Infomalukunews.com, Ambon–Transportasi laut di Kecamatan Ambalau, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), mengalami persoalan serius dalam akses transportasi laut.
Hal itu disampaikan salah satu mahasiswa Buru Selatan Erwin Belasa, pada media ini, Sabtu (13/09/2025).
Menurutnya, kurangnya ketersediaan transportasi laut di daerah tersebut, mengakibatkan mobilitas atau perpindahan masyarakat menjadi terhambat, dan harga-harga barang semakin melonjak tinggi.
Kini, masyarakat hanya mengandalkan kapal Cantika, dan Sabuk Nusantara yang jadwal operasinya hanya satu minggu sekali, dan sekarang timbul lagi problem seperti kapal Cantika Lestari 5E yang Docking atau Dok, sehingga akses transportasi laut di Buru Selatan lumpuh total.
“Ini berdampak pada berbagai sektor, mulai dari naiknya harga kebutuhan pokok, terganggunya aktivitas pendidikan, hingga hambatan distribusi hasil pertanian,” kata Belasa.
Tujuan dari berjalannya atau Operasi transportasi laut sambungnya, bagaimana menjawab perputaran ekonomi Kabupaten Buru Selatan, Kecamatan Ambalau.
Ia mengatakan, kini masyarakat mendesak pemerintah daerah maupun pusat, untuk segera memulihkan layanan transportasi laut agar aktivitas masyarakat kembali normal.
“Kami masyarakat Kecamatan Ambalau, berharap pemerintah tidak menutup mata dan segera hadir memberikan solusi.” harapnya menutup. (Red).







