INFOMALUKUNEWS.COM,NAMROLE,– Pemerintah daerah Kabupaten Buru Selatan (Bursel) melalui Dinas kesehatan setempat menggelar pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) tahun 2024 di Gedung Serbaguna Kota Namrole Kabupaten Bursel, Selasa 23 Juli 2024.
Turut hadir dalam kegiatan itu diantaranya Wakil bupati, Gerson Eliaser Selsily Sekertaris daerah, Ruslan Makatita Sekertaris Dinas kesehatan, Nema Solisa Danramil Leksula, Kapten Inf. Abas Siolon dan sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemkab Bursel.
Sekertaris Dinas kesehatan, Nema Solisa mengatakan, sesuai surat edaran menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 40 0.5.1/2819/sd tentang pelaksanaan pekan imunisasi nasional dalam rangka penanggulangan kejadian luar biasa polio.
“Jadi tujuan adapun tujuan dari kegiatan ini yakni sebagai upaya penanggulangan kejadian luar biasa atau KLB polio untuk memutus rantai penularan virus polio tipe. Virus polio tipe 1dan 2 meningkatkan head united sebagai, upaya mempertahankan status Indonesia bebas 2024 adalah anak usia 0 sampai 7 tahun,” kata Solisa dalam sambutannya.
Menurutnya, jumlah sasaran untuk Kabupaten gurun Selatan sebanyak 13.565 orang anak yang diklasifikasikan menjadi satu anak usia 0 sampai 5 tahun 8643 anak 2 anak usia 5 sampai 6 tahun usia TK paud 3.295 anak 3 anak usia 7 tahun usia SD 1627 anak
Pelaksanaan tempat pelaksanaan PIN polio 2024 dilaksanakan di semua Puskesmas dan pos pelayanan yang ada di setiap wilayah kerja puskesmas waktu pelaksanaan pelaksanaan polio dilaksanakan dalam dua putaran atau dosis putaran pertama dimulai secara serentak tanggal 23 sampai 29 Juli 2024 atau 7 hari ditambah sweeping tanggal 30 Juli sampai dengan 3 Agustus atau 5 hari
“Kedua dimulai pada tanggal 6 sampai 12 Agustus atau tujuh hari ditambah sweeping pada tanggal 13 sampai 17 Agustus atau 5 hari eh target target cakupan dalam pelaksanaan PIN voli 202 4 dikurang-kurangnya adalah 95 persen untuk masing-masing putaran,” terangnya.
Sementara wakil bupati, Gerson Eliaser Selsily dalam sambutannya menjelaskan, Indonesia telah berhasil menerima sertifikat bebas polio bersama dengan negara anggota who lainnya di regional Asia tenggara pada bulan Maret di tahun 2014 yang lalu.
Sementara itu masih tersisa beberapa negara yang masih dikategorikan endemis penyakit polio walaupun kasus polio akut wasit paralis secara mendukung persiapan pelaksanaan imunisasi dalam rangka penanggulangan kejadian luar biasa atau outback respon imunication
“Pandemi covid 19 kemarin mengakibatkan pelaksanaan imunisasi rutin tidak dapat berjalan optimal data beberapa tahun terakhir, menunjukkan terjadinya penurunan cakupan imunisasi rutin yang cukup signifikan termasuk imunisasi polio hal ini, menyebabkan jumlah anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi rutin lengkap sesuai usia semakin bertambah banyak,” jelasnya.
Kejadian luar biasa polio tipe 2 sejak air Tahun 2022 hingga saat ini dilaporkan terjadi di beberapa provinsi di Indonesia seperti Aceh Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Papua Tengah dan papua pegunungan sampai saat ini status kejadian luar biasa tersebut belum dicabut, karena kasus masih saja terus dilaporkan
“Selain polio tipe 2 kasus polio tipe 1 juga dilaporkan di Provinsi Papua Tengah Oleh karena itu dibutuhkan upaya respon imunisasi yang masih dengan cakupan tinggi dan merata untuk memutus transmisi virus polio baik tipe 1 maupun tipe 2,” tuturnya.
Ditambahkan Selsily, berdasarkan penilaian resiko menggunakan tool standar yang dilakukan oleh badan kesehatan dunia atau who Indonesia dikategorikan wilayah risiko penularan polio. Oleh karena itu komite penasihat ahli imunisasi nasional merekomendasikan, agar dilakukan pemberian imunisasi polio melalui kegiatan pekan imunisasi nasional polio tahun 2024 sejumlah 2 putaran di wilayah KLB, maupun wilayah lainnya yang berisiko tinggi sesuai kejadian.
“WHO merekomendasikan bahwa kegiatan tim dalam rangka penanggulangan KLB polio ini harus menyentuh dua hingga empat juta anak untuk dapat memutus rantai penularan. Sasaran pemberian vaksin dalam pekan imunisasi nasional polio adalah anak usia 0 sampai 7 tahun di mana di Kabupaten Buru Selatan jumlah sasaran anak yang akan diimunisasi polio sebanyak 13.565 orang anak yang tersebar di enam Kecamatan dengan jumlah vaksin yang disediakan sebanyak 680 yang saat ini telah didistribusikan ke puskesmas di Kabupaten Buru Selatan,” pungkasnya. (IM-RAM)







