INFOMALUKUNEWS.CM,AMBON,–Babak baru pertarungan pasca pemilu legislatif (Pileg) 2024 mulai ditabuh. Apalagi kalau bukan pemilihan kepala daerah (pilkada). Khusus Maluku selain pemilihan gubernur dan wakil gubernur, juga diikuti pemilihan bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota.
Menariknya, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Provinsi Maluku teruntuk calon gubernur kali ini, bisa disebutkan menjadi pertarungan harga diri dan jabatan bagi para kandidat.
Bagaimana tidak, dengan berbagai latar belakang yang berbeda dari para calon gubernur akan bersaing di 27 November 2024 mendatang untuk merebut tahtah kepemimpinan Maluku 5 tahun kedepan.
Dari beberapa Bakal Calon (Balon) kandidat yang berpotensi memimpin daerah ini tak perlu diragukan lagi, sebut saja Murad Ismail yang kapasitasnya sebagai Petahana pada periode 2019-2024, Brigadir Jenderal TNI Marhal Said Latuconsina yang merupakan Komandan Lantamal IX Ambon, Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Jeffre Apoli Rahawarin.
Tak hanya itu, ada juga Barnabas Nataniel Orno Mantan Wakil Gubernur Maluku Periode 2019-2024 , Febri Celvin Tetelepta (FCT) yang jabatannya sebagai KSP Deputi I Kepresidenan dan Hendrik Lewerissa (HL) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dapil Maluku Periode 2019-2024 dan juga terpilih sebagai DPR RI 2024-2029.
“Pertarungan ini tentu akan menarik bila dilihat dari sisi politik yang dinamis saat ini. Berbagai cara pun akan mereka lakukan demi menyabet kemenangan,” Kata Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Maluku Wandri Makasar, Kamis 18/07/24.
Bahkan, strategi koalisi dari sejumlah Parpol dalam arena politik yang dinamis ini akan menjadi kunci untuk memenangkan Pilkada lima tahun kedepan.
“Dimana Partai PDI Perjuangan, dengan kursi terbanyak, sedang menjalin koalisi dengan beberapa partai seperti Nasdem, Hanura, dan Perindo untuk mendukung kandidatnya,” jelasnya.
Sementara itu, Gerindra mengandalkan kekuatan lokal dan dukungan dari partai lain untuk menguatkan posisi Hendrik Lewerissa. Demokrat juga membangun koalisi dengan PKS, PKB, dan PPP untuk mengamankan posisi Murad Ismail.
“Ini akan menjadikan persaingan yang ketat, dimana dukungan dari partai kecil juga bisa menjadi penentu kemenangan bagi para baka calon,” ujarnya
Dilain sisi, Jeffre Apoli Rahawarin dan Murad Ismail lanjut Sumber bahwa, hal ini tentu akan menjadi fokus utama para kandidat lainnya, Jeffri dengan dukungan dari beberapa elit partai termasuk NasDem yang memiliki elektabilitas yang tinggi tak bisa dipandang remeh.
Sedangkan Murad Ismail, yang memiliki latar belakang kepolisian sudah tentu akan mempertahankan basis dukungan dari Demokrat dan beberapa Parpol hingga tim pemenangnya .
Lanjut Wandri, ada juga FCT yang kini semakin dekat dan erat dengan PDIP, selain jabatan negara KSP deputi I kepresidenan FCT juga selaku Kader Partai PDIP dan kini menunggu rekomendasi.
“Semoga para calon kandidat jangan terlalu menampilkan karya-karya lucu lucuan, visi misi juga jangan banyak tapi tidak mampu realisasikan,” unkap Wandri. (IM-06).







