Infomalukunews.com, Ambon, Aparat kepolisian Polres Buru Selatan, Maluku didesak segera menangkap bendahara Dinas Kesehatan Kabupaten Buru Selatan, Ongen Tomnusa terkait kasus dugaan korupsi dana Keluarga Berencana (KB) senilai Rp1,99 miliar.
Dana KB itu bersumber dari APBN dan diperuntukan untuk menunjang pelayanan program pengendalian penduduk dan keluarga berencana di enam kecamatan di Buru Selatan.
Sayangnya, dana tersebut salah penggunaan dan berpotensi korupsi. Untuk, publik mendesak aparat penegakan hukum baik aparat kepolisian maupun kejaksaan segera melakukan pemeriksaan terhadap bendahara Ali Tomnusa. Ali dinilai sebagai otak yang bertanggungjawab atas pendanaan yang belum dirasakan langsung oleh masyarakat.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( DKPPKB), Yurdin Halibi mengatakan anggaran yang ditandatangani senilai Rp1,99 miliar.
“Pak anggaran yang saya beta TTD senilai Rp1.99800 rupiah,”ujarnya saat dihubungi, Rabu (11/2).
Ia bilang sejak Buru Selatan resmi menjadi kabupaten sendiri terpisah dari Kabupaten Buru hingga saat ini, belum ada Laboratorium Kesehatan. Untuk itu dibawah kepemimpinan Bupati, La Hamidi dan Wakil Bupati, Gerson Elieser Selsily sesuai dengan visi-misi meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, salah satunya akan membangun Labkes.
“Karena di Bursel belum memiliki Labkes maka dalam waktu dekat akan dibangun Labkes,” terangnya.
Menurutnya, untuk mendukung operasional dari Labkes tersebut, DKPPKB Bursel membutuhkan sebanyak 40 tenaga lulusan analisis kesehatan. ” LKita butuh kurang lebih 40 orang untuk nantinya di tempat di Labkes tersebut,” ungkapnya.
Labkes ini lanjutnya, akan beroperasi paling lambat 2027 mendatang. Olehnya itu masyarakat Buru Selatan yang selama ini memeriksa berbagai sampel kesehatan di Laboratorium yang ada di Ambon bisa langsung memeriksa berbagai sampel kesehatan di Labkes, jika selesai di bangun dan difungsikan.
“Kalau Labkesnya sudah ada, pasti masyarakat tidak akan ke Ambon lagi, tetapi sudah bisa menggunakan Labkes di Buru Selatan,”jelasnya (IM-03)






