IM — Ambon.’ — Ketua Koordinator Pelasana Harian Pelasana Lembaga Pengawasan Pembangunan Indonesia (LPPI), Abdul Hamid Rahayan, Mahal tidaknya kebutuhan yg di hadapi masarakat Maluku terpulang kepada sumber pendapatan Masarakat itu sendiri ,sekalipun barang mahal tapi jika pendapatanya memadai maka dianggap murah dan terjangkau sesuai pendapatan atau penghasilan masarakat. Tetapi sekalipun murah kalau masyaraktnya tidak berpenghasilan maka di anggap mahal, ucap Rahayan kepada media ini,Selasa(5/4).
Untuk itu, beberapa langkah yg harus di lakukan oleh Gubernur Maluku Murad Iamail yaitu;
- Mendorong percepatan pembangunan LIN dan ANP atau LIN dan SNP atau LIN dan KNP.
- Mendorong percepatan pembangunan proyek minyak dan gas di Marsela
- Mendorong percepatan pemekaran Provinsi Tenggara Raya dan calon Kabupaten Kota semaluku
- Mendorong di kelolahnya tambang Mas oleh infestor di Gunung Botak buru, di pulau Wetar dan di pulau Seram
- Jika beberapa hal tersebut terwujud maka tercipta lapangan pekerjaan ,terjadi peningkatan pendapatan Masarakat dan daerah sehingga Masarakat Maluku dapat menghadapi harga dalam bentuk apapun
Itulah solusi agar Masarakat Maluku keluar dari kesulitan dan istilah kemahalan, jelasanya.
Kata Rahayan, Sebaiknya diskusi atau percakapan kita fokus dan tertuju kepada masa depan dan problem yg di hadapi Maluku dan Rakyat Maluku. Karna di tempat lain di luar Maluku mereka suda mapan dalam berbagai aspek sehingga tinggal menyesuaikan diri, pungkasnya Rahayan.(IM03)







