SUARA DARI MALUKU UNTUK INDONESI.

- Publisher

Saturday, 16 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Infomalukunews.com, Ambon,- Menjelan 17 Agustus hari kemerdekaan Republik Indonesia Pimpinan Komisariat IMM Sejakaran UNIDAR Ambon mengelar kegiatn DISKUSI PUBLIK Refleksi 80 Thn Indonesia Merdeka. Dgn Tema : Merayakan Kemerdekaan Menyisakan Ketimpangan Suara Dari Maluku. Menghadirkan Pimpina OKP Cipayung Plus Se-Kota Ambon sebagai Narasumber sekaligus sebagai Representasi perwakilan suara dari anak mudah Maluku.

Kordinator Komisariat (KORKOM) IMM UNIDAR Ambon Muhammad Loilatu Dalam sambutan menyampaikan bahwa.

sangat mengapresiasi kepada para tamu undangan yg turut berpartisipasi menyisihkan waktu untuk mengikuti kegiatan ini, baik narasumber maupun para peserta kegiatan yg perwakilan dari Pimpinan OKP Cipayung Plus Se-Kota Ambon, karna tema ini bukan tema biasa yg hanya sebatas butuh ruang Diskrusius dan kajian-kajian biasa tapi butuh kolaborasi pikiran dari anak muda Maluku.

Sebap dalam Tema tersebut Maluku di kaji dari beberapa aspek : yg pertama aspek historis banyak sejara mencatat Maluku punya kontribusi besar dalam proses perjuangan era pra kemerdekaan RI sampai pasca kemerdekaan Republik Indonesia. Dan bahkan ketika Indonesia baru merdeka ada 8 provisi yang baru terbentuk, Maluku adalah salah satu provinsi yg terdapat di dlm 8 provinsi tersebut ini menunjukkan usia Provinsi Maluku terbilang cukup tua di bandingkan dgn provinsi-provinsi yg lain yg baru mekar setelah privasi Maluku, namun tingkat kemajuan dari sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan dll Maluku masih kala jauh dari provinsi-provinsi yg lai yg mekar setelah provinsi maluku, kemudian dari aspek hukum banyak kebijakan yg di buat negara terdapat ketimpangan yg memaarjinalakan kepentingan kemajuan provinsi Maluku, kemudian dari aspek-aspek yg lain seperti aspek sosial politik, kebudayaan, gegrafis dll, padah dari segi sumber daya manusia masyarakat Maluku cukup memadai tapi tidak bisa di kembangkan, kemudian sumberdaya alamnya yg amat melimpah seperti rempah-rempah : cenke, pala, coklat, dll kemudian punya tambang emas, nikel, minyak dan gas, tapi kenapa Maluku Masi di kategori sebai provinsi termiskin ke 8 di antar 28 Provinsi yg ada di Indonesia menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut narasumber Jihad Nahumarury Selaku PJ HMI Cabang Kota Ambon Mengatakan Bahwa : Provinsi Maluku kerap disebut sebagai tanah surga yang jatuh ke bumi. Perut buminya menyimpan tembaga, emas, dan mineral strategis lain yang diburu pasar global. Lautnya adalah jalur emas perikanan, rumah bagi tuna, cakalang, dan lobster. Hutannya menyimpan kehidupan dan pengetahuan adat yang sudah ada jauh sebelum republik ini lahir.

Namun di balik pujian itu, Maluku juga menjadi panggung ironi pembangunan. Atas nama investasi, pulau-pulau ini dieksplorasi habis-habisan. PT Waragonda di Haya, PT Batu Licin di Kei Besar, dan PT SIM adalah Sederet contoh dimana Investasi sering kali mengabaikan hajat hidup masyarakat, Soal konflik lahan, kerusakan lingkungan. Di laut, kapal-kapal industri menyapu bersih wilayah tangkap nelayan tradisional. Di hutan, konsesi kayu menggantikan kebun pala dan sagu.

Lalu, apa yang tersisa untuk orang Maluku?

Statistik mungkin menunjukkan PDRB naik, tapi di meja makan keluarga nelayan atau petani, yang naik justru harga beras dan ikan. Uang dari gaji tambang atau kompensasi perusahaan menguap cepat untuk membeli barang konsumsi dari luar, sementara ekonomi lokal jalan di tempat. Akibatnya, ketergantungan pada uang tunai tanpa penguatan kapasitas menciptakan jurang kemiskinan yang makin dalam.

