IM-PiruMuruwe- Menanggapi pemberitaan dari sebuah media Online yang menyatakan bahwa, Kepala Sekolah SD Yayasan Pendidikan Persekolahan Kristen ( YPPK)dr JB Sitanala Nuruwe mengusir Guru dan Siswa dari sekolahnya, langsung mendapat tanggapan dari Kepala Sekolah SD YPPK dr JB Sitanala Nuruwe, Ny N Felvina Mairissa S.Th yang menepis pemberitaan tersebut dan menyebutkannya sebagai Hoaks.
Mairissa yang ditemui disekolahnya, SD Kristen YPPK dr JB Sitanala Nuruwe, Desa Nuruwe, Kecamatan Kairatu Barat, pada Rabu, (10/11/2021) mengungkapkan bahwa, oknum.guru yang sengaja menyebarkan pemberitaan terkait sekolahnya itu, adalah Guru dari sekolahnya yang telah berminggu-minggu tidak menjalankan tugasnya, padahal disisi lain Baharuddin adalah Guru Wali kelas 5.
Kepsek menandaskan, oknum guru Baharuddin Wenno karena kebanyakan tidak masuk kelas (alpa), maka tidak mengetahui bahwa ada intruksi baru dari Kepala Sekolah sehingga ketika Baharuddin Wenno masuk ke kelas, Dia ditegur oleh Kepala Sekolah.yang memintanya untuk tidak masuk kelas tetapi berurusan dulu dengan Kepala Sekolah di kantor.
Menurut Kepala Sekolah asal Desa Lokki ini, terkait pemberitaan Anak – Anak Sekolah yang diusir dari ruang kelas, memang pihaknya yang meminta siswa untuk melakukan pembelajaran di ruang terbuka atau lingkungan sekolah, pasalnya sekolah SD Kristen YPPK dr JB Sitanala Nuruwe sedang membuat video pembelajaran masa di masa pandemik Covid-19, yang akan dilombakan oleh sekolah- sekolah yang berada pada Yayasan Pendidikan Persekolahan Kristen (YPPK) dr JB Sitanala.
“Makanya Kita ikut lomba ini , supaya Siswa disaat belajar bisa mengenali lingkungan, mengapa sampai belajar di lingkungan ruang terbuka, supaya bapak Ibu tahu bahwa lingkungan belajar itu bukan tergantung di dalam kelas saja, tetapi juga ada lingkungan luar ruang kelas sebagai media pembelajaran.” ulas Mairissa.
Mairissa mejabarkan, saat melakukan pembelajaran di luar ruang kelas kala itu, Siswa diarahkan untuk membaca, setelah itu dan bagi shift dimana ada sebagian Siswa yang telah selesai membaca akan melanjutkan dengan praktek komputer sementara yang lainnya terus membaca.
Selain itu juga, kalau dibilang dirinya mengusir Siswa dari kelas itu tidak mungkin karena dirinya adalah Kepala Sekolah yang melayani, karena selain menjadi Kepala Sekolah dirinya adalah Hamba Tuhan yang melayani di sebuah Gereja.
” Karena itu Beta tegaskan berita itu Hoaks dan Beta akan tuntut, Bapak Pers semestinya sebelum menulis datang ke Beta untuk konfirmasi dahulu” urai Mairissa
Mairissa kembali mengungkapkan, Baharuddin Wenno, adalah Guru di SD Kristen YPPK dr JB Sitanala Nuruwe, tapi tidak menjalankan tugasnya dengan baik dengan tidak masuk sekolah, akhirnya tanggung jawabnya dilimpahkan kepada Ibu Pesireron, sebagai Guru Wali Kelas 5, karena Kepsek Mairissa tidak ingin Para Siswa Kelas 5 ditelantarkan akibat ulah Baharuddin Wenno itu.
” Jadi intinya bukan Saya yang telantarkan Siswa tetapi Dia yang terlantarkan Siswanya silahkan tanya di Guru- Guru dan Siswa di sini” imbuh Mairissa menerangkan( Nicko Kastanja).







