Infomalukunews.com.Dobo- Kantor UPP Kelas III Dobo memberikan bantuan kepada masyarakat melalui penyerahan sertifikat Pas Kecil bagi kapal milik nelayan dan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru.
Sebanyak kurang lebih 30 Pas Kecil diserahkan kepada nelayan dalam momentum Harhubnas yang diperingati pada 17 September 2026. Sertifikasi tersebut merupakan hasil pengukuran yang dilakukan tim ahli ukur UPP Kelas III Dobo di sejumlah desa di wilayah Kepulauan Aru.
Ruswan Wusurwut, Kepala UPP Kelas III Dobo menyampaikan, kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan sebagai bagian dari peringatan Harhubnas, tetapi menjadi langkah awal untuk mendorong seluruh kapal masyarakat di Kepulauan Aru memiliki legalitas dan identitas kendaraan laut.
“Kami berharap strategi ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan, setiap bulan kami akan memiliki target hingga seluruh kapal nelayan dan masyarakat yang memiliki transportasi laut di Kepulauan Aru dapat memiliki Pas Kecil,” ujarnya. Kamis, (17/9/2026).
Menurutnya, Pas Kecil memiliki fungsi penting sebagai identitas kapal sekaligus dapat menjadi salah satu persyaratan bagi masyarakat untuk mengakses berbagai program bantuan, termasuk bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Program tersebut turut dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan di Kepulauan Aru. Kolaborasi itu diarahkan untuk memastikan nelayan yang memiliki kapal dapat memperoleh sertifikasi dan dokumen kapal sesuai ketentuan.
Selain sertifikasi kapal, momentum Harhubnas juga menjadi ruang untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan masyarakat terkait konektivitas transportasi laut.
Salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian adalah frekuensi angkutan kapal perintis yang saat ini dinilai belum maksimal karena hanya melayani sekitar dua minggu sekali.
Karena itu, pihak UPP III Kelas III Dobo mengusulkan agar frekuensi pelayanan dapat ditingkatkan menjadi satu minggu sekali sehingga mobilitas masyarakat Kepulauan Aru dapat berjalan lebih lancar.
“Transportasi merupakan salah satu keluhan masyarakat selama ini. Kami berharap ke depan frekuensinya bisa ditingkatkan menjadi satu minggu sekali sehingga konektivitas masyarakat Kepulauan Aru semakin lancar,” katanya.
Pertemuan dengan Pemerintah Daerah.!
Dalam rapat sebelumnya, pihaknya juga menyampaikan rencana program mudik gratis untuk angkutan Natal dan Tahun Baru 2027. Kepulauan Aru diproyeksikan memperoleh kuota sekitar 1.500 penumpang yang akan menggunakan kapal milik PT Dharma Indah dari Ambon.
Pengaturan jadwal menjadi perhatian agar program tersebut tidak bertepatan dengan jadwal kapal Pelni, sehingga kuota yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Selain itu, antisipasi juga dilakukan terhadap peningkatan arus mudik dan balik dari wilayah Papua yang menjadikan Pelabuhan Dobo sebagai salah satu titik persinggahan.
“Untuk menghadapi kondisi tersebut, koordinasi dilakukan dengan sejumlah pihak, termasuk Dinas Perhubungan di wilayah Papua, terutama Merauke, guna mengantisipasi kebutuhan transportasi melalui kemungkinan deviasi kapal,” ucapnya.
Sementara untuk peningkatan armada, UPP Kelas III Dobo juga telah mengusulkan penambahan satu armada dari PT Dharma Indah sebagai operator swasta.
Terakhir, langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas transportasi laut sekaligus menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada angkutan laut.(IM-DW)







