Infomomalukunews.com, Buru Selatan, –Sejumlah warga dari dua desa terlibat perkelahian saat mengisi liburan di wisata Air Babunyi, Desa Mepa, Kecamatan Leksula, Kabupaten Buru Selatan, Maluku.
Kepala Polsek Leksula Iptu Bastian Tuhuteru mengatakan peristiwa bermula ketika dua orang warga bernama Endo Lesnussa dan Bonte Solissa warga Desa Ewiri berkelahi. Mereka, kata dia berkelahi setelah mengonsumsi minuman keras (miras) jenis sopi di lokasi wisata.sabtu 3/1/26.
“Miras dibeli di lokasi wisata, pedagang atau ibu-ibu jual sopi disana,”ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (3/2).
Ia bilang Endo dan Bonte berkelahi sempat membuat wisatawan yang tengah menikmati suasana air babunyi sempat panik. Warga pun berkumpul dan terjadi konsentrasi massa. Massa dari Desa Mepa dan Desa Ewiri kemudian saling berkelahi hingga ke tengah laut.
Akibat perkelahian itu, satu orang warga asal Desa Mepa bernama Awi Lesnussa menjadi korban luka setelah diamuk massa dan tersungkur hingga ke laut.
Perkelahian pun tak terhindarkan setelah massa dari kedua desa yang melakukan liburan di pantai air babunyi saling serang. Mereka saling balas serang dari bibir pantai hingga ke tengah laut. Terlihat beberapa warga membawa batang bambu mengejar warga lain yang berusaha menyelamatkan diri dengan menumpangi perahu nelayan.
Sementara beberapa warga yang terlambat tumpangan perahu untuk menyelamatkan diri sempat dianiaya warga dengan batang bambu. Sedangkan warga lain seperti anak-anak dan perempuan kocar-kacir dan menyelamatkan diri setelah massa yang tengah di pengaruhi minuman keras saling terlibat perkelahian.
Bastian mengklaim saat ini kondisi di wisata pantai air babunyi sudah berangsur membaik setelah petugas dikerahkan dengan speedboat sekitar 15 menit menuju lokasi wisata.
Ia menuturkan warga yang terlibat perkelahian sudah bersepakat damai setelah Kepala Desa Mepa Yolanda Matitale, Kepala Desa Ewiri Maximus Solissa, Ketua Majelis Jemaat dan tokoh masyarakat membuat surat perdamaian di Polsek.
Usai berdamai, mereka lantas berjabat tangan san saling berpelukan antar satu dengan lain dan berjanji tidak kembali mengulangi.
“Jadi mereka sudah berdamai dan kepala-kepala desa sudah berjanji akan mengimbau warganya untuk menjaga kerukunan dan persaudaraan orang Basudara,”ucapnya.
Bastian menambahkan warga juga bersepakat untuk melarang pedagang menjual miras jenis sopi di tempat-tempat wisata. Ini dilakukan agar menjaga ‘Kai Wait’ atau konsep budaya Maluku yang berarti satu untuk semua.
Mereka juga meminta setiap lokasi wisata wajib ditempatkan pos pengamanan hingga keterlibatan pengurus desa sehingga wisatawan yang melakukan kunjungan wisata bisa aman dan nyaman.
Sebagai informasi, wisata air babunyi terletak di wilayah adminitrasi Desa Mepa dengan jarak tempuh sekitar 15 menit dari pusat kota kecamatan. Namun wisata ini masih bersengketa terkait status pengelolaan antar marah Lesnussa dan marga Solissa.
Dua marga tersebut masih saling klaim sebagai kepemilikan wisata air babunyi yang menjadi pemicunya perkelahian yang kerap terjadi antar warga Desa Ewiri dan Desa Mepa.(TIM-IM)







