Infomalukunews.com,Dobo- Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2026 diperingati pada hari Kamis, 17 September 2026 dengan Tema Utama: “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju” (atau “Terhubung, Melayani, Bergerak untuk Negeri” pada beberapa referensi regional
Perayaan Hari Perhubungan Nasional diperingati di halaman kantor otoritas UPP kelas III Dobo Wakil Bupati Kepulauan Aru, Moh. Djumpa bertindak sebagai inspektur upacara.
Turut hadir wakil bupati Kepulauan Aru Moh. Djumpa, Kepala UPP Kelas III Dobo, Ruswan Wuturwut, Kepala Dinas Perhubungan Darat Dobo, Benony Liesal, SE,M.M., Koramil Dobo 15-03, Inf. Eddy Patimin, Kepala UPBU Dobo, Indriawan, S.SiT, M.M., unsur Polri, serta para ASN Kementerian Perhubungan, dan unsur masyarakat.
Dalam sambutan Menteri perhubungan yang dibacakan oleh Moh. Djumpa, wakil bupati Kepulauan Aru tersebut, Menteri Perhubungan menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan akibat berbagai peristiwa kecelakaan transportasi.
“Keselamatan tidak pernah boleh menjadi rutinitas administratif. Terhadap sistem yang kita bangun dan kita awasi, keselamatan adalah tanggung jawab moral,” ujar Wabup Aru.
Dikatakan, jajaran Kementerian Perhubungan dalam beberapa waktu terakhir harus merespons berbagai kondisi darurat, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, erupsi Gunung Anak Krakatau, gangguan penerbangan hingga kecelakaan pelayaran.
Dalam kondisi tersebut, keselamatan dan konektivitas harus dijaga secara bersamaan. Petugas dituntut berani menghentikan operasi apabila kondisi tidak aman, namun tetap cepat mencari alternatif agar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan tidak terputus.
Menurutnya, transportasi memiliki peran strategis dalam menghubungkan pulau dengan pulau, kota dengan desa, sentra produksi dengan pasar, serta masyarakat dengan layanan pendidikan dan kesehatan.
“Transportasi tidak dipandang semata sebagai urusan kendaraan dan infrastruktur. Sebuah pelabuhan dapat mengubah kehidupan satu pulau, penerbangan perintis dapat mempersingkat perjalanan berhari-hari menjadi hitungan jam, dan jalur kereta api dapat membuka pusat-pusat ekonomi baru,” ujarnya.
Ia menambahkan, angkutan massal yang baik dapat menghemat waktu masyarakat, sementara sistem logistik yang efisien memastikan hasil petani, nelayan dan pelaku usaha dapat tersalurkan dengan biaya yang lebih wajar.
Karena itu, konektivitas antara pusat produksi dan permukiman perlu terus diperkuat untuk menekan biaya angkut dan logistik sekaligus mendorong pemerataan pembangunan.
Khusus wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), layanan transportasi perintis juga harus terus dijaga agar masyarakat tetap terhubung.
Penguatan angkutan massal, integrasi antarmoda serta pembenahan sistem logistik dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas nasional.
Di sisi lain, pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk memperkuat pengawasan dan meningkatkan efektivitas pelayanan.
“Secanggih apa pun teknologi, ujung dari pelayanan publik tetap manusia. Aplikasi, sistem pengawasan dan infrastruktur terbaik pada akhirnya berpulang kepada integritas, kepedulian dan keberanian kita mengambil keputusan yang benar,” katanya.
Seluruh insan Perhubungan juga diingatkan untuk mengamalkan nilai-nilai 5 Citra Manusia Perhubungan dalam menjalankan tugas, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan serta memastikan keselamatan dan keamanan jasa transportasi.
Menteri Perhubungan turut memberikan apresiasi kepada para petugas yang tetap menjalankan tugas ketika sebagian besar masyarakat tidak melihat langsung pengabdian mereka.
Mulai dari petugas yang memeriksa landasan, mengawasi pergerakan kapal, memastikan persinyalan kereta berfungsi, memeriksa kendaraan, mengatur navigasi dan lalu lintas hingga mereka yang bertugas di stasiun, pelabuhan dan bandar udara.
“Untuk seluruh pengabdian itu saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih,” ucapnya.
Meski demikian, seluruh jajaran Perhubungan diminta tidak cepat berpuas diri atas berbagai capaian yang telah diraih. Sebab, ukuran keberhasilan sektor transportasi pada akhirnya harus dilihat dari manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam momentum Harhubnas 2026, bulan September ini dicanangkan sebagai Bulan Keselamatan Transportasi.
“Bulan September 2026 ini, kita canangkan sebagai awal untuk membangun budaya keselamatan yang lebih kuat sepanjang tahun,” pungkasnya. (IM DW)







