Infomalukunews.com, Ambon – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Maluku untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas jangkauan pemasaran guna memperkuat perekonomian daerah dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Pesan tersebut disampaikan melalui sambutan Gubernur Maluku yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku, Sadali Ie, dalam kegiatan Maluku Manggurebe 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia Perwakilan Maluku di Ambon, Jumat (9/10/2026).
Hendrik mengapresiasi konsistensi Bank Indonesia dalam menyelenggarakan kegiatan Maluku Manggurebe sebagai wadah promosi sekaligus pengembangan usaha bagi pelaku UMKM di Maluku.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki peran strategis dalam mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai pihak yang dapat mendukung pengembangan bisnis, mulai dari pemerintah, perbankan, hingga dunia usaha.
Pemerintah Provinsi Maluku memandang UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat. Selain berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja, sektor ini juga memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dan membuka peluang usaha baru di berbagai wilayah.
Maluku sendiri memiliki kekayaan sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan, di antaranya hasil perikanan, pala, cengkeh, kelapa, serta berbagai produk olahan pangan dan kerajinan tradisional.
Potensi tersebut, kata Hendrik, perlu dikelola secara optimal melalui inovasi dan pengembangan produk agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Karena itu, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mengandalkan pola pemasaran konvensional, tetapi juga mulai memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk memperluas jangkauan konsumen.
Promosi melalui platform digital, pemanfaatan perdagangan daring, serta penggunaan sistem pembayaran nontunai dinilai dapat membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.
Selain inovasi dan pemasaran, Hendrik juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem UMKM yang kuat dan berkelanjutan.
Sinergi berbagai pihak tersebut diperlukan untuk memperluas akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui pendampingan, serta membuka peluang pemasaran yang lebih besar bagi produk-produk unggulan Maluku.
Dalam kegiatan tersebut, turut disampaikan bahwa perekonomian Maluku tumbuh sebesar 5,31 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,14 persen.
Capaian tersebut diharapkan dapat terus diperkuat melalui pengembangan sektor-sektor produktif, termasuk UMKM yang memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Melalui penyelenggaraan Maluku Manggurebe 2026 dan penguatan sektor UMKM, Pemerintah Provinsi Maluku berharap pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.
Pengembangan produk lokal juga diharapkan mampu mendorong lahirnya UMKM yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing, sehingga produk-produk unggulan Maluku tidak hanya mampu menembus pasar nasional, tetapi juga berpeluang bersaing di pasar internasional.
Dengan demikian, UMKM diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat struktur ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku.(IM-03)







