Tarif Ojek di Tual-Malra Naik Imbas BBM Non Subsidi, FPMM Minta Pemda Turun Tangan

- Publisher

Saturday, 13 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com, Tual /Malra – Kenaikan harga bahan bakar minyak/BBM non subsidi memicu penyesuaian tarif angkutan ojek di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara/Malra. Kondisi ini membebani pengguna jasa sekaligus pengemudi ojek.

Ketua Front Pemuda Muslim Maluku/FPMM Malra Budi Iwan mengatakan kenaikan tarif terjadi seiring meningkatnya biaya operasional harian pengemudi. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat, khususnya pelajar dan pekerja yang menggantungkan transportasi ojek, Jumat 12/6/2026.

“Kenaikan harga BBM non subsidi memicu penyesuaian tarif ojek di Tual dan Malra. Ini beban bagi pelajar dan pekerja yang setiap hari pakai ojek,” ujar Budi Iwan.

Budi menilai kenaikan BBM berdampak dua sisi. Pengemudi terpaksa menaikkan tarif karena biaya operasional naik, sementara masyarakat harus mengeluarkan biaya transportasi lebih tinggi.

FPMM Minta Pemda dan DPRD Bertindak

Budi meminta Pemerintah Kota Tual, Pemerintah Kabupaten Malra, serta DPRD dua daerah segera turun tangan. FPMM mendorong pemda melakukan pengawasan harga BBM dan tarif angkutan, sekaligus menyiapkan skema insentif bagi pengemudi ojek.

“DPRD harus pakai fungsi pengawasan dan rapat dengar pendapat untuk dengar keluhan pengemudi dan pengguna. Jangan sampai kenaikan ini terus berlanjut tanpa solusi,” tegasnya.

FPMM juga mendorong Dinas Perhubungan dan Dinas Koperasi-UMKM dua daerah memfasilitasi dialog antara pengemudi, pengelola pangkalan, dan masyarakat. Tujuannya menyepakati tarif wajar yang tidak memberatkan kedua pihak.

Menurut Budi, negara harus hadir melindungi kelompok rentan. “Kalau tarif terus naik, pelajar bisa berhenti sekolah dan pekerja kehilangan pendapatan. Pemerintah wajib hadir,” katanya.

FPMM Malra menyatakan siap berdialog dengan pemda dan DPRD untuk mencari solusi jangka pendek dan panjang. Organisasi ini juga akan melakukan pendataan pengemudi ojek terdampak sebagai bahan advokasi kebijakan. (Tim Liputan)

Berita Terkait

Tiga Tokoh Demokrat Maluku Siap Rebut Ketua, Siapa yang Direstui AHY?
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aru Lakukan Kunjungan Kerja Perdana ke Aru Selatan
Sasi Adat SD Negeri Walafau Dibuka, Anak-anak Bisa Kembali Belajar
Tomanussa: Pendidikan Harus Jadi Fondasi Utama Pembangunan Buru Selatan
Komisi I DPRD Maluku Konsultasi ke Wamen Hukum, Bahas Ranperda Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat
Bukan Sekadar Makan Siang, Pangdam Pattimura Tanamkan Semangat Prestasi dan Kebersamaan
Wali Kota Bodewin Ajak Pelajar Ambon Rajin Menabung Sejak Dini
Bangun Integritas dan Cegah Kejahatan Sejak Dini, Ditreskrimsus Polda Maluku Bekali Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Ambon
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 27 August 2026 - 23:08 WIT

Tiga Tokoh Demokrat Maluku Siap Rebut Ketua, Siapa yang Direstui AHY?

Thursday, 27 August 2026 - 22:42 WIT

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aru Lakukan Kunjungan Kerja Perdana ke Aru Selatan

Thursday, 27 August 2026 - 15:39 WIT

Sasi Adat SD Negeri Walafau Dibuka, Anak-anak Bisa Kembali Belajar

Thursday, 27 August 2026 - 15:35 WIT

Tomanussa: Pendidikan Harus Jadi Fondasi Utama Pembangunan Buru Selatan

Thursday, 27 August 2026 - 14:07 WIT

Komisi I DPRD Maluku Konsultasi ke Wamen Hukum, Bahas Ranperda Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

Berita Terbaru