Dana Hibah Masjid Jami Luhu Jadi Sorotan di Tengah Mandeknya Kasus ADD/DD

- Publisher

Friday, 22 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com. SBB–Berbagai dugaan korupsi yang menyelimuti Pemerintah Desa Luhu, Kecamatan Huamual, kembali menjadi sorotan masyarakat. Warga menilai penanganan kasus dugaan korupsi ADD/DD dan PADes oleh Polres Seram Bagian Barat (SBB) berjalan lamban dan belum menunjukkan perkembangan berarti.

Pasalnya, penyelidikan dugaan korupsi Dana Desa Luhu disebut telah berlangsung selama kurang lebih dua tahun tanpa kejelasan hukum, padahal aparat kepolisian dikabarkan telah mengantongi hasil audit kerugian negara dari Inspektorat dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah.

Di tengah belum tuntasnya perkara tersebut, kini muncul lagi dugaan penyalahgunaan dana hibah renovasi tempat wudhu dan pagar Masjid Jami Luhu yang bersumber dari Bagian Kesra Kabupaten SBB sebesar Rp200 juta pada tahun anggaran 2025.

Tokoh masyarakat Luhu, Sulaiman Lisaholith, menilai pekerjaan renovasi tersebut tidak sesuai dengan besarnya anggaran yang telah dicairkan.

“Cuma pekerjaan kanopi tempat wudhu dan pagar Masjid Jami Luhu dengan anggaran sebesar itu seharusnya sudah selesai pada Desember 2025. Anggaran itu dicairkan sekitar Mei 2025 lalu, namun sampai sekarang belum juga selesai alias mangkrak,” ujar Lisaholith kepada wartawan, Kamis (21/05/2026).

Ia menilai penggunaan dana hibah untuk tempat ibadah seharusnya dikelola secara transparan dan bertanggung jawab.

Menurutnya, masyarakat mempertanyakan realisasi pekerjaan yang dinilai belum sebanding dengan anggaran yang telah dikucurkan.

“Uang Rp200 juta itu terlalu besar untuk pekerjaan sekecil kanopi tempat wudhu dan renovasi pagar masjid. Anehnya, tempat wudhu belum selesai dikerjakan, sementara pagar juga belum rampung sepenuhnya. Dana masjid saja bisa disunat, apalagi ADD/DD dan PADes,” katanya.

Lisaholith juga mendesak Polres Seram Bagian Barat segera menuntaskan dugaan korupsi Dana Desa Luhu agar tidak memicu keresahan yang lebih besar di tengah masyarakat.

“Jangan jadikan ini bom waktu antara masyarakat dan pemerintah desa. Kami peringatkan Polres SBB segera tuntaskan perkara dugaan korupsi Dana Desa Luhu. Jika tidak, akan muncul lagi dugaan korupsi lainnya dan kemarahan masyarakat bisa memuncak,” tegasnya.

Ia turut menyoroti dugaan praktik lain yang disebut merugikan masyarakat, mulai dari dugaan korupsi ADD/DD, PADes, dana hibah masjid hingga dugaan pungutan retribusi ilegal di tambang sinabar. (IM-Tim).

Berita Terkait

Gerak Cepat, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena Turun Langsung ke Lokasi Kebakaran Batu Merah
Tiga Tokoh Siap Rebut Kursi Ketua Demokrat Maluku, Siapa Pilihan AHY?
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aru Lakukan Kunjungan Kerja Perdana ke Aru Selatan
Sasi Adat SD Negeri Walafau Dibuka, Anak-anak Bisa Kembali Belajar
Tomanussa: Pendidikan Harus Jadi Fondasi Utama Pembangunan Buru Selatan
Komisi I DPRD Maluku Konsultasi ke Wamen Hukum, Bahas Ranperda Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat
Bukan Sekadar Makan Siang, Pangdam Pattimura Tanamkan Semangat Prestasi dan Kebersamaan
Wali Kota Bodewin Ajak Pelajar Ambon Rajin Menabung Sejak Dini
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 28 August 2026 - 21:13 WIT

Gerak Cepat, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena Turun Langsung ke Lokasi Kebakaran Batu Merah

Friday, 28 August 2026 - 08:47 WIT

Tiga Tokoh Siap Rebut Kursi Ketua Demokrat Maluku, Siapa Pilihan AHY?

Thursday, 27 August 2026 - 22:42 WIT

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aru Lakukan Kunjungan Kerja Perdana ke Aru Selatan

Thursday, 27 August 2026 - 15:39 WIT

Sasi Adat SD Negeri Walafau Dibuka, Anak-anak Bisa Kembali Belajar

Thursday, 27 August 2026 - 15:35 WIT

Tomanussa: Pendidikan Harus Jadi Fondasi Utama Pembangunan Buru Selatan

Berita Terbaru