Infomalukunews.com, Ambon,- DPC permahi ambon mengecam keras dugaan Pemerasan yang di duga libatkan Pejabat Polda Maluku atas polemik yang terjadi kepada ibu hartini selaku pemilik sianida pada salah satu ruko di batumerah, yang di gerebek oleh ditkrimsus polda maluku yang di sinyalir akan di kirim ke pulau buru untuk pengoperasian tambang
Hal ini menuai adanya upaya pemerasan yang di lakukan dalam proses pengiriman sianida tersebut kepada si pemilik, dan diduga ada keterlibatan pejabat polda maluku yang ikut memeras dan memanfaatkan barang berbahaya tersebut sebagai penghasilan tambahan bagi mereka
Yang menjadi pertanyaan besar bagaimana bisa pemasokan sianida tersebut bisa lolos begitu saja dari pihak keamanan kepolisian daerah maluku?. hal ini di anggap tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, terutama terkait impor dan perdagangan bahan kimia berbahaya
Jika itu dikirim ke pulau buru untuk pertambangan maka harus terdapat Standar Nasional Indonesia (SNI) 4121:2022 yang mengatur penanganan dan pengangkutan senyawa sianida padat, terutama dalam industri pertambangan emas, serta peraturan pemerintah yang lebih spesifik mengatur batas aman dan penggunaan sianida dalam industri untuk melindungi lingkungan dan kesehatan
Dugaan Keterlibatan 2 oknum kepolisian dalam pemerasan maupun pejabat polda maluku yang juga menerima uang suap, harus secepatnya di bongkar, Kapolda Maluku jangan terkesan diam di mata publik
Menurut informasi Kejadian suap menyuap ini berlangsung sekitar awal tahun 2025, jika benar maka dapat di asumsikan ini merupakan permainan kong kalikong dalam memuluskan kejahatan demi meraup keuntungan dan mencoreng nama Polri khususnya Polda maluku
Kami secara kelembagaan mendesak kapolda maluku bertindak cepat, untuk keluar secara terbuka dan transparan di hadapan publik atas kelakuan anak buahnya yang mencoreng nama institusi
Bagaimana bisa bicara soal Kamtibmas dan lain sebagainya, jika para oknum nakal masi bertebaran banyak di tubuh APH tersebut, ini harusnya menjadi tugas kepada Bpk kapolda maluku yang baru saja menjabat untuk menunjukan eksistensinya yang pro terhadap masyarakat (red)







