Infomalukunews.com, Ambon – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Angela Herliani Tanoesoedibjo, secara resmi melantik jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) se-Maluku, serta Pemuda Perindo periode 2024–2029.
Pelantikan berlangsung di Gedung Baileo Oikumene, Kota Ambon, jumat (6/11/2026), dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, pengurus DPP Partai Perindo, serta ratusan kader dan pengurus Partai Perindo dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Maluku.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Jenderal DPP Partai Perindo, Dr. Ferry Kurnia Rizkiyansyah, jajaran pengurus DPP, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam, serta Ketua DPW Partai Perindo Maluku yang juga anggota DPRD Provinsi Maluku, Welhelm D. Kurnala.
Pelantikan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat peran politik Partai Perindo dalam mengawal pembangunan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Maluku.
Welhelm Kurnala: Potensi Laut dan Pangan Lokal Harus Dikembangkan
Ketua DPW Partai Perindo Maluku, Welhelm D. Kurnala, dalam sambutannya menegaskan bahwa Maluku memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar dan harus dikelola secara optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, sekitar 97 persen wilayah Maluku merupakan laut. Kondisi geografis tersebut menjadi kekuatan strategis yang harus dijaga dan dikembangkan melalui pengelolaan potensi kelautan dan perikanan secara berkelanjutan.
Selain sektor kelautan, Kurnala juga menyoroti potensi pangan lokal seperti sagu, embal, dan berbagai komoditas unggulan daerah lainnya yang perlu dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif masyarakat.
Ia menegaskan, Partai Perindo berkomitmen untuk terus berjalan bersama masyarakat Maluku, melihat berbagai persoalan yang dihadapi, serta ikut mencari solusi melalui perjuangan politik dan kerja nyata.
“Intinya, banyak berdoa, Tuhan pasti buka jalan,” demikian pesan Kurnala dalam sambutannya.
Angela Tanoesoedibjo: Kekayaan Maluku Harus Berujung pada Kesejahteraan
Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Perindo, Angela Herliani Tanoesoedibjo, mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Maluku merupakan pengalaman pertama menginjakkan kaki di Bumi Raja-Raja.
Namun, kunjungan tersebut langsung memberikan kesan tersendiri baginya, terutama karena Maluku memiliki kekuatan industri kreatif dan melahirkan banyak musisi berbakat.
Menurut Angela, Maluku menyimpan potensi besar yang tidak hanya bertumpu pada kekayaan alam, tetapi juga sektor pariwisata, ekonomi biru, perikanan, serta kualitas sumber daya manusia.
Mantan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut mengingatkan bahwa kekayaan alam yang melimpah tidak secara otomatis menjamin kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, tantangan global, kondisi nasional, hingga tekanan fiskal ke depan harus menjadi perhatian bersama. Para pemimpin dan kader partai politik dituntut memiliki kesiapan mental, meningkatkan kapasitas diri, serta mampu membaca dan menghadapi perubahan zaman.
Angela juga menegaskan bahwa pengurus yang baru dilantik tidak boleh hanya berpuas diri dengan terbentuknya struktur organisasi.
Menurutnya, konsolidasi partai harus diperkuat hingga tingkat akar rumput. Kekuatan organisasi harus dibangun secara nyata, termasuk memperluas basis dukungan politik dan memperjuangkan keterwakilan Partai Perindo hingga ke lembaga legislatif atau DPRD.
Ia turut mengajak seluruh kader untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terlepas dari berbagai dinamika politik nasional yang mungkin terjadi.
Gubernur Hendrik Lewerissa Minta Perindo Kawal Pembangunan Maluku
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa meminta Partai Perindo mengambil bagian dalam mengawal pembangunan daerah melalui gagasan kritis, masukan konstruktif, serta program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Lewerissa menegaskan, kekayaan sumber daya alam Maluku harus dikelola secara bertanggung jawab agar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan dan hilirisasi komoditas unggulan daerah, seperti kelapa, cengkeh, pala, ubi kayu, dan sagu.
Menurutnya, pengembangan sektor-sektor tersebut harus menjadi perhatian bersama agar Maluku tidak hanya menjadi daerah penghasil bahan mentah, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Gubernur juga mengingatkan bahwa perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi alasan untuk memecah belah persatuan.
Sebaliknya, kolaborasi antara pemerintah, partai politik, dan seluruh elemen masyarakat merupakan modal penting untuk mendorong kemajuan Maluku.
Diawali Workshop Bedah Dapil, Pelantikan Ditutup dengan Bantuan Sosial
Sebelum agenda pelantikan pada malam hari, Partai Perindo terlebih dahulu menggelar kegiatan Workshop Bedah Daerah Pemilihan (Dapil) di Hotel Manise Ambon pada pagi hari.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kader, meningkatkan pemahaman mengenai strategi politik dan pemetaan daerah pemilihan, sekaligus mempersiapkan kekuatan organisasi dalam menghadapi agenda politik mendatang.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelantikan pengurus DPW, DPD se-Maluku, dan Pemuda Perindo di Gedung Baileo Oikumene.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan pelantikan juga diakhiri dengan penyerahan bantuan sembako dan bantuan berupa kendaraan bermotor untuk pengemudi ojek oleh sejumlah perwakilan yang hadir.
Pelantikan tersebut diharapkan menjadi titik awal bagi kepengurusan baru Partai Perindo di Maluku untuk memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas pengabdian kepada masyarakat, serta membuktikan bahwa kekuatan politik harus berjalan seiring dengan kerja nyata.
Dengan demikian, Partai Perindo tidak hanya hadir sebagai kekuatan politik, tetapi juga mampu menjadi bagian dari perjuangan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong Maluku menuju masa depan yang lebih maju.
Catatan Redaksi InfoMalukuNews.com: Kekuatan partai politik tidak semata-mata diukur dari jumlah pengurus dan besarnya struktur organisasi, tetapi dari sejauh mana kehadirannya mampu memperjuangkan aspirasi, menjawab persoalan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(IM-03)







