Lohiatala, dan Nuruwe.

Status lahan terdiri atas BMDes, hibah maupun lahan milik desa.

Luas lahan yang telah tercatat bervariasi, mulai dari 255 m² hingga 8.000 m², sementara sebagian lainnya masih menunggu hasil verifikasi atau penilaian kelayakan.

Empat KDMP telah memiliki identifikasi lahan, namun luas lahannya belum ditetapkan.

Keempatnya adalah:

KDMP Waraloin;

KDMP Neniari;

KDMP Rumahkay; dan

KDMP Seruawan.

Keempat koperasi tersebut masih berstatus sedang diverifikasi.

30 KDMP Belum Mendapat Penyerahan Lahan

Sementara itu, sebanyak 30 koperasi tercatat belum memperoleh penyerahan lahan atau belum tersedianya lokasi untuk pembangunan gerai.

Ke-30 koperasi tersebut adalah:

Hulung Kecamatan Taniwel, Waimital, Luhu Kecamatan Huamual, Laturake, Buano Selatan, Morekau, Kamarian, Buano Hatuputih, Seakasale, Lumahlatal, Sohuwe Kecamatan Taniwel Timur, Hatunuru, Tounussa, Musihuwey, Solea, Uwen Pantai, Sukaraja Kecamatan Taniwel Timur, Pasinalo, Uweth, Taniwel, Tonu Jaya, Tomalehu Timur, Tomalehu, Hualoy, Seriholo, Tala, Manusa, Huku Kecil, Watui, dan Sahanu.

Status Lahan Jadi Faktor Penting

Dinas Koperasi dan UKM SBB menjelaskan bahwa status “Terverifikasi” berarti data lahan telah diverifikasi dan divalidasi dalam sistem SIMKOPDES.

Status “Sedang Diverifikasi” berarti data telah diinput dan masih dalam proses pemeriksaan.

Sementara status “Dipertimbangkan” berarti data telah diterima, tetapi masih dalam proses penilaian kelayakan.

Adapun status “Belum Ada Lahan” berarti belum ada penyerahan lahan dari pemerintah desa atau lokasi pembangunan belum tersedia.

Kondisi tersebut membuat kesiapan dan kepastian lahan menjadi salah satu faktor utama dalam mempercepat pembangunan gerai KDMP.

Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten SBB terus melakukan pendampingan dan koordinasi bersama pemerintah desa, camat serta pemangku kepentingan terkait guna mempercepat penyerahan lahan dan penyelesaian pembangunan gerai koperasi.

Sinergi Pemerintah, TNI dan Masyarakat

Program KDMP merupakan program yang pelaksanaannya berada di tingkat desa, sehingga membutuhkan koordinasi lintas pihak.

Pemerintah daerah berperan dalam melakukan koordinasi dan pendampingan program, pemerintah desa berkaitan dengan kesiapan lokasi dan lahan, sedangkan masyarakat menjadi bagian dari lingkungan penerima manfaat sekaligus pendukung pelaksanaan pembangunan di desa.

Dalam proses pembangunan di lapangan, unsur TNI juga disebut turut memberikan dukungan melalui pendampingan bersama masyarakat pada sejumlah lokasi pembangunan.

Sinergi tersebut diharapkan dapat membantu kelancaran pelaksanaan pembangunan gerai KDMP sesuai kondisi masing-masing desa.

Ditargetkan Terus Berprogres hingga Akhir 2026

Pemerintah daerah kabupaten Seram Bagian Barat berharap hingga akhir 2026, sebagian besar koperasi yang telah memiliki lahan dapat menyelesaikan pembangunan gerainya dan mulai beroperasi untuk melayani kebutuhan masyarakat desa.

Program Koperasi Desa Merah Putih diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa, mendukung ketersediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, membuka peluang usaha serta menciptakan lapangan kerja baru.

Data perkembangan pembangunan dan kesiapan lahan tersebut akan diperbarui secara berkala setiap bulan sesuai perkembangan di lapangan.

Dengan terbentuknya 92 KDMP di 11 kecamatan, pemerintah daerah bersama pemerintah desa, masyarakat dan unsur pendukung lainnya kini menghadapi tahap penting, yakni memastikan kesiapan lahan dan mempercepat penyelesaian gerai agar koperasi dapat segera memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.

Sumber: Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Seram Bagian Barat, Data Perkembangan Lahan dan Progres Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih Periode Agustus 2026.(IM-03)

Berita Terkait

Rapat Pimpinan DPRD Maluku Berlangsung Hangat, Kopi Midway Coffee Warnai Suasana Diskusi
Sangkala Soroti Fiskal Maluku: APBD Perubahan 2026 Harus Realistis dan Tepat Sasaran
Kapolres SBB Kerahkan 92 Personel Lokalisir pertikaian Patahuwe-Lisabata, Situasi Kini Kondusif Warga dihimbau menahan diri
Gubernur Maluku Ucapkan Selamat HUT Ke-451 Kota Ambon
Buka Lahan Perkebunan, Taborat Minta Warga Sangliat Krawain Lindungi Hutan
Dosen Poltekkes Maluku Sampaikan Klarifikasi Dan Hak jawab.
Bukan Sekadar Bantuan, Kodam XV/Pattimura Bawa Pesan Persaudaraan dari Maluku untuk NTT
HUT ke-78 Polwan, Kapolda Maluku Dorong Polwan Perkuat Profesionalisme dan Beri Dampak signifikan bagi Masyarakat
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 24 September 2026 - 08:02 WIT

Dukung Program Presiden, Pemda SBB,TNI Dan Masyarakat Bersinergi Bangun 92 KDMP Untuk Kesejahteraan Ekonomi Desa,Ini Rinciannya

Wednesday, 23 September 2026 - 15:38 WIT

Rapat Pimpinan DPRD Maluku Berlangsung Hangat, Kopi Midway Coffee Warnai Suasana Diskusi

Saturday, 19 September 2026 - 23:36 WIT

Sangkala Soroti Fiskal Maluku: APBD Perubahan 2026 Harus Realistis dan Tepat Sasaran

Saturday, 12 September 2026 - 11:23 WIT

Kapolres SBB Kerahkan 92 Personel Lokalisir pertikaian Patahuwe-Lisabata, Situasi Kini Kondusif Warga dihimbau menahan diri

Monday, 7 September 2026 - 18:44 WIT

Gubernur Maluku Ucapkan Selamat HUT Ke-451 Kota Ambon

Berita Terbaru

Daerah

Wawali Ambon Ely Toisutta Dorong Keluarga Aktif Cegah Stunting

Wednesday, 23 Sep 2026 - 23:57 WIT