InfoMalukuNews.com,Ambon — Sebanyak 240 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon golongan II dan III mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) di Balai Diklat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku, Selasa (6/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ambon, Roberd Sapulette, menegaskan bahwa Latsar bukan sekadar tahapan administratif untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), tetapi menjadi momentum penting untuk membentuk aparatur yang berintegritas, disiplin, profesional, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Sapulette mengapresiasi seluruh peserta yang telah berhasil melewati proses seleksi CPNS yang panjang dan ketat. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan lolos seleksi harus diikuti dengan komitmen untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Menurutnya, tantangan birokrasi modern menuntut aparatur sipil negara (ASN) bekerja lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Karena itu, para CPNS harus meninggalkan pola kerja yang tidak efektif serta membangun budaya kerja yang mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Di tengah tuntutan birokrasi yang semakin modern, ASN tidak lagi bisa bekerja dengan cara-cara lama. CPNS dituntut untuk lincah, adaptif, serta berorientasi pada hasil dengan memegang teguh nilai dasar BerAKHLAK,” ujar Sapulette.
Nilai dasar BerAKHLAK tersebut meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Nilai-nilai ini diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Tegaskan Penolakan terhadap KKN
Selain menekankan pentingnya profesionalisme, Sapulette menggarisbawahi bahwa Latsar juga menjadi sarana untuk menanamkan jiwa bela negara kepada para CPNS.
Menurutnya, bela negara bagi ASN di era modern diwujudkan melalui kedisiplinan, integritas, kepatuhan terhadap aturan, serta komitmen memberikan pelayanan publik secara adil tanpa membeda-bedakan masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya menolak praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), sekaligus menjaga kedamaian dan persatuan di Kota Ambon.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa setiap ASN harus mampu menjaga kepercayaan publik dan tidak menyalahgunakan jabatan maupun kewenangan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
930 CPNS Ikuti Latsar dalam 24 Angkatan
Selama satu minggu ke depan, para peserta akan mendapatkan pembinaan dan pelatihan dari widyaiswara serta pelatih untuk memperkuat kompetensi, karakter, dan kesiapan mereka dalam menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah.
Sapulette meminta seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap ilmu, memperluas jejaring kerja, menjaga kesehatan, serta membangun sikap dan perilaku yang mencerminkan seorang pelayan masyarakat.
Ia juga menitipkan para peserta kepada mentor dan panitia agar proses pembinaan dilakukan secara serius sehingga mampu melahirkan aparatur yang andal dan bermoral.
“Wajah masa depan birokrasi Kota Ambon ada di pundak saudara-saudara sekalian. Kepada para mentor dan panitia, saya titipkan para CPNS ini untuk dibimbing dan dibentuk menjadi kader birokrasi yang andal serta bermoral,” pungkasnya.
Untuk diketahui, total CPNS Pemkot Ambon yang mengikuti Latsar tahun ini mencapai 930 orang. Seluruh peserta dibagi ke dalam 12 gelombang dan 24 angkatan.
Kegiatan Latsar tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie.
Melalui pelatihan ini, Pemkot Ambon diharapkan mampu menyiapkan aparatur yang tidak hanya memenuhi persyaratan kompetensi, tetapi juga memiliki integritas kuat, menjunjung tinggi etika, menolak KKN, serta berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Alternatif judul yang lebih tajam
Sekda Ambon Ingatkan 240 CPNS: Jangan Korupsi, Layani Rakyat Tanpa Pilih Kasih
930 CPNS Pemkot Ambon Ikuti Latsar, Integritas dan Penolakan KKN Jadi Sorotan
Roberd Sapulette Tegaskan CPNS Ambon Harus Tinggalkan Pola Kerja Lama
Sekda Ambon: Masa Depan Birokrasi di Tangan CPNS, Integritas Tak Bisa Ditawar
Latsar 240 CPNS Ambon Dimulai, Sekda Ingatkan Bahaya KKN dan Penyalahgunaan Jabatan
Rekomendasi saya: Judul nomor 1 paling tajam dan kuat untuk media online karena langsung mengangkat pesan utama Sekda mengenai integritas dan pelayanan publik tanpa pilih kasih.(IM-03)