Lebih parah lagi, tata kelola investasi di Maluku sering berpihak pada korporasi ketimbang rakyat. AMDAL dijalankan sebagai formalitas. Dan dalam banyak kasus, perusahaan tetap melanjutkan operasi meski izinnya dipersoalkan.

Kita tidak anti-investasi. Yang kita tolak adalah pembangunan yang hanya menghitung tonase ekspor dan nilai investasi, sambil menutup mata terhadap kerusakan ekosistem dan penderitaan masyarakat. Maluku membutuhkan model pembangunan yang memberi nilai tambah lokal, melibatkan masyarakat adat sebagai pemegang hak kelola, dan memastikan restorasi lingkungan setelah eksploitasi.

Tanpa itu semua, narasi “Maluku kaya” hanya akan menjadi mitos yang dibacakan dalam brosur investor sementara di kampung-kampung, orang Maluku tetap terperangkap dalam kemiskinan dan ketergantungan.

Saatnya kita bertanya: kekayaan ini milik siapa, dan untuk siapa kita membangunnya?

Menurut narasumber yg perwakilan dri kader IMM Cabang Ambon Basir mengatakan bahwa, anak mudah Maluku Jagan terobsesi dgn kepentingan-kepentingan sesat pragmatic, saya mengajak anak anak mudah Maluku bagimana untuk berpikir kritis yg merdeka tanpa intervensi dan pengaruh dari hal yg lain, sebap akn mengaghambat Suara aspisrasi dari Maluku untuk cepat di eksekusi.

Menurut Ketum KAMMI kota Ambon Isrun Fatsy, Kemerdekaan Indonesia terletak pada seberapa jauh suara kesejahteraan berdenyut. Bila suara kesejahteraan itu masih dihadang dengan kebijakan-kebijakan yang tidak populis, sepanjang itu pula kemerdekaan akan hanya sebatas nyanyian serimonial HUT. Maka pertanyaannya, berapa banyak lagi usia kemerdekaan kita butuhkan untuk membuktikan wujud kesejahteraan Indonesia?

Menurut Ketua PMII Kota Ambon Taufik Souwakil mengatakan bahwa : Kegiatan dialog refleksi kemerdekaan tentang kemalukuan di umur indonesia yang sudah 80 ini banyak persoalan kemalukuan yang mestinya menjadi Spirit keutuhan anak muda maluku untuk bersuara tentang ketimpangan maluku hari ini.

Kita anak muda maluku harus bisa lepas semua ego,sekte dan perbedaan,dan bisa fokus bicara pada satu keoentingn yang sama,yakni maluku butuh kebijakan yang adil baik dari aspek pendidikan,kesehatan,politk dan sosial budaya. Kemudian menambahkan bahwa, Pasca 17 buat agenda pertemuan samua okp untuk aksi damai surakan keberpihakan indonesia terhadap kepentingn maluku.(reed)

Berita Terkait

Bodewin Ajak Pelajar Ambon Bangun Kebiasaan Menabung dan Investasi Sejak Dini
Konflik Adat Negeri Soya Memanas, Sejumlah Tokoh Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik
Hadapi Cuaca Panas dan Kering, Gubernur Maluku Imbau Warga Waspada Karhutla
Sidang Dugaan Malpraktik Klinik eR’eL, Kuasa Hukum Penggugat Soroti Klausul Eksonerasi
Ketua DPRD Maluku Dorong Literasi Keuangan Ditanamkan Sejak Bangku Sekolah
Gubernur Lewerissa: 100 Tahun GPM Gatik Jadi Teladan Merawat Persaudaraan
Sidang Klinik eReL Kembali Digelar, Kuasa Hukum Soroti Klausul Pembebasan Tanggung Jawab
Jelang HUT ke-451, Wali Kota Ambon Dorong ASN Aktif Semarakkan Perayaan
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 3 September 2026 - 19:12 WIT

Bodewin Ajak Pelajar Ambon Bangun Kebiasaan Menabung dan Investasi Sejak Dini

Thursday, 3 September 2026 - 19:09 WIT

Konflik Adat Negeri Soya Memanas, Sejumlah Tokoh Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik

Thursday, 3 September 2026 - 15:01 WIT

Hadapi Cuaca Panas dan Kering, Gubernur Maluku Imbau Warga Waspada Karhutla

Thursday, 3 September 2026 - 14:58 WIT

Sidang Dugaan Malpraktik Klinik eR’eL, Kuasa Hukum Penggugat Soroti Klausul Eksonerasi

Thursday, 3 September 2026 - 14:49 WIT

Ketua DPRD Maluku Dorong Literasi Keuangan Ditanamkan Sejak Bangku Sekolah

Berita Terbaru