Infomalukunews.com,Dobo,- Pasca aksi unjuk rasa yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia, Pemerintah Daerah bersama OKP Se Kepulauaan Aru pada rabu sore, 3 September 2025 di halaman Kantor Bupati Aru, menggelar doa bersama dan penyalaan seribu lilin yang diikuti berbagai eleman Pemuda dan masyarakat
Hadir dalam Kegiatan tersebut Bupati Timotus Kaidel, Wakil Muhamad Djumpa, Pimpinan FORKOPIMDA, DPRD, Pimpinan OPD, ASN, USKUP, KLASIS, MUI, Koramil 1503-03 PP Aru, Kompi, Pimpinan OKP, tokoh Agama, tokoh masyarakat, camat, tokoh adat, RT, lurah dan jurnalis.
Doa bersama di pimpin oleh tiga tokoh Agama yaitu, Wakil Ketua MUI, Wakil Uskup dan Ketua Klasis PP Aru.
Bupati Timotus Kaidel mengawali sambutannya mengajak semua untuk memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan yang maha kuasa atas kesepakatan dan umur panjang hari ini kita semua hadir di sini karena Rahmatnya bagi kita semua untuk mengikuti kegiatan Doa damai untuk negeri yang kita cintai bersama.
Bupati atas nama pribadi dan pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada OKP dan semua elemen yang telah menginisiasi kegiatan ini.
Pada kesempatan itu, Bupati Kepulauan Aru menyampaikan beberapa himbauan yaitu :
1. Pentingnya kebersamaan lintas iman dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah situasi Nasional yang sedang mengalami dinamika sosial politik.
2. Kita semua prihatin atas peristiwa yang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia untuk itu mari kita jadikan momentum kegiatan ini untuk mendoakan keselamatan bangsa dan negara untuk memperkuat komitmen kita bersama menjaga NKRI terkhusus kabupaten Kepulauan Aru yang aman, damai dan kondusif.
2. Hentikan sikap diskriminatif dengan menghargai perbedaan baik suku, ras, dan agama.
3. Mematuhi peraturan yang berlaku sebagai upaya menjaga keamanan dan perdamaian. Tidak menyalahgunakan kekuasaan dan memperhatikan masyarakat yang rentan.
4. Pemerintah kabupaten Aru Bersama TNI/Polri dan komponen masyarakat berkomitmen menjaga stabilitas daerah dan memastikan seluruh aktivitas masyarakat seperti pendidikan, ekonomi dan pelayanan publik tetap berjalan dengan baik. Yang bekerja tetap bekerja, berdagang tetap berdagang, Kita terus jaga persaudaraan kita.
5. Tidak menciptakan kondisi yang mencekam, Jargaria harus menjadi Rumah yang damai bagi semua orang yang hidup di negeri ini.
Mari kita semua bergandengan tangan dari ujung batu goyang sampai Warialau untuk menyampaikan pesan damai kepada semua masyarakat.
Untuk itu Bupati mengajak seluruh tokoh masyarakat dan elemen masyarakat lainnya untuk aktif Menjaga menyebarkan semangat kebersamaan dan menjaga ketertiban di lingkungan masing masing demi Jargaria sebagai daerah yang aman , tentram, dan penuh toleransi. Mari kita menggunakan komunitas iman sebagai simbol persatuan untuk Indonesia yang damai dan jargari yang kondusif.
Ada pesan damai yang di sampaikan oleh Pimpinan OKP dalam hal ini diwakili oleh Ketua Majelis Pemuda Pancasila Elsye Duganata, didampingi oleh Pimpinan OKP dari GAMKI, Pemuda Katolik, Perempuan Katolik, BKPMRI, dan lainnya.
Selanjutnya atraksi darj rumah Sastra Arafura dan ditutup dengan pembakaran lilin.(IM -DW)







