Bonus Demografi Indonesia Tidak Cukup Memadai Untuk Memasuki Pintu Gerbang Indonesia Emas

- Publisher

Monday, 27 May 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Infomalukunews.com,-Banten,–Bonus demografi dengan beban hutang Rp 50 juta untuk setiap bayi yang lahir pada hari ini, sungguh sulit dikalkulasi oleh logika yang sehat untuk menjadi generasi emas yang akan ikut mengetuk dan masuk dalam pintu gerbang Indonesia Emas pada tahun 2045

Padahal, masalah sejak awal kemerdekaan Indonesia mengapa mimpi itu baru diungkap setelah seabad Indonesia merdeka. Lantas bagaimana mungkin dari 4 anak yang lahir satu diantaranya pasti terkena stunting yang sangat akut dan mencemaskan, karena tidak bisa ikut menghantar — apalagi bisa ikut masuk — ke dalam gerbang Indonesia Emas pada dua puluh tahun mendatang. Sebab mereka yang lahir kemarin dan hari ini adalah generasi yang akan menjadi ahli waris Indonesia Emas atau kondisi Indonesia yang semakin mencemaskan, karena 25 persen dari generasi yang bertumbuh bakal mewarisi negeri ini hidup dalam kondisi kelaparan dan bergizi buruk yang tak mungkin dapat menjadi daya dorong, atau justru menambah jumlah beban yang berat.

Bonus demografi (demographic devidend) istilah yang digunakan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) atau United Nations Population Funs (UNFPA) merujuk pada potensi pertumbuhan ekonomi yang tercipta akibat perubahan struktur umur penduduk dengan proporsi usia kerja antara 15 tahun hingga 65 tahun lebih besar dari proporsi bukan usia kerja (0-14 tahun dan > 65 tahun.

Dalam kalkulasi matematis bonus demografi diukur dengan menurunnya rasio ketergantungan dari suatu negara yang proporsional dalam bilangan usia produktif yang meningkat. Namun begitu, menurut rumusan PBB, bonus demografi tidak serta merta terjadi ketika jumlah penduduk usia produktif menjadi besar, tetapi harus diiringi dengan peningkatan produktivitas dari penduduk usia kerjanya.

United Nation Population Fund (UNFPA) menyatakan bahwa suatu negara dapat menikmati bonus demografi ketika setiap orang dapat menikmati kesehatan yang baik, pendidikan yang berkualitas, pekerjaan yang layak dan kemandirian anak muda. Lantas — jika pakem ini dapat dijadikan rujukan bagi Indonesia yang hendak menggedor gerbang Indonesia emas pada tahun 2045, cukupkah kondisi dan situasinya memenuhi sarat seperti tersebut di atas ? Padahal, kondisi dan situasi tersebut hanya mungkin dimiliki dengan potensi jumlah penduduk yang mendapat perlakuan dari kebijakan yang baik dan berpihak kepada rakyat.

Inilah dilema bagi Indonesia yang tidak cukup memiliki potensi bonus demografi yang dapat diharap mampu mendorong generasi milenial Indonesia hari ini mempunyai persiapan yang cukup untuk masuk gerbang peradaban dunia yang baru, yang lebih kompleks dan lebih pesat melesat untuk sekedar diimbangi dengan segenap potensi dan kesiapan yang terbatas. Minimal ganjalannya adalah biaya pendidikan yang mengganjal pada semua tingkatan yang tak tertanggungkan. Belum lagi angkatan kerja yang terus terdesak oleh tenaga kerja asing serta kondisi stunting yang masih perlu diberi makan gratis.(Tim IM.jacobb Ereste)

 

Banten, 27 Mei 2024

Berita Terkait

Ketua TKBM: Lomba Belang Oktober Akan Lebih Besar Lagi, Menargetkan Maluku Tenggara Dan Siswa SMA
Mantan Bendahara Dinkes Bursel AT, Diduga Gelapkan Dana BOKB Rp400 Juta, APH Diminta Segera Bertindak
Polres SBB Amankan 4 Terduga Pelaku, Kapolres AKBP Andi Zulkifli: Kasus Masih Dikembangkan
Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026
“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎
DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ
Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan
Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 20 August 2026 - 06:44 WIT

Ketua TKBM: Lomba Belang Oktober Akan Lebih Besar Lagi, Menargetkan Maluku Tenggara Dan Siswa SMA

Wednesday, 24 June 2026 - 10:33 WIT

Mantan Bendahara Dinkes Bursel AT, Diduga Gelapkan Dana BOKB Rp400 Juta, APH Diminta Segera Bertindak

Tuesday, 2 June 2026 - 10:01 WIT

Polres SBB Amankan 4 Terduga Pelaku, Kapolres AKBP Andi Zulkifli: Kasus Masih Dikembangkan

Tuesday, 26 May 2026 - 14:02 WIT

Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026

Thursday, 7 May 2026 - 22:49 WIT

“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎

Berita Terbaru

Daerah

Sambut HUT ke-81 TNI AL, Kodaeral IX Gelar Doa Bersama

Wednesday, 9 Sep 2026 - 17:05 WIT