IM Piru-Pelayanan kesehatan yang tidak stabil akibat dari Aksi Mogoknya Para Dokter Spesialis dalam melakukan pelayanan kesehatan sehingga sekertaris klasis berinisiasi untuk bertemu dengan Direktur RSUD Piru.(29/08/2023).
Sebagai Tokoh Agama Sekertaris Klasis GPM Seram Barat mengunjungi Direktur RSUD Piru dr.Johan Selanno.S.Pog, untuk mempertanyakan terkait mogoknya para dokter yang berdampak terhadap pelayanan RSUD kepada masyarakat SBB yang membutuhkan.
Dalam pembicaraan intens Mez Tamaela sangat menyayangkan keputusan ke 12 Tenaga medis yang terpaksa mogok kerja akibat dari hak – hak mereka yang belum di bayarkan oleh Pemerintah Daerah sehingga berdampak kepada masyarakat, menurutnya masyarakat lah yang menjadi korban apabila hal ini terus berlanjut.
Untuk memastikan hal inilah, sebagai Tokoh Agama, “saya bukan saja melayani umat dalam pelayanan lingkungan Gereja tetapi Saya juga bertanggung jawab terhadap keselamatan umat juga dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang prima”. Ujar Tamaela
Untuk memastikan pelayanan yang baik bagi masyarakat maka saya harus mendengar dan melihat langsung apa yang terjadi di RSUD ini.
Akibat dari mogoknya tenaga medis ini, sangat mempengaruhi pelayanan kesehatan yang ada di Piru, apalagi satu – satunya RSUD Piru yang memiliki fasilitas yang baik, masyarakat kita sangat membutuhkannya, belum lagi daerah kita ini ekonomi masyarakat yang terbilang masih di bawah rata – rata, sehingga jika tidak ada pelayanan di RSUD maka pengaruhnya kepada masyarakat yang ekonominya tidak mampu, “saya berharap persoalan ini jangan sampai mengorbankan masyarakat”.Lanjutnya.
Selain itu perhatian Serius juga datang dari Senior GMKI Cabang Seram Bagian Barat Saat mendampingi Sekertaris Kalsis GPM Seram Barat dalam Pertemuan bersama Direktur RSUD Piru di Ruang kerjanya.
Menurut Dominggus Latuni S.Th, “Kami juga sangat prihatin terhadap kondisi ini, Harapannya, Apapun hasil pertemuan besok bersama Sekda SBB besok, masyarakat mendapat prioritas pelayanan kesehatan secara maksimal”.Tegas Latuni
Dalam pertemuan tersebut, Selano mengakui bahwa Dokter Spesialis yang melakukan mogok kerja itu hanya untuk memastikan kepada Pemerintah Daerah terkait hak – hak mereka, tetapi yang pada kenyataannya pelayanan kesehatan tetap berjalan, jika ada pasien yang masuk tetap kami tangani, hanya untuk pelayanan poliklinik untuk sementara kita of sedangkan pelayanan yang membutuhkan tenaga spesialis maka para dokter akan selalu ada buat pasien, ini persoalan menyelamatkan nyawa orang.
“bahkan saya tetap bekerja maksimal karena ini masyarakat saya”. ucap Selanno.
Bahkan Besok Pak Sekda, Leverne Alvin Tuasuun akan datang langsung ke RSUD untuk melihat langsung persoalan ini, serta memberikan penjelasan terkait hal – hal yang berkaitan dengan hak – hak para Dokter tersebut, karena kewenangannya ada pada pak Sekda, kita ikuti saja regulasi dan aturannya, “saya yakin teman – teman Dokter akan memahami ini”.Tutup Selanno.(IM.KR).






