IM — PIRU.’ — Masyarakat di desa Kasieh Kecamatan Taniwel Kabupaten Seram Bagian Barat, menolak aktivitas Tambang Marmer PT Gunung Makmur Indah. Akibat Tambang Marmer, PT GMI, picu konflik antar desa Kasieh dan Hulung.
Akibat gagalnya infestasi PT Gunung Makmur Indah di desa Kasie, karena di tolak oleh masyarakat maka PT GMI melakukan kerja sama dengan desa Hulung yang perbatasan langsung dengan desa Kasie yang menguasai sebagian hak atas sumber daya alam tersebut untuk melakukan aktivitas.
Merasa di hianati dan hak adat negeri yang di klaim sehingga masyarakat desa Kasie menyerang desa Hulung dengan membawa alat tajam.
Menurut mereka, aktivitas tambang dapat merusak lingkungan, yang menjadi sumber kehidupan masyarakat desa Kasieh. Masyarakat khawatir kehadiran tambang tersebut akan merusak lingkungan dan terjadi kebanjiran.
Di wilayah rencana tambang tersebut merupakan tanah adat, tanah Leluhur yang mana kami anak – anak cucu harus menjaganya.
Ketika media Infomaluku.news konfirmasih Kepala Desa Kasie, melalui telepon selulernya, Kamis (22/9/2022), mengatakan, sedang tidak berada di tempat. “Beta ada di piru ini, baru abis pertemuan dengan Pak Bupati, beta baru tau kejadian di kampong dan sekarang beta dalam perjalanan pulang, ujar Kades Kasieh.
Ia katakan, tidak ada korban jiwa, baik itu dari masyarakat desa Kasie maupun desa Hulung. Ia berharap agar masyarakat dua desa tersebut jangan terpancing dengan insu yang di mainkan oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga masyarakat di korbankan demi kepentingan kelompok tertentu, tutupnya.(IM03)







